SRIWIJAYASURGERYSRIWIJAYASURGERY

Sriwijaya Journal of SurgerySriwijaya Journal of Surgery

Pendahuluan: Perdarahan serebral spontan (ICH) merupakan faktor utama dalam kematian akibat stroke dan disabilitas jangka panjang, terutama di Indonesia yang memiliki tingkat kematian stroke standar usia tertinggi di Asia Tenggara. Studi ini mengevaluasi akurasi prediktif ICH Score untuk kematian 30 hari pada pasien yang menjalani intervensi bedah di pusat rujukan primer di Sumatra Selatan. Metode: Studi observasional analitik menggunakan desain koelompok retrospektif, menganalisis 81 pasien ICH spontan yang menjalani evakuasi bedah di Rumah Sakit Umum Dr. Mohammad Hoesin Palembang antara Juli 2024 dan Juni 2025. Parameter demografi, klinis, dan radiologis dievaluasi. Akurasi ditentukan menggunakan analisis kurva ROC untuk menetapkan Area Under the Curve (AUC), sensitivitas, dan spesifisitas. Hasil: Koelompok terdiri dari laki-laki (56,8%) dan berusia di bawah 80 tahun (86,4%). Prediktor signifikan kematian 30 hari termasuk usia 80 tahun atau lebih (p < 0,001, OR 26,84), skor GCS yang lebih rendah (p = 0,012), dan kehadiran perdarahan intraventrikular (IVH) (p < 0,001, OR 15,24). Analisis ROC menunjukkan AUC 0,958 (95% CI 0,910–1,000). Ambang batas ICH Score optimal 3 atau lebih menghasilkan sensitivitas 86,2% dan spesifisitas 100%. Kesimpulan: ICH Score berfungsi sebagai alat prognostik yang sangat akurat dalam populasi bedah Indonesia. Skor masuk 3 atau lebih merupakan prediktor kematian yang pasti, memfasilitasi stratifikasi risiko dan pengambilan keputusan klinis yang terinformasi.

ICH Score menunjukkan akurasi diagnostik dan reliabilitas prognostik yang sangat tinggi dalam memprediksi kematian 30 hari pada pasien dengan perdarahan serebral spontan yang menjalani evakuasi bedah di Palembang, Sumatra Selatan.Prediktor utama kematian meliputi usia lanjut, penurunan kesadaran, dan kehadiran perdarahan intraventrikular.Ambang batas skor ICH 3 atau lebih memiliki spesifisitas sempurna 100% dan sensitivitas 86,2%, menjadikannya alat penting untuk triase dan pengambilan keputusan klinis.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi multi-center untuk memvalidasi akurasi ICH Score di berbagai fasilitas kesehatan Indonesia dengan populasi yang lebih beragam. Kedua, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi dampak intervensi bedah pada pasien dengan skor ICH rendah dan bagaimana pendekatan terapeutik dapat meningkatkan hasil jangka panjang. Ketiga, perlu dikaji penggunaan teknologi pencitraan canggih seperti AI untuk memprediksi ekspansi hematoma dan memperbaiki strategi manajemen pasien. Penelitian-penelitian ini akan membantu memperkuat dasar bukti untuk standarisasi protokol klinis dan meningkatkan kualitas perawatan pasien stroke di Indonesia.

  1. Mortality Predictors in Spontaneous Intracerebral Hemorrhage: External Validation of the ICH Score in... doi.org/10.37275/sjs.v9i1.143Mortality Predictors in Spontaneous Intracerebral Hemorrhage External Validation of the ICH Score in doi 10 37275 sjs v9i1 143
Read online
File size1.13 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test