SRIWIJAYASURGERYSRIWIJAYASURGERY

Sriwijaya Journal of SurgerySriwijaya Journal of Surgery

Cedera merupakan salah satu penyebab utama kematian prematur di seluruh dunia, dan beban ini terutama ditanggung oleh orang dewasa usia kerja. Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis transportasi trauma menempatkan beban global pada sekitar lima juta kematian setiap tahun. Beban ini terkonsentrasi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, di mana sistem layanan medis darurat belum berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa apakah jenis penolong pertama, waktu di lokasi kejadian, dan moda transportasi terkait dengan mortalitas di departemen darurat untuk trauma pada orang dewasa.

Di antara 34 pasien trauma dewasa yang datang ke Departemen Darurat Rumah Sakit Umum Dr.Mohammad Hoesin, Palembang, mortalitas adalah 20,6% dan tidak ada faktor pra-rumah sakit yang secara signifikan terkait dengan kematian.Temuan ini tidak informatif daripada negatif, dan selang kepercayaan tetap kompatibel dengan efek klinis yang penting.Hasil deskriptif menunjukkan bahwa 94,1% pasien pertama kali ditangani oleh penolong awam tanpa pelatihan medis, 94,1% tiba tanpa ambulans, dan 70,6% tidak mencapai perawatan medis dalam waktu satu jam.Prioritas yang mengikuti adalah pelatihan penolong awam, pengembangan layanan medis darurat provinsi, dan pendirian registri trauma regional prospektif yang diperkuat biomarker yang diuraikan dalam Gambar 6.

Untuk penelitian lanjutan, direkomendasikan untuk melakukan studi prospektif yang cukup kuat dengan registri trauma regional yang diperkuat biomarker. Studi ini harus merekam intervensi pra-rumah sakit secara kontinu, menangkap variabel fisiologis pada kontak pertama, dan menyertakan panel biologis titik-perawatan yang terdiri dari laktat, defisit basa, fibrinogen, dan kalsium ionik, dengan sindekan-1 sebagai pengukuran penelitian. Hasil harus diperluas untuk mencakup survival 24 jam dan 30 hari, serta komplikasi in-hospital yang dinilai. Metode analisis harus direncanakan dari awal, dan hasil harus dilaporkan sebagai perkiraan efek dengan selang kompatibilitas daripada keputusan signifikansi. Ukuran sampel yang diperlukan untuk mendeteksi efek yang dilaporkan dalam literatur sistem trauma adalah beberapa ratus hingga beberapa ribu pasien, yang hanya dapat dicapai melalui perekrutan multicenter atau registri provinsi berkelanjutan.

  1. The Relationship between Thoracic Trauma Scoring and Mortality in Blunt Thoracic Trauma Patients at Dr.... doi.org/10.37275/sjs.v6i2.88The Relationship between Thoracic Trauma Scoring and Mortality in Blunt Thoracic Trauma Patients at Dr doi 10 37275 sjs v6i2 88
  2. Determinants of In-Hospital Mortality Following Pelvic Ring Fractures: A 4.5-Year Analysis from a Developing... sriwijayasurgery.com/index.php/sjs/article/view/135Determinants of In Hospital Mortality Following Pelvic Ring Fractures A 4 5 Year Analysis from a Developing sriwijayasurgery index php sjs article view 135
Read online
File size1.54 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test