UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan FarmasiJurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan FarmasiKolagen ikan tilapia (Oreochromis niloticus) berpotensi sebagai bahan aktif anti-aging, tetapi penetrasinya ke dalam kulit masih terbatas. Oleh karena itu, pada penelitian ini, kolagen diformulasikan dalam sistem nanoemulsi sebagai sediaan serum dan dilakukan evaluasi stabilitas fisik selama penyimpanan 28 hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formula nanoemulsi kolagen ikan tilapia (Oreochromis niloticus) dan formula serum nanoemulsi yang memenuhi syarat evaluasi sediaan yang telah ditetapkan, serta untuk mengetahui sediaan serum nanoemulsi yang memenuhi parameter uji stabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula nanoemulsi memiliki ukuran partikel sebesar 21,17–21,83 nm, nilai zeta potensial −0,74 hingga −2,01 mV, indeks polidispersitas 0,12–0,15, serta efisiensi penjerapan 81,80–87,67%. Seluruh formula serum nanoemulsi memenuhi persyaratan organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas, serta tetap stabil selama penyimpanan 28 hari pada suhu ruang maupun suhu dingin. Dengan demikian, nanoemulsi kolagen ikan tilapia berpotensi dikembangkan sebagai sediaan serum anti-aging yang memiliki karakteristik fisik dan stabilitas yang baik.
Berdasarkan hasil penelitian, seluruh formula nanoemulsi kolagen ikan tilapia (Oreochromis niloticus) yang dihasilkan memenuhi syarat parameter sediaan nanoemulsi, seluruh formula serum nanoemulsi kolagen ikan tilapia (Oreochromis niloticus) yang dihasilkan memenuhi syarat evaluasi sediaan serum, dan seluruh formula serum nanoemulsi kolagen ikan tilapia (Oreochromis niloticus) tetap memenuhi persyaratan parameter stabilitas sediaan serum baik pada suhu ruang maupun suhu dingin selama 28 hari penyimpanan.Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar penelitian lanjutan mengenai pengujian efektivitas serum nanoemulsi kolagen ikan tilapia (Oreochromis niloticus) sebagai anti-aging melalui uji in vivo pada hewan percobaan maupun uji klinis pada manusia.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan formulasi nanoemulsi dengan surfaktan alami untuk meningkatkan daya tahan terhadap perubahan suhu ekstrem. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang pengaruh variasi konsentrasi kolagen terhadap efektivitas anti-aging pada berbagai jenis kulit. Penelitian juga dapat menggabungkan nanoemulsi kolagen dengan bahan aktif lain, seperti antioksidan, untuk meningkatkan sinergi efek terapeutik. Selain itu, perlu dilakukan uji jangka panjang untuk mengevaluasi stabilitas sediaan di bawah kondisi penyimpanan ekstrem, seperti paparan sinar UV atau kelembapan tinggi. Penelitian juga dapat mengeksplorasi penggunaan teknologi cetak 3D untuk pembuatan sediaan serum dengan struktur yang lebih efisien dalam menyerap kolagen. Selain itu, penting untuk mengkaji keamanan jangka panjang nanoemulsi kolagen terhadap kulit sensitif melalui uji klinis terkontrol. Penelitian juga dapat mengevaluasi pengaruh faktor lingkungan, seperti pH dan suhu, terhadap stabilitas nanoemulsi selama penyimpanan. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang potensi penggunaan nanoemulsi kolagen dalam produk perawatan kulit non-anti-aging, seperti pelembap atau penghalang UV. Penelitian juga dapat mengeksplorasi penggunaan bahan alami sebagai alternatif surfaktan dalam formulasi nanoemulsi untuk meningkatkan keberlanjutan produk. Terakhir, penelitian dapat mengevaluasi efektivitas nanoemulsi kolagen dalam mengatasi masalah kulit spesifik, seperti kerutan halus atau hiperpigmentasi, melalui uji klinis terkontrol.
- FORMULATION AND EVALUATION OF PHARMACEUTICALY STABLE SERUM OF DUCHESNEA INDICA (ARBENAN) | Universal... doi.org/10.22270/ujpr.v6i1.538FORMULATION AND EVALUATION OF PHARMACEUTICALY STABLE SERUM OF DUCHESNEA INDICA ARBENAN Universal doi 10 22270 ujpr v6i1 538
- Formulasi Sediaan Serum Anti Aging dengan Kombinasi dari Ekstrak Buah Tomat (Lycopersicum esculentum... doi.org/10.33096/jffi.v9i2.864Formulasi Sediaan Serum Anti Aging dengan Kombinasi dari Ekstrak Buah Tomat Lycopersicum esculentum doi 10 33096 jffi v9i2 864
| File size | 736.98 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Peningkatan laju disolusi dan kelarutan yang signifikan secara mekanistik didorong oleh transformasi molekuler Atorvastatin menjadi bentuk dispersi amorf,Peningkatan laju disolusi dan kelarutan yang signifikan secara mekanistik didorong oleh transformasi molekuler Atorvastatin menjadi bentuk dispersi amorf,
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat rasionalitas penggunaan obat psikotropika dan kepatuhan pasien rawat jalan di RSUD Waled, serta menganalisisPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat rasionalitas penggunaan obat psikotropika dan kepatuhan pasien rawat jalan di RSUD Waled, serta menganalisis
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium melalui proses ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Penetapan kadarPenelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium melalui proses ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Penetapan kadar
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Hasil menunjukkan bahwa ekstrak daun kitolod mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin yang aktif menghambat 12 spesies bakteri patogen Gram positifHasil menunjukkan bahwa ekstrak daun kitolod mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin yang aktif menghambat 12 spesies bakteri patogen Gram positif
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Pemeriksaan mikroskopis Basil Tahan Asam (BTA) merupakan metode yang tetap digunakan dalam pemantauan pengobatan tuberkulosis (TBC) di fasilitas pelayananPemeriksaan mikroskopis Basil Tahan Asam (BTA) merupakan metode yang tetap digunakan dalam pemantauan pengobatan tuberkulosis (TBC) di fasilitas pelayanan
BUNDADELIMABUNDADELIMA Metode: Desain penelitian menggunakan pre-eksperimen one group pretest-posttest. Sebanyak 98 bayi dipilih dengan teknik purposive sampling dari populasiMetode: Desain penelitian menggunakan pre-eksperimen one group pretest-posttest. Sebanyak 98 bayi dipilih dengan teknik purposive sampling dari populasi
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 73 perawat pelaksana yang ditentukanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 73 perawat pelaksana yang ditentukan
STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG Data dianalisis dengan uji Spearman rho. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar dari responden tidak mengalami kecemasan yaitu sebanyak 22 respondenData dianalisis dengan uji Spearman rho. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar dari responden tidak mengalami kecemasan yaitu sebanyak 22 responden
Useful /
YLIIYLII Hal ini menyebabkan ketergantungan pada konsultan eksternal yang berisiko menimbulkan inefisiensi anggaran dan risiko ketidakpatuhan pajak. Di sisi lain,Hal ini menyebabkan ketergantungan pada konsultan eksternal yang berisiko menimbulkan inefisiensi anggaran dan risiko ketidakpatuhan pajak. Di sisi lain,
STIKEP PPNIJABARSTIKEP PPNIJABAR Budaya institusi tidak menjadi prediktor signifikan. Kesimpulan menunjukkan bahwa efikasi diri dan kualitas pelatihan klinis merupakan faktor utama dalamBudaya institusi tidak menjadi prediktor signifikan. Kesimpulan menunjukkan bahwa efikasi diri dan kualitas pelatihan klinis merupakan faktor utama dalam
STIE PORTNUMBAYSTIE PORTNUMBAY Metode pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran dan pengisian kuesioner serta wawancara dengan para pelaku usaha noken di Kota Jayapura. PengujianMetode pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran dan pengisian kuesioner serta wawancara dengan para pelaku usaha noken di Kota Jayapura. Pengujian
UINSAIZUUINSAIZU Namun, penyesuaian kriteria dan bobot alat perlu dilakukan sesuai karakteristik lembaga. Program ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam mengelolaNamun, penyesuaian kriteria dan bobot alat perlu dilakukan sesuai karakteristik lembaga. Program ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam mengelola