SRIWIJAYASURGERYSRIWIJAYASURGERY

Sriwijaya Journal of SurgerySriwijaya Journal of Surgery

Verruca vulgaris, yang dikenal sebagai kutil biasa, merupakan proliferasi epitel yang disebabkan oleh virus papillomavirus manusia (HPV). Meskipun lesi ini umum ditemukan pada populasi umum, biasanya muncul sebagai papula hiperkeratosis kecil di daerah akral, terjadinya varian raksasa yang melebihi 2 sentimeter diameter pada telinga adalah entitas klinis yang sangat jarang. Presentasi yang tidak biasa ini menciptakan dilema diagnostik yang signifikan bagi ahli bedah kepala dan leher, karena kutil aurikular raksasa sering meniru presentasi klinis neoplasma ganas, khususnya karsinoma verrukosa dan karsinoma sel skuamosa. Kami mendokumentasikan kasus seorang pria Indonesia berusia 36 tahun yang datang dengan massa eksofitik besar, tidak nyeri, di bagian belakang telinga kanan. Lesi ini telah bertahan selama sepuluh tahun, menunjukkan pertumbuhan linier lambat tanpa regresi spontan. Pemeriksaan fisik menunjukkan lesi papilomatosa tunggal, sessil, dengan ukuran 3,3 cm x 1,5 cm x 1,0 cm. Meskipun ukurannya mengkhawatirkan, massa tetap bergerak di atas perikondrium yang mendasarinya. Karena dimensi raksasa dan ketidakmampuan untuk mengecualikan malignansi melalui inspeksi visual, pasien menjalani eksisi bedah total dengan penutupan primer di bawah anestesi umum. Analisis histopatologis mengonfirmasi diagnosis verruca vulgaris, yang ditandai dengan hiperkeratosis yang jelas, papilomatosis, dan koilositosis patognomonik, dengan membran basalis yang utuh yang mengecualikan karsinoma invasif.

Verruca vulgaris raksasa pada aurikel adalah patologi yang jarang terjadi yang memerlukan pendekatan diagnostik yang ketat.Kami menyimpulkan bahwa lesi verrukosa aurikular yang melebihi 2 sentimeter harus dikelola secara klinis sebagai tumor dengan potensi yang tidak pasti.Eksisi bedah tetap menjadi standar emas diagnostik dan terapeutik, menawarkan restorasi estetika langsung dan konfirmasi histopatologis yang diperlukan untuk membedakan kutil raksasa jinak dari perbatasan menipu karsinoma verrukosa.

Untuk penelitian lanjutan, kami menyarankan studi lebih lanjut tentang mekanisme spesifik yang memungkinkan perkembangan kutil raksasa pada individu dengan sistem kekebalan yang kompeten. Selain itu, penelitian tentang faktor-faktor yang berkontribusi terhadap perkembangan kutil raksasa, seperti paparan sinar ultraviolet dan infeksi HPV, dapat memberikan wawasan yang berharga. Akhirnya, penelitian tentang pendekatan bedah alternatif untuk mengelola kutil raksasa, seperti teknik rekonstruksi yang lebih kompleks, dapat membantu meningkatkan hasil kosmetik dan fungsional bagi pasien.

  1. Giant Verruca Vulgaris of the Auricle Mimicking Verrucous Carcinoma: A Diagnostic and Surgical Case Study... doi.org/10.37275/sjs.v9i1.141Giant Verruca Vulgaris of the Auricle Mimicking Verrucous Carcinoma A Diagnostic and Surgical Case Study doi 10 37275 sjs v9i1 141
Read online
File size1.27 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test