UMCUMC

SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan KomunikasiSOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi

Kaos Galgil adalah kaosnya orang Tegal sebagai identitas orang Tegal. Kaos Galgil adalah kaos dengan banyak tulisan joke khas Tegalan yang tentu saja dengan menggunakan Bahasa Tegal yang unik dan menarik. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi yang digunakan Kaos Galgil sehingga masih tetap bertahan sampai saat ini. Segmentasi, target pasar dan positioning yang tepat membuat Kaos Galgil tetap bertahan meskipun sebagai pendatang baru di dunia fashion. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah difusi inovatif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Proses pengambilan data melalui dua cara yaitu pengambilan data primer dengan metode wawancara mendalam kepada pemilik kaos Galgil dan yang kedua adalah menggunakan data sekunder yang diperoleh dari blog dan media sosial yang membahas tentang kaos Galgil. Hasil dari penelitian adalah kaos Galgil sebagai kaos yang mengkomunikasikan kekhasan Tegal menggunakan strategi pemasaran yang efektif dan komunikatif. Galgil membuat segmentasi, target dan positioning terhadap konsumennya. Sehingga yang telah dilakukan oleh Galgil untuk menggaet konsumen efektif. Komunikatif karena dari segi pemasaran melalui media online membuat penjualan kaos Galgil dengan konsumen paling banyak anak muda membuat konsumen terterpa dengan maksimal. Desain kaos yang komunikatif dengan menjual kekhasan Tegal mulai dari kuliner, tempat wisata dan lelucan khas Tegal membuat kaos Galgil banyak diminati dan dapat bertahan sampai sekarang ini.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan Kaos Galgil dalam menetapkan positioning yang kuat didahului oleh strategi segmentasi dan targeting yang jelas.Target pasar utamanya adalah masyarakat Tegal yang merantau, khususnya laki-laki berusia 16-40 tahun.Keefektifan strategi ini ditunjang oleh desain kaos yang komunikatif, menonjolkan kekhasan Tegal melalui kuliner, tempat wisata, dan guyonan, serta pemilihan warna dan font yang menarik bagi segmen usia tersebut.

Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam strategi Kaos Galgil menghadapi tantangan internal dan eksternal. Pertama, penting untuk meneliti bagaimana keterbatasan jumlah desainer dan ketergantungan pada pihak ketiga untuk produksi (penyablonan) memengaruhi kapasitas inovasi produk Kaos Galgil, kecepatan respons terhadap tren mode yang dinamis, serta efisiensi biaya. Studi ini bisa mengidentifikasi model operasional alternatif yang dapat meningkatkan fleksibilitas dan skala produksi tanpa mengorbankan kualitas atau eksklusivitas desain. Kedua, mengingat desain Kaos Galgil yang kerap nyeleneh dan menyasar demografi tertentu, perlu dilakukan studi resepsi untuk memahami bagaimana karakteristik desain ini memengaruhi persepsi merek di kalangan audiens yang lebih luas, termasuk potensi untuk menarik segmen pasar baru atau justru membatasi daya tarik universal. Penelitian ini dapat mengeksplorasi strategi diversifikasi desain yang tetap mempertahankan identitas khas Tegal namun menjangkau beragam preferensi konsumen. Ketiga, dengan mempertimbangkan ancaman biaya sewa yang meningkat dan fokus promosi yang dominan secara daring, akan sangat relevan untuk menganalisis optimalisasi saluran distribusi. Hal ini mencakup evaluasi dampak strategis dari pembangunan toko fisik permanen atau kemitraan ritel terhadap visibilitas merek, pengalaman pelanggan, dan volume penjualan, dibandingkan dengan model penjualan daring eksklusif. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan komprehensif bagi Kaos Galgil untuk memperkuat posisinya di pasar, mengelola pertumbuhan, dan memastikan keberlanjutan bisnisnya di tengah persaingan yang semakin ketat.

Read online
File size208.19 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test