THAMRINTHAMRIN

Jurnal Ilmiah KesehatanJurnal Ilmiah Kesehatan

Media yang sering digunakan untuk pertumbuhan bakteri adalah Nutrient agar. Tingginya harga yang dikeluarkan untuk pembuatan media instan menjadi kendala sehingga diperlukan inovasi yang dapat menekan biaya pengeluaran yaitu mencari media alternatif dari bahan yang mudah didapat. Melimpahnya sumber alam dan pemanfaatan limbah yang dapat digunakan sebagai media pertumbuhan mikroorganisme mendorong peneliti untuk membuat media alternatif. Limbah cair tahu merupakan salah satu bahan alami yang limbahnya belum dimanfaatkan secara optimal. Kandungan karbohidrat dan protein yang terdapat dalam limbah cair tahu sangat dibutuhkan untuk nutrisi mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah limbah cair tahu dapat digunakan sebagai media alternatif pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Penelitian yang dilakukan adalah eksperimental menggunakan metode Total Plate Count (TPC) dengan konsentrasi 12,5%, 15%, dan 17,5%. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata jumlah koloni Escherichia coli pada media Nutrient Agar sebagai kontrol positif yaitu sebanyak 1,71x107 CFU/mL, sedangkan pada media alternatif limbah cair tahu konsentrasi 12,5% sebanyak 8,0x106 CFU/mL, konsentrasi 15% sebanyak 8,1x106 CFU/mL, dan konsentrasi 17,5% sebanyak 8,6x106 CFU/mL. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan, bahwa media alternatif limbah cair tahu dapat digunakan sebagai media pertumbuhan bakteri Escherichia coli.

Media alternatif limbah cair tahu dapat digunakan sebagai media pertumbuhan bakteri Escherichia coli.Konsentrasi limbah cair tahu yang paling baik terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli adalah konsentrasi 17,5%.Penelitian ini menunjukkan potensi pemanfaatan limbah tahu sebagai alternatif media pertumbuhan bakteri yang lebih ekonomis.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan limbah cair tahu sebagai media pertumbuhan bakteri, misalnya dengan melakukan modifikasi komposisi limbah cair tahu atau menambahkan nutrisi tambahan untuk meningkatkan pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Selain itu, penelitian dapat diperluas untuk menguji efektivitas limbah cair tahu sebagai media pertumbuhan bakteri lain yang memiliki peran penting dalam bidang kesehatan atau industri. Terakhir, studi komparatif perlu dilakukan untuk membandingkan biaya produksi media pertumbuhan bakteri menggunakan limbah cair tahu dengan media konvensional, serta menganalisis dampak lingkungan dari penggunaan limbah cair tahu sebagai media pertumbuhan bakteri, termasuk potensi pengurangan limbah dan emisi gas rumah kaca. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan media pertumbuhan bakteri yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta mendukung upaya pengurangan limbah industri tahu.

  1. PEMANFAATAN LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli | Jurnal Ilmiah... doi.org/10.37012/jik.v16i1.1738PEMANFAATAN LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli Jurnal Ilmiah doi 10 37012 jik v16i1 1738
  1. #escherichia coli#escherichia coli
  2. #aroma terapi#aroma terapi
Read online
File size197.24 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-2Cp
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test