IJHPIJHP
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP)International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP)Latar Belakang: Infeksi leher dalam pediatrik (DNI), termasuk abses, merupakan tantangan klinis serius karena progresinya yang cepat serta risiko komplikasi berat seperti obstruksi jalan napas dan sepsis. Infeksi ini umumnya bersifat bakteri dan sering muncul dari kondisi umum seperti tonsilitis atau faringitis, yang kemudian menyebar ke ruang leher yang lebih dalam. Penanganan DNI melibatkan dua pendekatan utama: terapi medis dengan antibiotik atau intervensi bedah untuk mengalirkan abses. Pemilihan pendekatan yang paling efektif, baik medis maupun bedah, memerlukan pertimbangan cermat terkait usia pasien, tingkat keparahan infeksi, dan potensi efek samping. Penelitian ini bertujuan memberikan analisis komparatif kedua metode untuk membantu klinisi memilih pendekatan terbaik dalam mengelola DNI pada anak, sehingga meminimalkan risiko dan mencapai pemulihan optimal. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan panduan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Tahapan PRISMA meliputi identifikasi artikel relevan melalui basis data seperti PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect dengan kata kunci medical management dan surgical management untuk abses leher dalam pediatrik. Kriteria inklusi mencakup jurnal berbahasa Inggris yang dipublikasikan antara 2015 hingga 2022, dengan fokus pada studi yang membandingkan efektivitas terapi antibiotik dan intervensi bedah pada abses leher dalam pediatrik. Artikel yang teridentifikasi disaring untuk menghilangkan duplikat dan memastikan kepatuhan pada kriteria inklusi. Artikel yang memenuhi kriteria kemudian dievaluasi secara menyeluruh, dan data relevan diekstraksi, termasuk desain studi, ukuran sampel, outcome utama, serta komplikasi dan tingkat pemulihan yang terkait dengan kedua metode. Pendekatan ini dimaksudkan memberikan pemahaman objektif dan komprehensif mengenai efektivitas terapi medis dan bedah pada kasus abses leher dalam pediatrik. Hasil: Studi ini mengungkapkan bahwa pendekatan medis dengan antibiotik efektif untuk infeksi leher dalam pediatrik ringan hingga sedang, terutama pada abses kecil yang tidak rumit. Namun, untuk abses yang lebih besar atau yang memiliki komplikasi signifikan, intervensi bedah memberikan hasil yang lebih baik dalam mengendalikan infeksi dan mempercepat pemulihan. Selain itu, penggunaan dexamethasone dalam pendekatan medis dapat mengurangi kebutuhan intervensi bedah pada beberapa kasus. Kombinasi terapi antibiotik dengan pemantauan ketat terbukti cocok untuk kasus moderat, sedangkan operasi dini lebih disarankan pada infeksi yang parah.
Manajemen infeksi leher dalam pediatrik harus dipersonalisasi berdasarkan tingkat keparahan infeksi dan presentasi klinis.terapi medis dengan antibiotik intravena efektif untuk kasus ringan hingga sedang, terutama pada abses kecil yang tidak rumit, sementara intervensi bedah direkomendasikan untuk abses yang lebih besar, ketidakstabilan klinis, atau infeksi yang meluas.Deksametason sebagai tambahan dapat mengurangi kebutuhan operasi pada pasien terpilih.Oleh karena itu, strategi pengobatan yang menggabungkan terapi medis, pemantauan ketat, dan intervensi bedah tepat waktu dapat mengoptimalkan hasil klinis dan meminimalkan komplikasi pada DNI pediatrik.
Penelitian lanjutan dapat melakukan uji klinis prospektif terkontrol secara acak yang membandingkan efektivitas dosis berbeda dexamethasone sebagai tambahan pada terapi antibiotik untuk mengurangi kebutuhan operasi pada abses leher dalam anak. Desain percobaan tersebut harus melibatkan populasi pediatrik dengan ukuran abses kecil hingga sedang, serta memantau hasil klinis seperti waktu pemulihan, durasi rawat inap, dan tingkat komplikasi. Selanjutnya, diperlukan penyusunan registri multisentra dengan protokol standar untuk menilai faktor prediktif seperti ukuran abses, lokasi anatomi, dan status imunologis pasien yang memengaruhi keberhasilan terapi medis versus bedah. Data yang terkumpul dari registri ini dapat diolah dengan analisis multivariat guna menghasilkan model prediksi yang dapat membantu dokter dalam mengambil keputusan terapi secara individual. Selain itu, evaluasi dampak ekonomi dan kualitas hidup jangka panjang pasien setelah pendekatan kombinasi medis‑bedah versus strategi tunggal sangat penting untuk menilai keberlanjutan kebijakan kesehatan. Penelitian ini dapat menggunakan analisis biaya‑manfaat serta kuesioner kualitas hidup yang telah terverifikasi untuk mengukur perbedaan beban finansial dan kesejahteraan pasien serta keluarga. Ketiga agenda penelitian tersebut secara bersamaan akan mengisi kekurangan metodologis yang ada, seperti variabilitas pada metodologi studi retrospektif sebelumnya. Hasilnya diharapkan dapat memperjelas kriteria pemilihan terapi berdasarkan tingkat keparahan infeksi, ukuran abses, dan respons imun serta memberikan panduan klinis yang lebih terstandardisasi. Akhirnya, temuan ini dapat menjadi dasar bagi pembaruan protokol nasional dan internasional dalam penanganan infeksi leher dalam pediatrik. Dengan demikian, praktik klinis akan lebih tepat sasaran, mengoptimalkan hasil klinis, dan meminimalkan komplikasi serta beban ekonomi.
- Diagnostics | Free Full-Text | Factors Affecting Patients with Concurrent Deep Neck Infection and Cervical... doi.org/10.3390/diagnostics12020443Diagnostics Free Full Text Factors Affecting Patients with Concurrent Deep Neck Infection and Cervical doi 10 3390 diagnostics12020443
- Dexamethasone Use in the Treatment of Pediatric Deep Neck Space Infections - James B. Tansey, John Hamblin,... journals.sagepub.com/doi/10.1177/0003489419890349Dexamethasone Use in the Treatment of Pediatric Deep Neck Space Infections James B Tansey John Hamblin journals sagepub doi 10 1177 0003489419890349
- Retropharyngeal abscess, submandibular abscess, and regio colli abscess with bronchopneumonia in a 2.5-month-old... jurnalmka.fk.unand.ac.id/index.php/art/article/view/633Retropharyngeal abscess submandibular abscess and regio colli abscess with bronchopneumonia in a 2 5 month old jurnalmka fk unand ac index php art article view 633
| File size | 524.68 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
IJHPIJHP Teknik sampling yang digunakan adalah sampling berturut‑turut; variabel independen adalah SSE, sedangkan variabel dependen meliputi aktivitas sehari-hari,Teknik sampling yang digunakan adalah sampling berturut‑turut; variabel independen adalah SSE, sedangkan variabel dependen meliputi aktivitas sehari-hari,
UINKEDIRIUINKEDIRI ESG Disclosure berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas pada perbankan syariah ASEAN. Profitabilitas mampu memediasi pengaruh Intellectual CapitalESG Disclosure berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas pada perbankan syariah ASEAN. Profitabilitas mampu memediasi pengaruh Intellectual Capital
IJHPIJHP Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dan glukosa darah puasa pada staf Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon denganPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dan glukosa darah puasa pada staf Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon dengan
IJHPIJHP Kandou, Manado, antara 2021–2023. TTSS dihitung berdasarkan usia, rasio PaO₂/FiO₂, jumlah fraktur tulang rusuk, kontusi paru, dan keterlibatan pleura.Kandou, Manado, antara 2021–2023. TTSS dihitung berdasarkan usia, rasio PaO₂/FiO₂, jumlah fraktur tulang rusuk, kontusi paru, dan keterlibatan pleura.
IAIN PALOPOIAIN PALOPO Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal diterapkan melalui lima bentuk utama, yaitu interaksi tatap muka, komunikasi verbal dan nonverbal,Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal diterapkan melalui lima bentuk utama, yaitu interaksi tatap muka, komunikasi verbal dan nonverbal,
CENDEKIA UTAMA KUDUSCENDEKIA UTAMA KUDUS Pioderma paling sering terjadi pada anak usia 0-5 tahun, meskipun beberapa studi menunjukkan prevalensi tinggi pada usia dewasa lanjut. Mayoritas pasienPioderma paling sering terjadi pada anak usia 0-5 tahun, meskipun beberapa studi menunjukkan prevalensi tinggi pada usia dewasa lanjut. Mayoritas pasien
POLTEKKESBENGKULUPOLTEKKESBENGKULU Mindfulness spiritual Islam dapat dijadikan bagian rutin dari program terapi di rumah sakit jiwa, klinik kesehatan mental, dan panti rehabilitasi untukMindfulness spiritual Islam dapat dijadikan bagian rutin dari program terapi di rumah sakit jiwa, klinik kesehatan mental, dan panti rehabilitasi untuk
UINUIN Hasil analisis menunjukkan penurunan bermakna pada nilai DDD/100 PD sebesar 43% untuk meropenem pada periode post-intervention (t = 4,427; p < 0,05), yangHasil analisis menunjukkan penurunan bermakna pada nilai DDD/100 PD sebesar 43% untuk meropenem pada periode post-intervention (t = 4,427; p < 0,05), yang
Useful /
IJHPIJHP docx, yang memeriksa profil ekspresi imunohistokimia protein p16 pada pasien karsinoma serviks di Siloam MRCCC Cancer Hospital pada tahun 2022. Dari 42docx, yang memeriksa profil ekspresi imunohistokimia protein p16 pada pasien karsinoma serviks di Siloam MRCCC Cancer Hospital pada tahun 2022. Dari 42
IJHPIJHP Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko MMH pada porter di Gudang Perum BULOG Gorontalo dengan menggunakan Metode Leitmerkmal (LMM).Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko MMH pada porter di Gudang Perum BULOG Gorontalo dengan menggunakan Metode Leitmerkmal (LMM).
IJHPIJHP Diare adalah masalah kesehatan masyarakat yang signifikan berkontribusi terhadap morbiditas, khususnya pada kelompok usia rentan seperti anak di bawahDiare adalah masalah kesehatan masyarakat yang signifikan berkontribusi terhadap morbiditas, khususnya pada kelompok usia rentan seperti anak di bawah
UINUIN Modifikasi lebih lanjut diperlukan untuk menghasilkan formulasi yang stabil secara fisik. Kegiatan antioksidan ekstrak etanol 70 % daun melinjo dan formulasiModifikasi lebih lanjut diperlukan untuk menghasilkan formulasi yang stabil secara fisik. Kegiatan antioksidan ekstrak etanol 70 % daun melinjo dan formulasi