POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR

JURNAL SKALA HUSADA : THE JOURNAL OF HEALTHJURNAL SKALA HUSADA : THE JOURNAL OF HEALTH

Latar belakang: Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) mengandung senyawa fenolik bioaktif dengan sifat antiinflamasi, namun data tentang efektivitas topikalnya terbatas. Tujuan: Mengevaluasi potensi antiinflamasi ekstrak etanol jahe merah yang diaplikasikan secara topikal pada model edema kaki yang diinduksi karagenan. Metode: Dua puluh lima mencit jantan Swiss Webster dialokasikan secara acak ke dalam lima kelompok (n=5): kontrol negatif (CMC-Na 1%), kontrol positif (gel natrium diklofenak 0,1%), dan ekstrak jahe merah konsentrasi 0,5%; 1%; dan 1,5%. Inflamasi diinduksi dengan injeksi intraplantar karagenan 1% sebanyak 0,1 mL. Perlakuan diberikan secara topikal (semprot 0,1 mL) 30 menit pasca induksi. Volume edema diukur dengan plethysmometer digital pada 30, 60, dan 90 menit setelah perlakuan. Aktivitas antiinflamasi dinilai menggunakan Area Under the Curve (AUC) dan Persentase Daya Antiinflamasi (?I). Hasil: Ekstrak 1,5% menunjukkan aktivitas tertinggi dengan nilai AUC 0,0410; 0,0245; dan 0,0130 mL.jam masing-masing pada 30, 60, dan 90 menit. ?I pada 90 menit mencapai 91,10%, mendekati kontrol positif (94,86%). Terdapat perbedaan signifikan antar kelompok dan kontrol negatif (p<0,05), dengan ekstrak 1,5% menunjukkan efektivitas sebanding natrium diklofenak. Kesimpulan: Aplikasi topikal ekstrak etanol jahe merah 1,5% memiliki aktivitas antiinflamasi kuat yang sebanding dengan natrium diklofenak 0,1%. Implikasi praktis: Ekstrak jahe merah dapat menjadi alternatif alami yang terjangkau dan mudah diakses untuk penanganan inflamasi lokal, terutama di daerah dengan sumber daya terbatas.

Topically applied ethanol extract of red ginger (Zingiber officinale var.rubrum) exhibits significant anti-inflammatory activity in a carrageenan-induced acute inflammation model.5% concentration demonstrated the most potent inhibition at 90 minutes, which is statistically and clinically comparable to 0.The anti-inflammatory efficacy was time- and dose-dependent, with the most pronounced effects observed during the secondary phase of inflammation, consistent with the inhibition of prostaglandin synthesis.These findings support the development of red ginger as a natural, safe, and effective topical anti-inflammatory agent, offering a promising alternative for managing localized inflammation.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperpanjang periode observasi hingga 6-12 jam untuk mengevaluasi durasi efek dan fase resolusi. Selain itu, kuantifikasi langsung mediator inflamasi pro-inflamasi (PGE2, TNF-α, IL-1β) di jaringan paw dapat memberikan bukti definitif tentang mekanisme molekuler. Optimisasi formulasi menggunakan nanoteknologi (misalnya, nanostruktur lipid, transethosomes) juga dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan penyerapan transdermal dan memperpanjang efek terapi, sehingga memfasilitasi penerjemahan klinis produk topikal berbasis jahe merah.

Read online
File size410.61 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test