UNIDAUNIDA

JURNAL AGROINDUSTRI HALALJURNAL AGROINDUSTRI HALAL

Preferensi konsumen membantu teaching factory dalam mengembangkan produk yang sesuai dengan keinginan pasar. Produksi roti manis harus disesuaikan dengan atribut-atribut yang konsumen inginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi responden terhadap atribut organoleptik roti manis menggunakan analisis conjoint. Atribut organoleptik yang diuji pada penelitian ini adalah rasa, warna, tekstur, dan aroma. Penelitian ini melibatkan 55 orang sebagai responden. Analisis conjoint menunjukkan nilai kepentingan dan nilai kegunaan pada masing-masing atribut. Berdasarkan nilai kepentingan, urutan atribut terpenting roti manis sebagai pertimbangan responden memilih adalah tekstur (33,96%), aroma (27,44%), rasa (22,48%), dan warna (16,13%). Kombinasi atribut yang dipilih responden berdasarkan nilai kegunaan adalah roti manis yang teksturnya lembut, aromanya harum khas roti, rasa manis, dan berwarna coklat. Hal ini menjadi acuan atribut organoleptik yang harus dipenuhi dalam memproduksi roti manis pada teaching factory Politeknik Negeri Banyuwangi.

Atribut organoleptic yang paling penting pada roti manis adalah tekstur dengan nilai kepentingan 33,96%, selanjutnya aroma, rasa, dan warna dengan masing-masing nilai kepentingannya 27,44%, 22,48%, dan 16,13%.Pada atribut tekstur, lembut merupakan level atribut yang memiliki nilai kegunaan positif.Pada atribut aroma, harum khas roti merupakan level atribut yang mempunyai nilai kegunaan yang positif dan paling tinggi, sementara pada atribut rasa, level atribut yang memiliki nilai kegunaan positif adalah manis.Warna coklat merupakan level atribut yang mempunyai nilai kegunaan positif dan paling tinggi pada atribut warna.Sehingga dapat disimpulkan bahwa atribut organoleptik roti manis yang dipilih responden di Politeknik Negeri Banyuwangi adalah roti manis yang teksturnya lembut, aromanya harum khas roti, rasa manis, dan berwarna coklat.Berdasarkan preferensi konsumen, perlu diperhatikan proses produksi roti manis yang tepat seperti formulasi bahan, tingkat kekalisan adonan, waktu proofing, serta lama dan suhu pemanggangan.

Untuk meningkatkan relevansi lulusan politeknik dengan kebutuhan dunia kerja, perlu dikembangkan model teaching factory yang lebih inovatif dan terintegrasi dengan industri. Penelitian ini menyarankan agar dilakukan studi komparatif antara model teaching factory yang sudah ada dengan model-model baru yang lebih fokus pada pengembangan keterampilan praktis mahasiswa. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi strategi-strategi pemasaran yang efektif untuk produk roti manis, seperti penggunaan media sosial dan influencer marketing, serta pengembangan kemasan yang menarik dan ramah lingkungan. Dengan demikian, teaching factory dapat terus berinovasi dan menghasilkan produk yang sesuai dengan preferensi konsumen, sekaligus meningkatkan relevansi lulusan dengan kebutuhan pasar.

  1. Consumer Preference for Yogurt Packaging Design Using Conjoint Analysis | MDPI. consumer preference yogurt... doi.org/10.3390/su14063463Consumer Preference for Yogurt Packaging Design Using Conjoint Analysis MDPI consumer preference yogurt doi 10 3390 su14063463
Read online
File size358.75 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test