UINSAIZUUINSAIZU

ICODEVICODEV

Penelitian ini bertujuan menganalisis melalui dimensi sosial, ekonomi, budaya, dan kelembagaan. Pendekatan kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap Ketua Persatuan Keluarga Daerah Padang Pariaman (PKDP) Banyumas, observasi kegiatan komunitas, serta telaah dokumen kebijakan daerah dan literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal masyarakat Padang Pariaman, seperti nilai katok ampe, raso pareso, etos kerja keras, jaringan kekeluargaan, serta prinsip di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung menjadi modal budaya yang memperkuat integrasi sosial antara komunitas perantau dan masyarakat Banyumas. Dalam aspek ekonomi, usaha mikro dan sektor kuliner yang dikelola perantau Padang Pariaman berperan signifikan dalam pembukaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, dan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dalam aspek sosial, solidaritas melalui paguyuban PKDP mewujud dalam berbagai kegiatan sosial seperti penggalangan dana, bantuan kemasyarakatan, dan penguatan jaringan perempuan. Sementara itu, dalam aspek budaya, pelestarian tradisi Minang di ruang publik Banyumas memperkaya keragaman budaya dan mendukung pembangunan identitas daerah yang inklusif. Temuan ini menegaskan bahwa kearifan lokal perantau Padang Pariaman bukan hanya berfungsi sebagai identitas etnis, tetapi sebagai modal pembangunan berkelanjutan yang berkontribusi positif terhadap penguatan ekonomi kreatif, kohesi sosial, dan karakter multikultural Kabupaten Banyumas.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kearifan lokal etnis Padang Pariaman di Kabupaten Banyumas bukan sekadar warisan budaya yang bersifat simbolik, melainkan sumber daya sosial dan budaya yang dinamis serta berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.Kearifan lokal tersebut memperkuat kohesi sosial, integrasi antar-etnis, dan ekonomi lokal melalui nilai-nilai budaya, jaringan kekerabatan, serta peran organisasi komunitas.Pengakuan dan integrasi kearifan lokal komunitas perantau dalam kebijakan dan program pembangunan daerah menjadi penting untuk memperkuat pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis keberagaman budaya.

Dalam konteks pembangunan daerah Banyumas, penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak kearifan lokal etnis lain terhadap integrasi sosial dan ekonomi. Selain itu, studi tentang peran teknologi digital dalam memperkuat pelestarian budaya Minangkabau di wilayah perantauan bisa menjadi arah baru. Terakhir, analisis kebijakan daerah terhadap efektivitas sinergi antara kearifan lokal dan program pembangunan inklusif perlu dilakukan untuk memastikan implementasi yang optimal.

Read online
File size511.41 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test