UNPATTIUNPATTI

KOMUNITAS: Jurnal Ilmu SosiologiKOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sosial ekonomi petani kelapa dan faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas usahatani kelapa di Desa Labuang, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan. Penelitian dilaksanakan selama satu bulan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan sensus, di mana seluruh populasi petani kelapa sebanyak 30 orang dijadikan sebagai responden. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive karena Desa Labuang memiliki luas kebun kelapa terbesar di kecamatan tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner serta data sekunder dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani memiliki pengalaman usahatani 10–20 tahun, berpendidikan sekolah dasar, memiliki tanggungan lebih dari 4 orang, serta mengusahakan lahan seluas 0,5–1,28 ha dengan produksi 400–800 kg. Produktivitas dihitung dari hasil produksi per hektar, sedangkan analisis faktor-faktor yang memengaruhi dilakukan menggunakan fungsi regresi. Ditemukan bahwa faktor sosial, ekonomi, dan keberlanjutan memiliki kontribusi terhadap produktivitas dengan nilai skor masing-masing 8–9, 11–12, dan 9–11. Pendapatan petani berkisar antara Rp5.000.000– Rp12.000.000.

Hasil penelitian menunjukkan mayoritas petani kelapa di Desa Labuang memiliki pengalaman 10–20 tahun, pendidikan utama Sekolah Dasar, tanggungan keluarga lebih dari 4 orang, dan mengelola lahan 0,5–1,28 ha dengan produksi 400–800 kg per tahun.Temuan tersebut menegaskan bahwa petani berpengalaman namun berpendidikan rendah dan terbatas pada skala lahan kecil.Disarankan agar petani aktif mengikuti program penyuluhan, pelatihan, dan bantuan teknis, serta pemerintah daerah memperkuat peran Dinas Pertanian dalam menyediakan informasi, teknologi, dan akses kredit untuk meningkatkan produktivitas dan kemandirian usaha tani.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efektivitas intervensi penyuluhan pertanian khususnya pelatihan teknik budidaya kelapa modern terhadap peningkatan produktivitas petani berpendidikan rendah di Desa Labuang, sehingga dapat mengidentifikasi faktor-faktor kunci keberhasilan program tersebut. Selanjutnya, studi dapat meneliti dampak skema mikrokrédit dengan persyaratan fleksibel terhadap kemampuan petani mengadopsi teknologi baru dan memperluas skala lahan, khususnya bagi keluarga dengan jumlah tanggungan yang tinggi, guna memahami peran akses pembiayaan dalam meningkatkan kesejahteraan. Selain itu, analisis peran gender dalam sistem pertanian kelapa, dengan fokus pada partisipasi dan pengambilan keputusan perempuan, dapat memberikan wawasan tentang bagaimana meningkatkan alokasi tenaga kerja dan produktivitas secara keseluruhan di komunitas pertanian tersebut.

  1. Karakteristik Sosial EKonomi Petani Kelapa (Cocos Nucifera) Studi Kasus Desa Labuang Kecamatan Namrole... doi.org/10.30598/komunitasvol8issue2page100-105Karakteristik Sosial EKonomi Petani Kelapa Cocos Nucifera Studi Kasus Desa Labuang Kecamatan Namrole doi 10 30598 komunitasvol8issue2page100 105
Read online
File size452.17 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test