POLINELAPOLINELA
J-PlantasimbiosaJ-PlantasimbiosaPoliteknik Negeri Lampung telah merakit beberapa galur tomat yang bertujuan untuk mendapatkan galur harapan, beberapa galur tersebut diantaranya adalah hasil persilangan tomat Lokal Lampung dengan Varietas Amigo (Lokal x Amigo) dan persilangan tomat Lokal Lampung dengan Gondol (Lokal x Gondol) telah dikarakterisasi dengan keunggulan kemampuan adaptasi dilapangan mencapai 98% dan memiliki potensi hasil 10—14 ton per hektar. Pemupukan diberikan untuk mencukupi kebutuhan hara tanaman yang tidak dapat disediakan oleh tanah. Kalium memegang peran relatif banyak dan penting pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman tomat dan tanaman lainnya seperti proses pembukaan dan menutupnya stomata yang dipengaruhi oleh kandungan CO2 dan proses fotosintesis. Secara signifikan berbagai status K tanah berdasarkan ketersediaan K tanah galur dan dosis pupuk K terhadap pertumbuhan tanaman tomat. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2017 – Januari 2018 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor. Faktor pertama yaitu galur tomat, faktor kedua yaitu dosis pupuk K yang terdiri dari 4 taraf dosis yaitu 0 kg/ha, 150 kg/ha, 200 kg/ha dan 250 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan galur dan dosis memberikan pengaruh terhadap diameter buah tertinggi dan bobot per buah tertinggi.
Pada penelitian ini menunjukkan adanya interaksi antara perlakuan galur A (Lokal x Amigo), galur B (Lokal x Gondol), galur C (Lokal x Permata), dan galur D (Lokal x Hijau) dengan taraf dosis 0 Kg/ha, 150 Kg/ha, 200 Kg/ha, dan 250 Kg/ha terhadap diameter buah dan bobot per buah.Perlakuan galur memberikan respon terbaik terhadap diameter buah pada galur B (Lokal x Gondol) 15,98 g.Respon dosis pupuk K terbaik terdapat pada variabel bobot per buah pada galur D (Lokal x Hijau) dengan taraf dosis 250 kg/ha (14,9 g).
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak kombinasi pupuk kalium dengan nutrisi hara lain (seperti nitrogen atau fosfor) terhadap pertumbuhan dan hasil tomat di lingkungan iklim berbeda. Selain itu, perlu dipelajari respons berbagai galur tomat terhadap perubahan jadwal aplikasi pupuk K berdasarkan ketersediaan air tanah di lokasi pertanian. Terakhir, relevan untuk membandingkan efisiensi teknik pemberian pupuk K dengan metode sistem irigasi modern terhadap produktivitas tanaman.
| File size | 456.66 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UNISAPUNISAP Semakin tinggi konsentrasi campuran tersebut, semakin tinggi pula pertumbuhan batang tanaman tomat. Dengan demikian, pupuk cair campuran air beras danSemakin tinggi konsentrasi campuran tersebut, semakin tinggi pula pertumbuhan batang tanaman tomat. Dengan demikian, pupuk cair campuran air beras dan
IPBIPB Pengamatan evaluasi dilakukan pada Januari, Februari, dan Juli 2016 dengan mengukur tinggi tanaman, diameter pangkal akar, dan lebar tajuk; data dianalisisPengamatan evaluasi dilakukan pada Januari, Februari, dan Juli 2016 dengan mengukur tinggi tanaman, diameter pangkal akar, dan lebar tajuk; data dianalisis
ASRITANIASRITANI This study aimed to determine the effect of Potassium Fertilizer and Chicken Manure on the Growth, Production, and Potassium Absorption of Sweet Corn Plants.This study aimed to determine the effect of Potassium Fertilizer and Chicken Manure on the Growth, Production, and Potassium Absorption of Sweet Corn Plants.
IKIPIKIP 2) Pemberian pupuk guano organik 12 ton/ha memberikan hasil yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah dengan berat segar umbi yaitu2) Pemberian pupuk guano organik 12 ton/ha memberikan hasil yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah dengan berat segar umbi yaitu
UNSIMARUNSIMAR 3 cm dan 20. 1 cm (2) Untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan akar jagung maka aplikasi kombinasi pupuk organik dan anorganik dapat diberikan.3 cm dan 20. 1 cm (2) Untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan akar jagung maka aplikasi kombinasi pupuk organik dan anorganik dapat diberikan.
UNSIMARUNSIMAR Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi padi setelah petani melakukan pemupukan NPK. Penelitian dilaksanakan di Desa Masamba, Kecamatan PosoPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi padi setelah petani melakukan pemupukan NPK. Penelitian dilaksanakan di Desa Masamba, Kecamatan Poso
UNSIMARUNSIMAR Hal tersebut diduga akibat intensitas curah hujan yang tinggi selama penelitian yang menyebabkan iklim mikro dibawah kanopi pohon naungan maupun tanpaHal tersebut diduga akibat intensitas curah hujan yang tinggi selama penelitian yang menyebabkan iklim mikro dibawah kanopi pohon naungan maupun tanpa
UNIGALUNIGAL Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-November tahun 2016 dengan menggunakan metode Survey. Pengambilan sampel menggunakan Simple Random SamplingPenelitian dilaksanakan pada bulan Februari-November tahun 2016 dengan menggunakan metode Survey. Pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling
Useful /
STIMAIMMISTIMAIMMI Peningkatan ketiga variabel tersebut secara simultan meningkatkan OCB dosen, sehingga peningkatan penghargaan dan kualitas kehidupan kerja berkontribusiPeningkatan ketiga variabel tersebut secara simultan meningkatkan OCB dosen, sehingga peningkatan penghargaan dan kualitas kehidupan kerja berkontribusi
IPBIPB Faktor konsentrasi logam berat di sedimen tercatat sebesar 6679,003 ± 825,83 untuk Pb dan 981,14 ± 156,77 untuk Cu. Hasil perhitungan rata‑rataFaktor konsentrasi logam berat di sedimen tercatat sebesar 6679,003 ± 825,83 untuk Pb dan 981,14 ± 156,77 untuk Cu. Hasil perhitungan rata‑rata
IPBIPB Air lindi dari tempat pembuangan akhir (TPA) merupakan salah satu sumber logam berat dan keberadaannya seringkali menyebabkan pencemaran lingkungan diAir lindi dari tempat pembuangan akhir (TPA) merupakan salah satu sumber logam berat dan keberadaannya seringkali menyebabkan pencemaran lingkungan di
IPBIPB Tutupan lahan hutan di Tahura Sekitar Tanjung telah mengalami perubahan dari tahun 2000 sampai tahun 2015. Perubahan tutupan hutan terbesar dikarenakanTutupan lahan hutan di Tahura Sekitar Tanjung telah mengalami perubahan dari tahun 2000 sampai tahun 2015. Perubahan tutupan hutan terbesar dikarenakan