STTSSTTS
Journal of Information System,Graphics, Hospitality and TechnologyJournal of Information System,Graphics, Hospitality and TechnologyAbstrak— Mangrove berperan penting sebagai pelindung kawasan pesisir dan mitigasi perubahan iklim. Penelitian ini menggunakan metode Object‑Based Image Analysis (OBIA) pada citra satelit Landsat 4‑5 dan Landsat 8 OLI untuk memetakan perubahan tutupan lahan mangrove di Teluk Ambon Dalam periode 1999–2020. Hasil menunjukkan peningkatan luas tutupan mangrove sebesar 248 654 m², dengan akurasi klasifikasi mencapai 60 %.
Analisis citra satelit dengan metode OBIA mengindikasikan bahwa luas tutupan lahan mangrove di Teluk Ambon Dalam terus meningkat dari 329 673 m² pada tahun 1999 menjadi 578 327 m² pada tahun 2020.Penelitian ini hanya memfokuskan pada perubahan total luas tutupan tanpa mengidentifikasi faktor‑faktor penyebabnya.Untuk memahami dinamika perubahan, diperlukan studi lanjutan yang memasukkan variabel‑variabel seperti aktivitas manusia, penebangan, penanaman kembali, pertumbuhan pemukiman, dan fenomena alam.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh aktivitas manusia secara spesifik, seperti penebangan ilegal dan ekspansi pemukiman, terhadap perubahan tutupan mangrove dengan mengintegrasikan citra resolusi tinggi serta data sosial‑ekonomi lokal. Selanjutnya, diperlukan pemodelan prediktif distribusi mangrove di masa depan yang mempertimbangkan skenario perubahan iklim dan kenaikan permukaan laut, sehingga dapat menilai potensi vulnerabilitas wilayah pesisir. Selain itu, evaluasi efektivitas program restorasi mangrove dapat dilakukan melalui perbandingan data remote sensing pra‑dan pasca‑intervensi serta verifikasi lapangan, guna menentukan tingkat keberhasilan penanaman kembali. Penelitian‑penelitian ini akan memperkaya pemahaman tentang faktor penyebab degradasi dan peluang rehabilitasi, serta menyediakan dasar ilmiah bagi kebijakan pengelolaan kawasan pesisir yang berkelanjutan. Dengan pendekatan multidisiplin, hasilnya diharapkan dapat meningkatkan ketahanan ekosistem mangrove terhadap tekanan antropogenik dan perubahan iklim. Semua studi tersebut sebaiknya melibatkan kolaborasi antara peneliti, pemerintah daerah, dan masyarakat lokal untuk memastikan implementasi yang tepat.
| File size | 561.85 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
IPBIPB Hutan mangrove sebagai sumber daya terbarukan harus dikelola secara berkelanjutan, dengan mempertimbangkan keseimbangan antara manfaat ekologis, ekonomi,Hutan mangrove sebagai sumber daya terbarukan harus dikelola secara berkelanjutan, dengan mempertimbangkan keseimbangan antara manfaat ekologis, ekonomi,
AKABAAKABA Partai oposisi memegang peranan penting untuk menjaga check and balances dalam politik hukum Indonesia. Peran dan fungsi partai oposisi belum diatur secaraPartai oposisi memegang peranan penting untuk menjaga check and balances dalam politik hukum Indonesia. Peran dan fungsi partai oposisi belum diatur secara
UPPRUPPR yaitu (T0) dosis 0g/tanaman, (T1) dosis 45g/tanaman, (T2) dosis 90g/tanaman dan (T3) dosis 130g/tanaman, diaplikasikan 3 kali. Hasil penelitian menunjukkanyaitu (T0) dosis 0g/tanaman, (T1) dosis 45g/tanaman, (T2) dosis 90g/tanaman dan (T3) dosis 130g/tanaman, diaplikasikan 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan
UPPRUPPR Penelitian pengaruh ekstrak Mimba (Azedirachta indica) sebagai pestisida nabati terhadap jamur antraknosa asal cabai merah secara in vitro bertujuan untukPenelitian pengaruh ekstrak Mimba (Azedirachta indica) sebagai pestisida nabati terhadap jamur antraknosa asal cabai merah secara in vitro bertujuan untuk
UNTAG SMDUNTAG SMD Taman Wisata Alam Gunung Permisan, Kabupaten Bangka Selatan merupakan kawasan konservasi yang berisi flora dan fauna. Keanekaragaman fauna di kawasan konservasiTaman Wisata Alam Gunung Permisan, Kabupaten Bangka Selatan merupakan kawasan konservasi yang berisi flora dan fauna. Keanekaragaman fauna di kawasan konservasi
UNTAG SMDUNTAG SMD Estimasi populasi orangutan kemudian dikalkulasikan. Kualitas habitat dianalisis menggunakan metode plot vegetasi 25 unit (20 m x 20 m). Estimasi populasiEstimasi populasi orangutan kemudian dikalkulasikan. Kualitas habitat dianalisis menggunakan metode plot vegetasi 25 unit (20 m x 20 m). Estimasi populasi
UNIMALUNIMAL Pantai Bali terletak di Batu Bara dengan luas sekitar 637,22 ha, di mana wilayah pesisir mencapai sekitar 30,6% dari total area. Penelitian ini bertujuanPantai Bali terletak di Batu Bara dengan luas sekitar 637,22 ha, di mana wilayah pesisir mencapai sekitar 30,6% dari total area. Penelitian ini bertujuan
PUBLIKASI UNTAGCIREBONPUBLIKASI UNTAGCIREBON Mayoritas responden mendukung pengelolaan wisata mangrove yang berkelanjutan dan penerapan sanksi tegas terhadap pelaku perusakan hutan mangrove. HasilMayoritas responden mendukung pengelolaan wisata mangrove yang berkelanjutan dan penerapan sanksi tegas terhadap pelaku perusakan hutan mangrove. Hasil
Useful /
DINIYAHDINIYAH Dakwah merupakan mengajak manusia kejalan yang benar, dalam kehidupan bermasyarakat hendaknya mampu menciptakan kehidupan yang mengarah kepada nilai-nilaiDakwah merupakan mengajak manusia kejalan yang benar, dalam kehidupan bermasyarakat hendaknya mampu menciptakan kehidupan yang mengarah kepada nilai-nilai
IPBIPB Tujuan yang ingin dicapai meliputi pemahaman nilai-nilai danau, pelestarian keanekaragaman hayati, serta pengelolaan perikanan yang baik. Kendala utamaTujuan yang ingin dicapai meliputi pemahaman nilai-nilai danau, pelestarian keanekaragaman hayati, serta pengelolaan perikanan yang baik. Kendala utama
IPBIPB Bagase tebu dan limbah nanas dipilih sebagai limbah pertanian yang dapat diolah melalui fermentasi anaerob untuk memproduksi biogas serta mengkaji pengaruhBagase tebu dan limbah nanas dipilih sebagai limbah pertanian yang dapat diolah melalui fermentasi anaerob untuk memproduksi biogas serta mengkaji pengaruh
IPBIPB Hasil penelitian menunjukkan laju erosi berkisar antara 163,49 hingga 1. 194,16 ton/ha/tahun dengan Tingkat Bahaya Erosi (TBE) sangat berat. Nilai TSSHasil penelitian menunjukkan laju erosi berkisar antara 163,49 hingga 1. 194,16 ton/ha/tahun dengan Tingkat Bahaya Erosi (TBE) sangat berat. Nilai TSS