UNIKSUNIKS
GREEN SWARNADWIPA : JURNAL PENGEMBANGAN ILMU PERTANIANGREEN SWARNADWIPA : JURNAL PENGEMBANGAN ILMU PERTANIANTujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pemberian kompos TOC terhadap produksi tanaman pare (Momordica charantia L.) pada tanah ultisol. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial yang terdiri dari 7 taraf perlakuan dan 3 ulangan. A0 = Tanpa perlakuan (kontrol), Al = Kompos TOC 15 ton/ha setara dengan 3,375 kg/plot, A2 = Kompos TOC 20 ton/ha setara dengan 4,500 kg/plot, A3 = Kompos TOC 25 ton/ha setara dengan 5,625 kg/plot, A4 = Kompos TOC 30 ton/ha setara dengan 6,750 kg/plot, A5 = Kompos TOC 35 ton/ha setara dengan 7,875 kg/plot, A6 = Kompos TOC 40 ton/ha setara dengan 9,000 kg/plot. Semua perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Sehingga terdapat 21 kombinasi percobaan. Data-data dianalisis secara statistik, dengan uji lanjut beda nyata jujur (BNJ) pada taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa bahwa kompos TOC memberikan pengaruh yang nyata terhadap umur berbunga, panjang buah, berat buah per tanaman dan berat segar akar. Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan A6 (Kompos TOC 40 ton/ha setara dengan 9,000 kg/plot) dengan umur berbunga 31,22 hari, panjang buah 28,11 cm, berat buah pertanaman 7.059,22 gram/tanaman dan berat segar akar 96,28 gram/tanaman.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kompos TOC memberikan pengaruh yang nyata terhadap umur berbunga, panjang buah, berat buah per tanaman dan berat segar akar.Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan A6 (Kompos TOC 40 ton/ha setara dengan 9,000 kg/plot) dengan umur berbunga 31,22 hari, panjang buah 28,11 cm, berat buah pertanaman 7.059,22 gram/tanaman dan berat segar akar 96,28 gram/tanaman.
Untuk melanjutkan penelitian ini, ada beberapa arah yang bisa diteliti lebih lanjut. Pertama, bagaimana jika kompos TOC dibandingkan langsung dengan pupuk organik lain yang mudah didapat di sekitar petani, seperti kompos jerami atau pupuk kambing, untuk melihat mana yang paling efektif dan hemat di tanah ultisol? Kedua, penelitian ini bisa dikembangkan dengan mencari kombinasi paling tepat antara kompos TOC dan pupuk NPK kimia. Tujuannya adalah untuk menemukan formula yang bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia, tetapi hasil panen pare tetap maksimal, sehingga budidaya menjadi lebih ramah lingkungan dan tidak terlalu mahal. Ketiga, karena penelitian ini hanya berlangsung tiga bulan, sangat penting untuk meneliti dampak jangka panjang pemberian kompos TOC. Apakah dengan memberikannya terus-menerus selama beberapa tahun bisa memperbaiki kualitas tanah ultisol yang asam, misalnya meningkatkan kandungan bahan organik dan menetralisir pH, dan bagaimana pengaruh perbaikan tanah ini terhadap stabilitas hasil panen pare di masa depan? Ketiga ide penelitian ini akan memberikan pemahaman yang lebih utuh bagi petani dalam menerapkan teknologi pupuk organik secara berkelanjutan.
| File size | 391.32 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIKSUNIKS Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial, yang terdiri dari 7 taraf perlakuan, 3 ulangan, 21 unitRancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial, yang terdiri dari 7 taraf perlakuan, 3 ulangan, 21 unit
UNIKSUNIKS Hasil penelitian menunjukkan penambahan bahan aditif ekstrak cairan asam laktat pada pelepah sawit setelah fermentasi 28 hari mengurangi kandungan NDFHasil penelitian menunjukkan penambahan bahan aditif ekstrak cairan asam laktat pada pelepah sawit setelah fermentasi 28 hari mengurangi kandungan NDF
UNIKSUNIKS Penelitian ini dilaksanakan di Desa Benai Kecil, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi, selama empat bulan (April-Juli). Metode penelitian yang digunakanPenelitian ini dilaksanakan di Desa Benai Kecil, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi, selama empat bulan (April-Juli). Metode penelitian yang digunakan
UNIKSUNIKS Perlakuan optimal adalah G6 (6 g/L) yang menghasilkan tinggi tanaman 24,47 cm, 25,90 helai daun, dan berat segar 1 240 g/plot. Dosis 6 g/L dapatPerlakuan optimal adalah G6 (6 g/L) yang menghasilkan tinggi tanaman 24,47 cm, 25,90 helai daun, dan berat segar 1 240 g/plot. Dosis 6 g/L dapat
UNIKSUNIKS Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, analisis data dengan analisis sensori uji rangking menggunakan 5 perlakuan yaitu perlakuan BS1: substitusiPenelitian ini menggunakan metode eksperimen, analisis data dengan analisis sensori uji rangking menggunakan 5 perlakuan yaitu perlakuan BS1: substitusi
UNIKSUNIKS Penelitian menunjukkan bahwa penampilan warna vulva sapi kuantan betina berada pada kategori sedang dengan skor rata‑rata 2,16. Bentuk vulva, suhu vulva,Penelitian menunjukkan bahwa penampilan warna vulva sapi kuantan betina berada pada kategori sedang dengan skor rata‑rata 2,16. Bentuk vulva, suhu vulva,
UNIKSUNIKS Perlakuan terbaik terdapat pada media Cocopeat dengan hasil tinggi tanaman 29 cm, panjang daun 20 cm, berat konsumsi 24,80 gram/tanaman, dan berat basahPerlakuan terbaik terdapat pada media Cocopeat dengan hasil tinggi tanaman 29 cm, panjang daun 20 cm, berat konsumsi 24,80 gram/tanaman, dan berat basah
UNIKSUNIKS Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, pemilihan lokasi serta teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dan data yang digunakanMetode penelitian yang digunakan adalah metode survei, pemilihan lokasi serta teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dan data yang digunakan
Useful /
DDIPOLMANDDIPOLMAN Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) berbantuan Pendekatan Investigasi terhadapTujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) berbantuan Pendekatan Investigasi terhadap
UNIKSUNIKS Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pengamatan birahi 1,83 (sedikit memahami), waktu panjang birahi 1,8 (sedikit memahami), sistem perkawinanHasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pengamatan birahi 1,83 (sedikit memahami), waktu panjang birahi 1,8 (sedikit memahami), sistem perkawinan
UNIKSUNIKS 865/luas garapan, dan total biaya sebesar Rp. Rata-rata penerimaan petani padi sawah tadah hujan sebesar Rp. 417/luas garapan dengan pendapatan atau keuntungan865/luas garapan, dan total biaya sebesar Rp. Rata-rata penerimaan petani padi sawah tadah hujan sebesar Rp. 417/luas garapan dengan pendapatan atau keuntungan
UNIKSUNIKS Secara teknis variabel luas lahan, pupuk kandang, pupuk urea, pestisida dan tenaga kerja tidak efisien secara teknis sedangkan benih tidak efisien secaraSecara teknis variabel luas lahan, pupuk kandang, pupuk urea, pestisida dan tenaga kerja tidak efisien secara teknis sedangkan benih tidak efisien secara