ALJAMIAHALJAMIAH

Al-Jami'ah: Journal of Islamic StudiesAl-Jami'ah: Journal of Islamic Studies

Artikel ini menelusuri perkembangan Sarekat Islam, gerakan nasionalisme awal terbentuk di Indonesia, dari sejak kelahiran, perkembangan, kejayaan sampai kemundurannya. Kelahiran organisasi ini disebabkan oleh berbagai faktor. Persaingan ekonomi antara pribumi dengan pengusaha Tionghoa dengan kekalahan di pihak pertama merupakan penyebab utama kelahiran organisasi ini. Hal ini nampak dari nama awal Sarekat Islam (SI) yaitu Sarekat Dagang Islam yang mencerminkan bahwa kepedulian utama organisasi ini adalah perdagangan terbukti dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan pada masa pembentukan ini. Samanhudi (1868-1956) yang mengalami langsung dominasi pedagang Tionghoa yang memonopoli bahan-bahan mentah pembuatan batik tampil sebagai orang pertama yang menghimpun kekuatan pedagang pribumi, dibantu oleh Raden Mas Tirtoadisuryo, yang selain berpengalaman sebagai manajer perdagangan juga sebagai wartawan, organisasi ini berkembang dengan pesat. Ketika organisasi ini melebar ke Surabaya, Oemar Said Tjokroaminoto, yang juga pegawai sebuah firma dan lulusan sekolah Belanda untuk mempersiapkan para pegawai pemerintah tingkat rendah (OSVIA), menjadi salah seorang yang menonjol di organisasi ini dan popularitasnya kemudian meroket ke tingkat nasional sehingga menjadi pemimpin puncak organisasi ini.

Sarekat Islam didirikan untuk membantu pedagang pribumi bersaing dengan pedagang Tionghoa, namun sejak 1912 organisasi ini beralih fokus dari ekonomi ke politik, tercermin dari perubahan nama dari Sarekat Dagang Islam menjadi Sarekat Islam.Pada puncaknya, SI menjadi organisasi massa terbesar yang menyatukan berbagai kelompok Muslim dan menonjolkan Islam sebagai simbol persatuan nasional, namun intervensi kolonial Belanda serta perpecahan internal antara faksi komunis, tradisionalis, dan modernis menyebabkan fragmentasi dan penurunan pengaruhnya.Pergeseran kepemimpinan ke Agus Salim dan Abdul Muis pada era 1920-an memperkuat orientasi ideologis Islam, mengakibatkan pemisahan faksi komunis serta eksklusi organisasi lain seperti Muhammadiyah, yang pada akhirnya melemahkan solidaritas SI dan menurunkan peranannya dalam perjuangan kemerdekaan.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana strategi ekonomi Sarekat Islam pada masa awal berhubungan dengan gerakan koperasi modern di Indonesia, dengan meneliti arsip keuangan dan pola distribusi sumber daya untuk memahami kontribusi historisnya terhadap ekonomi rakyat; selanjutnya, studi komparatif tentang transformasi ideologi Sarekat Islam menjadi dasar bagi partai politik Islam masa kini dapat mengungkap pengaruh sejarah terhadap kebijakan publik dan dinamika identitas keagamaan dalam politik; terakhir, analisis peran gender dalam Sarekat Islam, termasuk partisipasi perempuan dalam struktur organisasi dan kegiatan politik, dapat memberikan wawasan tentang warisan sosialnya serta implikasi bagi peningkatan partisipasi politik perempuan di Indonesia kontemporer.

Read online
File size16.49 MB
Pages27
DMCAReport

Related /

ads-block-test