6262
International Journal of Islamic Business and Economics (IJIBEC)International Journal of Islamic Business and Economics (IJIBEC)Penelitian ini menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi minat kewirausahaan di antara santri di pesantren Islam yang berafiliasi dengan HEBITREN (Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren) di Solo Raya, Jawa Tengah, Indonesia. Penelitian ini mengidentifikasi tiga penentu kunci: self-efficacy, toleransi risiko, dan kondisi lingkungan. Menggunakan pendekatan campuran yang menggabungkan analisis kuantitatif dan kualitatif, penelitian ini melakukan survei terhadap 130 santri dari dua institusi yang berafiliasi dengan HEBITREN: Pondok Pesantren Muhammad Al-Fatih di Sukoharjo dan Pondok Pesantren Al-Izzah di Surakarta. Temuan penelitian ini menekankan self-efficacy sebagai faktor paling signifikan yang membentuk minat kewirausahaan, yang diperkuat oleh integrasinya ke dalam kurikulum pendidikan dan keselarasan kuatnya dengan nilai-nilai Islam. Sebaliknya, meskipun toleransi risiko dan pengaruh komunitas berkontribusi, pengaruhnya relatif marginal. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi fasilitas pelatihan kewirausahaan yang tidak memadai dan sumber daya manusia institusional yang terbatas sebagai penghambat dalam menumbuhkan mindset kewirausahaan di antara santri. Temuan ini menekankan kebutuhan akan intervensi kebijakan yang ditargetkan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di pesantren, khususnya melalui perbaikan infrastruktur, inisiatif peningkatan kemandirian, dan pelatihan kewirausahaan praktis. Penelitian ini berkontribusi pada diskusi tentang pendidikan Islam dan wawasan bagi pembuat kebijakan dan pemberdayaan ekonomi, memberikan wawasan kritis untuk menumbuhkan pengusaha di masa depan.
Studi ini menekankan peran penting self-efficacy dalam membentuk minat kewirausahaan di antara santri di pesantren yang berafiliasi dengan HEBITREN di Solo Raya.Temuan menunjukkan bahwa santri dengan kepercayaan diri yang tinggi lebih cenderung terlibat dalam aktivitas kewirausahaan, sedangkan toleransi risiko dan lingkungan pesantren tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik.Sementara program MSME yang diimplementasikan di pesantren memberikan paparan kewirausahaan yang berharga, tantangan infrastruktur yang berkelanjutan membatasi efektivitasnya.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan kewirausahaan di pesantren lebih didorong oleh faktor psikologis internal daripada pengaruh lingkungan eksternal, yang menekankan pentingnya memperkuat self-efficacy sebagai strategi inti dalam pendidikan kewirausahaan.Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis yang signifikan bagi bidang kewirausahaan Islam dengan menawarkan perspektif psikologis terhadap institusi bisnis.Penelitian sebelumnya tentang pengembangan MSME telah menekankan dukungan institusional, infrastruktur, dan akses pasar sebagai penentu utama kesuksesan kewirausahaan.Namun, studi ini menunjukkan bahwa ketahanan psikologis, khususnya self-efficacy, adalah faktor yang sama pentingnya, jika tidak lebih, dalam memotivasi santri untuk memulai usaha.Temuan ini menantang model pemberdayaan MSME konvensional yang memprioritaskan dukungan finansial dan logistik, menyerukan pendekatan yang lebih holistik yang mengintegrasikan strategi pengembangan kognitif dan perilaku ke dalam pendidikan kewirausahaan.Dari perspektif kebijakan, temuan ini menekankan kebutuhan akan program pelatihan kewirausahaan yang lebih terstruktur di pesantren.Meskipun berbagai inisiatif MSME telah diperkenalkan, efektivitasnya tetap terbatas oleh infrastruktur yang tidak memadai dan akses terbatas ke modal.Oleh karena itu, diperlukan pergeseran paradigma dalam strategi pengembangan MSME di pesantren yang menempatkan lebih banyak penekanan pada pembangunan kapasitas psikologis di samping upaya inkubasi bisnis tradisional.Temuan ini juga memiliki implikasi yang lebih luas bagi pendidikan bisnis Islam, menekankan pentingnya mengintegrasikan pelatihan self-efficacy kewirausahaan ke dalam kurikulum untuk mendidik generasi pengusaha Muslim yang tangguh dan mandiri.
Untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di pesantren, diperlukan intervensi kebijakan yang ditargetkan. Pesantren harus mengembangkan pusat inkubasi bisnis dengan mendirikan laboratorium kewirausahaan dan pusat bisnis MSME yang didedikasikan. Mereka juga harus memfasilitasi program bimbingan yang terstruktur yang melibatkan alumni sukses dan profesional industri untuk memberikan bimbingan dan inspirasi praktis. Selain itu, pesantren dapat meningkatkan self-efficacy santri melalui pembelajaran berbasis pengalaman dengan menerapkan aktivitas simulasi bisnis yang merefleksikan tantangan kewirausahaan dunia nyata dan memperkenalkan pelatihan pemberdayaan psikologis yang membangun kepercayaan diri, mengasah manajemen risiko, dan menumbuhkan kepemimpinan. Untuk memperkuat dukungan institusional, pesantren harus memperluas kolaborasi dengan lembaga keuangan Islam dan organisasi mikrofinansial untuk memudahkan akses santri ke modal awal. Selain itu, pesantren dapat memulai kemitraan publik-swasta untuk mengintegrasikan MSME mereka ke dalam rantai pasokan yang lebih luas di tingkat lokal dan nasional. Pesantren juga perlu merevisi kurikulum kewirausahaan mereka dengan mengintegrasikan pendidikan kewirausahaan ke dalam studi agama formal, sehingga menyelaraskan nilai-nilai Islam dengan prinsip bisnis kontemporer, dan mendirikan program kewirausahaan digital untuk melengkapi santri dengan keterampilan penting dalam e-commerce dan fintech. Akhirnya, pesantren harus aktif terlibat dalam advokasi kebijakan dengan mendorong pemerintah untuk memberikan insentif dan hibah yang mendukung pengembangan MSME, sambil membangun jaringan nasional untuk menghubungkan MSME berbasis pesantren dengan ekosistem bisnis yang lebih luas.
- Entrepreneurial Interest Among Santri within HEBITREN and Its Impact on MSMEs | International Journal... doi.org/10.28918/ijibec.v8i2.6909Entrepreneurial Interest Among Santri within HEBITREN and Its Impact on MSMEs International Journal doi 10 28918 ijibec v8i2 6909
- Effects of Mental Rehearsal of Task Motor Activity and Mental Depiction of Task Outcome on Motor Skill... journals.humankinetics.com/view/journals/jsep/7/2/article-p191.xmlEffects of Mental Rehearsal of Task Motor Activity and Mental Depiction of Task Outcome on Motor Skill journals humankinetics view journals jsep 7 2 article p191 xml
- Pengaruh self-efficacy, lingkungan keluarga, dan lingkungan sekolah terhadap minat berwirausaha siswa... journal.uny.ac.id/index.php/jpv/article/view/2545Pengaruh self efficacy lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah terhadap minat berwirausaha siswa journal uny ac index php jpv article view 2545
| File size | 434.13 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
STKIP JBSTKIP JB Dalam menghadirkan aspek seni di Desa Cisaat, diperlukan keahlian dari penduduk setempat. Kekayaan seni yang ada di Desa Cisaat saat ini masih memerlukanDalam menghadirkan aspek seni di Desa Cisaat, diperlukan keahlian dari penduduk setempat. Kekayaan seni yang ada di Desa Cisaat saat ini masih memerlukan
STKIP JBSTKIP JB Kegiatan PKM telah menghasilkan produk media pembelajaran berbasis Augmented Reality untuk siswa kelas 4 dengan materi bangun ruang kubus dan balok. KuruKegiatan PKM telah menghasilkan produk media pembelajaran berbasis Augmented Reality untuk siswa kelas 4 dengan materi bangun ruang kubus dan balok. Kuru
STKIP JBSTKIP JB Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian yang telah dilakukan dapat dikatakan berhasil dan sukses karena sudah melampaui batas minimal dari indikatorHal ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian yang telah dilakukan dapat dikatakan berhasil dan sukses karena sudah melampaui batas minimal dari indikator
STKIP JBSTKIP JB Dari hasil pengabdian masyarakat ditemukannya beberapa kendala yang mengakibatkan diadakannya kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu dikarenaka bahasaDari hasil pengabdian masyarakat ditemukannya beberapa kendala yang mengakibatkan diadakannya kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu dikarenaka bahasa
STKIP JBSTKIP JB Kelurahan Klampis Ngasem merupakan salah satu wilayah di Surabaya bagian timur tepatnya pada kecamatan Sukolilo kota Surabaya. Kelompok sasaran dalam programKelurahan Klampis Ngasem merupakan salah satu wilayah di Surabaya bagian timur tepatnya pada kecamatan Sukolilo kota Surabaya. Kelompok sasaran dalam program
STKIP JBSTKIP JB Tahap kedua meliputi solusi bidang manajemen usaha. Luaran Peningkatan keduameliputi pemberdayaan masyarakat berupa peningkatan keterampilan mitra dalamTahap kedua meliputi solusi bidang manajemen usaha. Luaran Peningkatan keduameliputi pemberdayaan masyarakat berupa peningkatan keterampilan mitra dalam
STKIP JBSTKIP JB Pelatihan Aquascape diajarkan cara memilih tanaman air yang tepat berdasarkan karakteristiknya, seperti tingkat pencahayaan yang dibutuhkan, kebutuhanPelatihan Aquascape diajarkan cara memilih tanaman air yang tepat berdasarkan karakteristiknya, seperti tingkat pencahayaan yang dibutuhkan, kebutuhan
TAJDIDUKASITAJDIDUKASI Penggunaan media gambar juga meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran, dengan persentase keaktifan rata-rata meningkat dari 79,49% pada siklus 1Penggunaan media gambar juga meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran, dengan persentase keaktifan rata-rata meningkat dari 79,49% pada siklus 1
Useful /
6262 Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam pemberdayaan ekonomi rakyat di Kabupaten Kotawaringin Timur,Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam pemberdayaan ekonomi rakyat di Kabupaten Kotawaringin Timur,
SIDUCATSIDUCAT Studi ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi politik Partai NasDem di Sumatera Utara selama Pemilu 2024 memainkan peran sentral dalam menjaga stabilitasStudi ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi politik Partai NasDem di Sumatera Utara selama Pemilu 2024 memainkan peran sentral dalam menjaga stabilitas
6262 Analisis 89 artikel (2010-2025) mengungkap evolusi bidang, tema kunci, dan kontributor utama. Secara teoritis, penelitian menyoroti pentingnya menerapkanAnalisis 89 artikel (2010-2025) mengungkap evolusi bidang, tema kunci, dan kontributor utama. Secara teoritis, penelitian menyoroti pentingnya menerapkan
STKIP JBSTKIP JB Kemasan dapat menyampaikan pesan kepada konsumen mengenai nilai suatu produk. Pada skala UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) sering terjadi tidak memperhatikanKemasan dapat menyampaikan pesan kepada konsumen mengenai nilai suatu produk. Pada skala UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) sering terjadi tidak memperhatikan