IJHPIJHP
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP)International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP)Trauma toraks memberikan kontribusi signifikan terhadap mortalitas global, sehingga diperlukan stratifikasi risiko dini untuk memandu penanganan. Thoracic Trauma Severity Score (TTSS) mengintegrasikan parameter anatomi dan fisiologis untuk memprediksi hasil, namun data validasi dari populasi Asia Tenggara masih terbatas. Studi retrospektif kohort ini meliputi 77 pasien trauma toraks yang dirawat di Rumah Sakit Umum Prof. Dr. R.D. Kandou, Manado, antara 2021–2023. TTSS dihitung berdasarkan usia, rasio PaO₂/FiO₂, jumlah fraktur tulang rusuk, kontusi paru, dan keterlibatan pleura. Outcome utama adalah mortalitas di rumah sakit. Analisis statistik meliputi perbandingan bivariat, analisis survival Kaplan–Meier, dan analisis kurva ROC. Mortalitas keseluruhan 29,9%. Non‑survivor memiliki nilai TTSS secara signifikan lebih tinggi dibandingkan survivor (median 5 vs 2,5, p < 0,001). Pasien yang memerlukan rawat intensif juga menunjukkan TTSS lebih tinggi (median 6 vs 3, p = 0,002). Kontusi paru (p = 0,021), PaO₂/FiO₂ ≤400 (p = 0,018), dan usia >30 tahun (p = 0,011) secara signifikan berhubungan dengan mortalitas. Analisis ROC menunjukkan kemampuan diskriminatif yang baik untuk mortalitas (AUC ≈ 0,80, sensitivitas 91%, spesifisitas 50%). TTSS merupakan alat praktis dan efektif untuk stratifikasi risiko mortalitas dini pada pasien trauma toraks, dengan performa prediktif yang baik. Penerapannya di setting dengan sumber daya terbatas dapat memfasilitasi triase tepat waktu dan eskalasi perawatan.
Thoracic Trauma Severity Score (TTSS) menunjukkan kinerja prediktif yang baik untuk mortalitas in‑hospital pada pasien trauma toraks, dengan area di bawah kurva ROC sekitar 0,80, sensitivitas tinggi (91%), dan spesifisitas sedang (50%).Nilai TTSS yang lebih tinggi secara signifikan berhubungan dengan peningkatan mortalitas serta kebutuhan rawat intensif, menegaskan kegunaannya sebagai alat stratifikasi risiko dini.Meskipun terbatas pada desain retrospektif, pusat tunggal, dan sampel kecil, temuan ini mendukung penerapan klinis TTSS, namun diperlukan studi prospektif multicenter dengan ukuran sampel lebih besar untuk memvalidasi ambang batas populasi‑spesifik dan integrasi dengan skor trauma lainnya.
Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi kinerja TTSS bila digabungkan dengan skor prognostik lain seperti TRISS atau SAPS dalam memprediksi mortalitas pada pasien trauma politerapik. Studi prospektif multicenter dengan sampel besar di berbagai rumah sakit di Indonesia diperlukan untuk menentukan ambang batas TTSS yang optimal bagi populasi berbeda, termasuk kelompok usia lanjut. Analisis sub‑kelompok dapat meneliti pengaruh komponen individual TTSS, khususnya kontusi paru dan rasio PaO₂/FiO₂, terhadap outcome pada pasien dengan cedera tambahan seperti cedera otak atau abdomen. Penelitian dapat mengembangkan model prediksi berbasis mesin belajar yang mengintegrasikan TTSS dan variabel klinis lain untuk meningkatkan akurasi prediksi mortalitas. Evaluasi implementasi klinis TTSS dalam protokol triase di unit gawat darurat dengan sumber daya terbatas dapat menilai dampaknya terhadap waktu intervensi dan hasil pasien. Kajian kualitatif dapat mengeksplorasi persepsi tenaga medis terhadap kegunaan TTSS dan hambatan penerapannya di lingkungan rumah sakit. Penelitian dapat membandingkan efektivitas penggunaan TTSS versus skor tradisional dalam mengarahkan keputusan tentang kebutuhan rawat intensif. Akhirnya, uji coba intervensi berbasis TTSS yang menyesuaikan strategi manajemen awal dapat menilai apakah pendekatan ini mengurangi mortalitas dan lama rawat inap.
| File size | 407.12 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
IJHPIJHP Eksplorasi intraoperasi mengungkapkan usus buntu yang bengkak dan hiperemi di dalam kantong hernia, konsisten dengan Amyands hernia yang komplikasi denganEksplorasi intraoperasi mengungkapkan usus buntu yang bengkak dan hiperemi di dalam kantong hernia, konsisten dengan Amyands hernia yang komplikasi dengan
IJHPIJHP 34. 3. Hasil analisis menunjukkan disparitas spasial yang signifikan. Kecamatan Sukolilo dan Rungkut memiliki paparan tinggi terhadap gerai makanan cepat34. 3. Hasil analisis menunjukkan disparitas spasial yang signifikan. Kecamatan Sukolilo dan Rungkut memiliki paparan tinggi terhadap gerai makanan cepat
IAIN PALOPOIAIN PALOPO Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang peran komunikasi interpersonal dalam dakwah dan pengembangan remaja, serta menawarkan implikasiPenelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang peran komunikasi interpersonal dalam dakwah dan pengembangan remaja, serta menawarkan implikasi
IAIN PALOPOIAIN PALOPO Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep hedonisme dalam Al-Quran surat Al-Arāf ayat 31 melalui perspektif tafsir Al-Qurṭubi, seorang mufasir yangPenelitian ini bertujuan menganalisis konsep hedonisme dalam Al-Quran surat Al-Arāf ayat 31 melalui perspektif tafsir Al-Qurṭubi, seorang mufasir yang
STIKESMAYAPADASTIKESMAYAPADA The reviewed articles included qualitative, mixed-methods, and systematic review studies guided by the PRISMA framework. The findings indicate that PROMsThe reviewed articles included qualitative, mixed-methods, and systematic review studies guided by the PRISMA framework. The findings indicate that PROMs
UNPARUNPAR Penggunaan media konkret tidak hanya membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif, tetapi juga mendukung siswa dalam menghubungkan konsep-konsep abstrakPenggunaan media konkret tidak hanya membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif, tetapi juga mendukung siswa dalam menghubungkan konsep-konsep abstrak
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Hasil analisis menunjukkan variasi tingkat AQ di antara subjek, dengan beberapa dikategorikan sebagai Campers, Climbers, dan Quitters. Proses wawancaraHasil analisis menunjukkan variasi tingkat AQ di antara subjek, dengan beberapa dikategorikan sebagai Campers, Climbers, dan Quitters. Proses wawancara
BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL Dalam percobaan klinis ini, 75 mahasiswi berusia 18-22 tahun dievaluasi selama dua siklus menstruasi. Di siklus pertama, peserta menerima metode peredaanDalam percobaan klinis ini, 75 mahasiswi berusia 18-22 tahun dievaluasi selama dua siklus menstruasi. Di siklus pertama, peserta menerima metode peredaan
Useful /
IJHPIJHP Kombinasi terapi antibiotik dengan pemantauan ketat terbukti cocok untuk kasus moderat, sedangkan operasi dini lebih disarankan pada infeksi yang parah.Kombinasi terapi antibiotik dengan pemantauan ketat terbukti cocok untuk kasus moderat, sedangkan operasi dini lebih disarankan pada infeksi yang parah.
UDBUDB Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis berfokus pada data angka yang dapat diolah menggunakan perhitungan statistik. Tujuan penelitianPenelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis berfokus pada data angka yang dapat diolah menggunakan perhitungan statistik. Tujuan penelitian
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Pecahan juga dianggap mempengaruhi pengetahuan matematika lainnya, seperti aljabar. Peneliti telah memperkenalkan sebuah inovasi yang disebut FractionPecahan juga dianggap mempengaruhi pengetahuan matematika lainnya, seperti aljabar. Peneliti telah memperkenalkan sebuah inovasi yang disebut Fraction
UGMUGM Evaluasi kemampuan model PER cross-sectional dilakukan dengan mengembangkan tiga model regresi dari periode waktu yang berbeda, yaitu tahun 1995, 1996,Evaluasi kemampuan model PER cross-sectional dilakukan dengan mengembangkan tiga model regresi dari periode waktu yang berbeda, yaitu tahun 1995, 1996,