POLINELAPOLINELA
J-PlantasimbiosaJ-PlantasimbiosaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman sawi terhadap dua jenis tanah Mineral dan Tanah Sawah serta dosis pupuk NPK terhadap produksi tanaman sawi dalam polybag. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Karang Ketuan, Lubuklinggau pada bulan Desember 2016 sampai Januari 2017. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara factorial. Faktor pertama dalam penelitian jenis tanah (T); T1= Tanah Mineral (inseptisol), T2 = Tanah Sawah. Faktor kedua yaitu perlakuan dosis pupuk NPK (P) terdiri dari 3 taraf, yaitu: N1= 150 Kg / ha setara dengan 0,75 gram / polybag, N2 = 200 Kg / ha setara dengan 1 gram / polybag, N3 = 250 Kg / ha setara dengan 1,25 gram / polybag. Berdasarkan kedua faktor perlakuan tersebut didapatkan 6 kombinasi perlakuan dengan ulangan sebanyak 4 kali, sehingga di peroleh 24 unit percobaan masing – masing unit terdiri dari 3 sampel tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa T2 memberikan hasil terbaik pada peubah tinggi tanaman, lebar daun, jumlah daun, berat brangkasan basah dan berat brangkasan kering. Perlakuan pupuk NPK majemuk dengan dosis 200 Kg/ha setara dengan 1 gram/polybag (N2) memberikan hasil terbaik terhadap peubah tinggi tanaman, lebar daun, berat brangkasan basah dan berat kering brangkasan, Tabulasi data menunjukkan bahwa interaksi perlakuan T2N2 cendrung lebih banyak memberikan respon terbaik terhadap peubah jumlah daun, berat brangkasan basah dan berat kering brangkasan.
Perlakuan media tanam tanah sawah (T2) memberikan hasil terbaik untuk peubah tinggi tanaman, lebar daun, jumlah daun, berat brangkasan basah dan berat brangkasan kering.Hal ini menunjukan bahwa kombinasi perlakuan belum mampu menghasilkan pertumbuhan dan produksi tanaman sawi secara baik, karena dosis pupuk NPK majemuk yang diberikan terlalu tinggi untuk kebutuhan tanaman sawi dan perlakuan media tanam yang digunakan belum mampu memberikan unsur hara secara maksimal yang dibutuhkan oleh tanaman sawi sehingga menghasilkan pertumbuhan dan produksi yang berbeda pula.Dosis NPK dengan dosis 200 Kg/ha setara dengan 1 gram/polybag (N2) memberikan hasil terbaik terhadap peubah tinggi tanaman, lebar daun, berat brangkasan basah dan berat kering brangkasan.
Penelitian lanjutan bisa difokuskan pada pengaruh berbagai jenis pupuk organik terhadap pertumbuhan tanaman sawi di media tanam yang berbeda, sehingga kita dapat memahami lebih dalam cara yang lebih efektif untuk meningkatkan hasil panen. Selain itu, bagaimana pengaruh pencahayaan yang berbeda dalam budidaya sawi pakchoy, terutama di lingkungan perkotaan yang memiliki keterbatasan ruang. Terakhir, penelitian tentang penggunaan teknologi hidroponik untuk tanaman sawi pakchoy dapat dilakukan, dengan tujuan untuk menemukan sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan efisien.
| File size | 366.29 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
IRIBBIRIBB Perlakuan terbaik tersebut mengandung komponen biostimulan yaitu Citorin, Asam Humat dan Mikoriza yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan rendemen gulaPerlakuan terbaik tersebut mengandung komponen biostimulan yaitu Citorin, Asam Humat dan Mikoriza yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan rendemen gula
POLIPANGKEPPOLIPANGKEP Demikian pula aplikasi PGPR sebanyak 30 ml/L berpengaruh nyata dan memberikan hasil terbaik terhadap jumlah malai, rata-rata bobot gabah, dan rata-rataDemikian pula aplikasi PGPR sebanyak 30 ml/L berpengaruh nyata dan memberikan hasil terbaik terhadap jumlah malai, rata-rata bobot gabah, dan rata-rata
IPBIPB Akibatnya, degradasi area hutan semakin meningkat. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi seberapa signifikan peran agroforestri (tumpangsari)Akibatnya, degradasi area hutan semakin meningkat. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi seberapa signifikan peran agroforestri (tumpangsari)
JURNALFTIJAYABAYAJURNALFTIJAYABAYA Korban pelecehan seksual memiliki kondisi psikologis yang rentan terhadap guncangan, terutama bagi korban yang kasusnya dilaporkan oleh terduganya. HalKorban pelecehan seksual memiliki kondisi psikologis yang rentan terhadap guncangan, terutama bagi korban yang kasusnya dilaporkan oleh terduganya. Hal
UPPRUPPR Strategi ini dirancang untuk menciptakan partisipasi aktif masyarakat dalam pemantauan dan pengelolaan ekosistem mangrove, diharapkan dapat meningkatkanStrategi ini dirancang untuk menciptakan partisipasi aktif masyarakat dalam pemantauan dan pengelolaan ekosistem mangrove, diharapkan dapat meningkatkan
STKIP BUDIDAYASTKIP BUDIDAYA Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test non-equivalent control group design. Siswa kelas X di SMKPenelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test non-equivalent control group design. Siswa kelas X di SMK
POLINELAPOLINELA Kelima galur semangka yang diuji memiliki berbagai tipe lurik atau strip yang berbeda-beda. Galur tanpa lurik (WM 191109), galur lurik pudar (WM 191108),Kelima galur semangka yang diuji memiliki berbagai tipe lurik atau strip yang berbeda-beda. Galur tanpa lurik (WM 191109), galur lurik pudar (WM 191108),
POLINELAPOLINELA Secara signifikan berbagai status K tanah berdasarkan ketersediaan K tanah galur dan dosis pupuk K terhadap pertumbuhan tanaman tomat. Penelitian ini dilakukanSecara signifikan berbagai status K tanah berdasarkan ketersediaan K tanah galur dan dosis pupuk K terhadap pertumbuhan tanaman tomat. Penelitian ini dilakukan
Useful /
IPBIPB Kerangka kebijakan yang ada belum mendukung pengelolaan hutan rakyat berkelanjutan dalam hal kejelasan status hukum hutan hak, kelembagaan pengelolaanKerangka kebijakan yang ada belum mendukung pengelolaan hutan rakyat berkelanjutan dalam hal kejelasan status hukum hutan hak, kelembagaan pengelolaan
UNTADUNTAD Pemodelan farmakokinetika berbasis populasi untuk rute ekstravaskuler dengan model dua kompartemen baik menggunakan paket nlme dan nlmeODE yang dibuatPemodelan farmakokinetika berbasis populasi untuk rute ekstravaskuler dengan model dua kompartemen baik menggunakan paket nlme dan nlmeODE yang dibuat
UNTADUNTAD Setelah pemberian 15 hari, dilakukan pengukuran kadar SGOT, SGPT dan ureum. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis melalui uji ANOVA dan LSD post hocSetelah pemberian 15 hari, dilakukan pengukuran kadar SGOT, SGPT dan ureum. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis melalui uji ANOVA dan LSD post hoc
UNTADUNTAD p. 50 mg/kg BB/hari selama 7 hari. Tikus dinekropsi pada hari ke-1, 3 dan 7 setelah cedera. Pada hari ke-1,3,7 (3 tikus per kelompok), ganglion trigeminalp. 50 mg/kg BB/hari selama 7 hari. Tikus dinekropsi pada hari ke-1, 3 dan 7 setelah cedera. Pada hari ke-1,3,7 (3 tikus per kelompok), ganglion trigeminal