UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH

Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan FarmasiJurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi

Pemeriksaan mikroskopis Basil Tahan Asam (BTA) merupakan metode yang tetap digunakan dalam pemantauan pengobatan tuberkulosis (TBC) di fasilitas pelayanan kesehatan yang belum memiliki akses ke Tes Cepat Molekuler (TCM). Kualitas pemeriksaan sangat dipengaruhi oleh mutu pembuatan dan pembacaan sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas sediaan mikroskopis TBC di Kabupaten Cilacap tahun 2024 berdasarkan enam indikator standar, serta menilai akurasi pembacaan melalui uji silang sebagai bagian dari Pemantapan Mutu Eksternal (PME). Hasil menunjukkan tingkat partisipasi yang tinggi (91,67–97,92%), peningkatan kualitas spesimen, serta akurasi pembacaan yang sangat tinggi (99,23–100% tanpa kesalahan besar). Namun, indikator ketebalan, ukuran, dan kerataan masih belum optimal pada sebagian fasilitas. Kesimpulannya, mutu pembuatan dan pembacaan sediaan mikroskopis TBC di Kabupaten Cilacap telah memenuhi standar nasional, namun masih diperlukan peningkatan kompetensi teknis dan penguatan pembinaan serta pemantapan mutu untuk menjaga konsistensi hasil pemeriksaan.

Mutu pembuatan dan pembacaan sediaan mikroskopis TBC di Kabupaten Cilacap tahun 2024 termasuk dalam kategori baik.Sebagian besar prosedur telah memenuhi standar, hasil uji silang konsisten, serta adanya keterlibatan aktif fasilitas kesehatan dalam kegiatan PME.Meskipun demikian, masih terdapat aspek yang perlu ditingkatkan, terutama ketelitian dalam pembuatan sediaan dan ketepatan pembacaan.Dinkes KB Kabupaten Cilacap diharapkan terus memperkuat pembinaan dan supervisi laboratorium serta memastikan ketersediaan logistik yang memadai.Petugas laboratorium di fasilitas pelayanan kesehatan perlu meningkatkan keterampilan secara rutin.Laboratorium rujukan diharapkan mengoptimalkan perannya melalui umpan balik hasil uji silang yang cepat dan mudah dipahami.Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan cakupan wilayah yang lebih luas serta mengkombinasikan metode mikroskopis dengan metode diagnostik molekuler untuk gambaran mutu pemeriksaan yang lebih komprehensif.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi pengaruh teknologi otomatisasi dalam pembuatan sediaan mikroskopis terhadap akurasi hasil pemeriksaan. Selain itu, studi tentang efektivitas pelatihan berbasis digital untuk meningkatkan kompetensi teknis petugas laboratorium juga relevan. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi hubungan antara kualitas kerataan sediaan dan tingkat keberhasilan diagnosis TBC, terutama dalam konteks peningkatan efisiensi proses laboratorium.

  1. Shift, Beban Pasien dan Interaksi Internal dalam Kaitannya dengan Kelelahan Kerja Petugas Laboratorium... doi.org/10.33846/sf15207Shift Beban Pasien dan Interaksi Internal dalam Kaitannya dengan Kelelahan Kerja Petugas Laboratorium doi 10 33846 sf15207
  2. PENYULUHAN PENCEGAHAN PENYAKIT TUBERKULOSIS (TBC) ERA NEW NORMAL | Yanti | Martabe : Jurnal Pengabdian... doi.org/10.31604/jpm.v4i1.325-332PENYULUHAN PENCEGAHAN PENYAKIT TUBERKULOSIS TBC ERA NEW NORMAL Yanti Martabe Jurnal Pengabdian doi 10 31604 jpm v4i1 325 332
  3. HOUSE ENVIRONMENTS AS RISK FACTORS OF TUBERCULOSIS IN CILACAP DISTRICT | Jurnal Riset Kesehatan. house... doi.org/10.31983/jrk.v10i1.6694HOUSE ENVIRONMENTS AS RISK FACTORS OF TUBERCULOSIS IN CILACAP DISTRICT Jurnal Riset Kesehatan house doi 10 31983 jrk v10i1 6694
  4. Pengaruh Pengobatan Multi Drug Resistant Tuberculosis (TBMDR) Terhadap Kadar Hemoglobin Dan Hematokrit... doi.org/10.36760/jp.v5i2.323Pengaruh Pengobatan Multi Drug Resistant Tuberculosis TBMDR Terhadap Kadar Hemoglobin Dan Hematokrit doi 10 36760 jp v5i2 323
Read online
File size405.35 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test