UNDARUNDAR

JURIKO: Jurnal Ilmu EkonomiJURIKO: Jurnal Ilmu Ekonomi

Kecerdasan Buatan atau artificial intelligence (AI) semakin mendominasi dinamika bisnis global melalui otomatisasi, analisis big data, pemasaran digital, dan sistem pengambilan keputusan. Dalam perspektif etika Islam, perkembangan teknologi harus diarahkan kemaslahatan dan terhindar dari praktik merugikan pihak lain. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi mahasiswa pelaku bisnis pengguna AI mengoptimalkan praktik bisnis dengan nilai-nilai etika Islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara semi-terstruktur terhadap mahasiswa pelaku bisnis Universitas Diponegoro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden melihat AI sebagai peluang besar dalam peningkatan efisiensi bisnis, kualitas pelayanan, dan inovasi produk. Namun, mereka juga menekankan pentingnya penerapan prinsip syariah seperti keadilan, transparansi, kejujuran, dan keberlanjutan lingkungan dengan konsep Islamic AI Business Ethics Model (IABEM) sebagai kerangka praktis integrasi AI dengan etika Islam dalam bisnis modern.

Pelaku bisnis memandang AI sebagai alat strategis dalam bisnis, khususnya untuk efisiensi, inovasi, dan kompetisi pasar, sekaligus menyadari tantangan etis seperti privasi, kejujuran informasi, dan potensi ketidakadilan sosial dari penggunaannya.Perspektif etika Islam berperan sebagai filter moral yang membimbing pemanfaatan AI agar tetap sesuai prinsip keadilan, kejujuran, transparansi, dan kemaslahatan.Dari temuan tersebut, dikembangkan konsep Islamic AI Business Ethics Model (IABEM) sebagai kerangka praktis integrasi AI dengan etika Islam dalam bisnis modern.Secara global, hasil studi ini menunjukkan bahwa etika Islam tidak ketinggalan zaman, bahkan memberikan solusi universal bagi tantangan etis teknologi AI.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model AI yang secara spesifik mengintegrasikan prinsip etika Islam dalam algoritma keputusan bisnis, dengan mempertimbangkan konteks lokal dan kebutuhan masyarakat. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang dampak jangka panjang penggunaan AI terhadap lapangan kerja di sektor bisnis Islam, terutama dalam konteks pemberdayaan UMKM. Terakhir, penelitian interdisipliner yang menggabungkan ilmu teknologi, ekonomi syariah, dan etika dapat membantu menciptakan kerangka regulasi AI yang lebih inklusif dan berkelanjutan, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi teknologi.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/978-3-031-71526-6_7Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 978 3 031 71526 6 7
  2. Optimizing Digital Business Processes through Artificial Intelligence: A Case Study in E-Commerce Systems... doi.org/10.34306/ajri.v6i1.1120Optimizing Digital Business Processes through Artificial Intelligence A Case Study in E Commerce Systems doi 10 34306 ajri v6i1 1120
  3. ANALISIS PENERAPAN PRINSIP ETIKA BISNIS ISLAM TERHADAP TRANSAKSI JUAL BELI PADA MARKETPLACE LAZADA |... doi.org/10.21154/niqosiya.v1i1.57ANALISIS PENERAPAN PRINSIP ETIKA BISNIS ISLAM TERHADAP TRANSAKSI JUAL BELI PADA MARKETPLACE LAZADA doi 10 21154 niqosiya v1i1 57
Read online
File size306.35 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test