STAI AL-HIDAYAHSTAI AL-HIDAYAH

Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan IslamIslamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam

Sebelum mengadakan program kegiatan pendidikan dan pelatihan, dalam tahap perencanaan diperlukan adanya analisis kebutuhan. Dalam analisis kebutuhan ada kegiatan identifikasi dan pengambilan data terlebih dahulu kemudian dilakukan penyaringan untuk menentukan skala prioritas untuk dilanjutkan ke penyusunan perencanaan program. Tujuannya agar hasil diklat sesuai dengan apa yang diharapkan. Artinya, ada kesesuaian antara hasil diklat dengan apa yang dibutuhkan oleh peserta diklat. Analisis kebutuhan diklat bagi guru PAI dan Budi Pekerti dapat dilakukan dengan terlebih dahulu mengidentifikasi dan mengambil data di lapangan yang dilakukan pada enam ranah kompetensi yang harus dikuasai. Enam ranah kompetensi tersebut adalah kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, sosial, religius, dan kompetensi leadership. Penyelenggara diklat bagi guru PAI dan Budi Pekerti diharapkan mampu melakukan identifikasi dalam rangka memetakan dan menentukan skala prioritas program diklat pada ranah kompetensi yang diinginkan.

Analisis kebutuhan merupakan komponen krusial dalam perencanaan diklat yang harus dilakukan secara transparan, cermat, dan berbasis data akurat untuk menghasilkan program pelatihan yang efektif dan relevan.Identifikasi kesenjangan performa guru PAI dan Budi Pekerti menentukan skala prioritas serta keputusan antara training need atau non‑training need.Meskipun diklat saat ini lebih menitikberatkan pada kompetensi pedagogik‑religi dan profesional‑religi, diperlukan integrasi kompetensi personal, sosial, dan leadership sesuai hasil analisis kebutuhan untuk meningkatkan kualitas keseluruhan guru.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas penggunaan metode hybrid (online‑offline) dalam pelatihan kompetensi leadership guru PAI, dengan fokus pada dampaknya terhadap kemampuan manajemen krisis di masa pandemi; selanjutnya, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan hasil analisis kebutuhan berbasis data kuantitatif (survei) dengan pendekatan kualitatif (focus group discussion) dalam mengidentifikasi kesenjangan kompetensi personal‑religi, guna menentukan metode analisis yang paling akurat; terakhir, penelitian longitudinal dapat meneliti hubungan antara peningkatan kompetensi sosial‑religi melalui program diklat dan perubahan persepsi siswa terhadap nilai-nilai akhlak, dengan mengukur variabel kepuasan belajar dan perilaku moral selama tiga tahun akademik, sehingga dapat memberikan bukti empiris tentang kontribusi diklat terhadap pembentukan karakter siswa.

Read online
File size221.85 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test