POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR

JURNAL SKALA HUSADA : THE JOURNAL OF HEALTHJURNAL SKALA HUSADA : THE JOURNAL OF HEALTH

Kulit delima (Punica granatum L.) adalah produk sampingan agro-industri utama yang kaya akan senyawa bioaktif, terutama polifenol, yang semakin menarik minat untuk aplikasi makanan fungsional dan fitofarmasi. Namun, studi yang secara khusus menganalisis total kandungan polifenol dari kulit buah delima merah Bali lokal masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk menentukan kandungan total polifenol dan melakukan skrining fitokimia pada kulit buah delima merah yang dikumpulkan dari Bali, Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain laboratorium eksperimental. Kulit delima merah dikumpulkan dari Desa Jadi, Kabupaten Tabanan, Bali. Kulit buah delima dikeringkan, dihaluskan, dan diekstraksi dengan cara perendaman menggunakan etanol 96%. Skrining fitokimia dilakukan untuk mendeteksi metabolit sekunder utama. Kandungan total polifenol ditentukan menggunakan metode Folin-Ciocalteu dengan asam galat sebagai standar, diukur dengan spektrofotometri UV-Vis pada 765 nm. Semua analisis dilakukan dalam triplikat. Ekstraksi menghasilkan 25,78% ekstrak etanol kental. Skrining fitokimia mengkonfirmasi keberadaan flavonoid, tanin, saponin, dan steroid/triterpenoid. Kurva kalibrasi asam galat standar menunjukkan linearitas yang baik dengan koefisien korelasi (R²) sebesar 0,9916. Kandungan total polifenol ditemukan sebesar 147,953 mg GAE/g pada konsentrasi 1.000 ppm dan 34,136 mg GAE/g pada 100 ppm. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kulit delima merah Bali lokal mengandung senyawa polifenolik yang signifikan dan metabolit sekunder dengan potensi antioksidan. Ini mendukung potensinya untuk valorizasi sebagai sumber antioksidan alami untuk makanan fungsional, nutraceutical, atau aplikasi kemasan berkelanjutan. Studi lebih lanjut direkomendasikan untuk menilai aktivitas antioksidannya dan membandingkan variasi musiman serta varietas.

Studi ini menegaskan bahwa kulit delima merah (Punica granatum L.) dari Bali mengandung senyawa polifenolik signifikan, seperti terbukti dari kandungan total polifenol sebesar 147,953 mg GAE/g menggunakan metode Folin-Ciocalteu dan spektrofotometri UV-Vis.Hasil ekstraksi sebesar 25,78% dan hasil positif skrining fitokimia (flavonoid, tanin, saponin, steroid/triterpenoid) menunjukkan potensi kulit delima merah lokal sebagai sumber antioksidan alami.Perbedaan kandungan polifenol antar studi dipengaruhi oleh variasi varietas, kondisi agroekologi, dan metode ekstraksi.Oleh karena itu, kulit delima merah Bali dapat dikembangkan lebih lanjut untuk aplikasi makanan fungsional, nutraceutical, atau kemasan berkelanjutan.Penelitian lanjutan sebaiknya mencakup metode analisis lebih selektif, uji aktivitas antioksidan, serta studi perbandingan antar varietas dan musim panen.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada penggunaan metode analisis lebih selektif seperti kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC) untuk mengidentifikasi dan mengkuantifikasi senyawa polifenol secara spesifik. Selain itu, penting untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan ekstrak kulit delima menggunakan metode seperti DPPH atau FRAP guna memperkuat klaim fungsionalnya. Terakhir, studi perbandingan antara variasi musiman dan varietas lokal dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang stabilitas kandungan polifenol dan potensi aplikasi industri.

Read online
File size426.11 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test