PENDIDIKANBIOLOGIUKAWPENDIDIKANBIOLOGIUKAW

INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGIINDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas tanaman hortikultura yang banyak dikonsumsi masyarakat sebagai bumbu masakan dan memiliki nilai ekonomis tinggi di pasaran. Berdasarkan observasi peneliti di kebun pertanian di Desa Mata Air, bawang merah mengalami masalah pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK dan limbah cair tahu serta konsentrasi yang paling efektif untuk meningkatkan pertumbuhan bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mata Air Tarus, Kabupaten Kupang selama 3 bulan, menggunakan pendekatan eksperimen dengan desain RAk dan 12 unit percobaan. Parameter tanaman yang diamati meliputi jumlah daun, tinggi tanaman, dan diameter umbi. Data dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA satu jalur dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi perlakuan yang dapat meningkatkan parameter pertumbuhan (jumlah daun, tinggi tanaman, jumlah umbi, dan diameter umbi) adalah pada perlakuan P1-P3, dengan konsentrasi optimal untuk meningkatkan jumlah umbi bawang merah adalah 50% pupuk NPK 50% limbah cair tahu. Namun, pemberian pupuk NPK dan limbah cair tahu dengan konsentrasi lebih rendah atau lebih tinggi dapat memberikan hasil yang kurang optimal.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pupuk majemuk NPK dan limbah cair tahu berpengaruh terhadap pertumbuhan jumlah daun, tinggi tanaman, dan diameter umbi bawang merah (Allium ascalonicum L).Konsentrasi perlakuan yang paling efektif untuk meningkatkan parameter pertumbuhan adalah pada perlakuan P1, P2, dan P3, sementara konsentrasi optimal untuk meningkatkan jumlah umbi adalah 50% pupuk NPK 50% limbah cair tahu.Pemberian pupuk NPK dan limbah cair tahu dengan konsentrasi yang tidak sesuai dapat menghasilkan hasil yang kurang optimal.

Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan pupuk NPK dan limbah cair tahu pada tanaman bawang merah. Pertama, perlu diteliti lebih lanjut mengenai konsentrasi air yang dibutuhkan oleh bawang merah untuk mencapai pertumbuhan yang optimal, karena ketersediaan air sangat krusial dalam penyerapan unsur hara. Kedua, penelitian dapat diperluas dengan menguji efektivitas limbah cair tahu pada jenis tanaman hortikultura lainnya, untuk mengetahui potensi pemanfaatannya secara lebih luas. Ketiga, pengembangan teknik fermentasi limbah cair tahu menjadi pupuk bokashi cair dapat menjadi alternatif yang menarik, karena proses fermentasi dapat meningkatkan kandungan unsur hara dan mikroorganisme bermanfaat, sehingga meningkatkan efisiensi pemupukan dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai pemanfaatan limbah cair tahu sebagai sumber nutrisi tanaman, serta meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pertanian.

  1. #limbah cair pabrik kelapa sawit#limbah cair pabrik kelapa sawit
  2. #pupuk npk#pupuk npk
Read online
File size592.6 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-3oB
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test