IJHPIJHP

International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP)International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP)

Lansia sering mengalami penurunan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari, keseimbangan, dan meningkatnya risiko jatuh. Masalah tersebut dapat dikelola dengan terapi non-farmakologis. Salah satu terapi non-farmakologis yang dapat diterapkan pada lansia adalah Square Stepping Exercise (SSE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek SSE terhadap aktivitas sehari-hari, keseimbangan, dan risiko jatuh pada lansia. Desain studi menggunakan kuasi‑eksperimen dengan kelompok kontrol pra‑dan pasca‑intervensi, masing‑masing 20 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling berturut‑turut; variabel independen adalah SSE, sedangkan variabel dependen meliputi aktivitas sehari-hari, keseimbangan, dan risiko jatuh. Instrumen penelitian meliputi Barthel Index, tes keseimbangan, dan tes Timed Up‑and‑Go. Penelitian dilaksanakan di Pusat Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lansia (PPRSLU) Budi Sejahtera Banjarbaru. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon signed‑rank. Hasil menunjukkan bahwa SSE berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas sehari‑hari pada kelompok intervensi, namun tidak berpengaruh pada kelompok kontrol. Tidak ditemukan pengaruh SSE terhadap keseimbangan maupun risiko jatuh pada kedua kelompok. Temuan ini menyarankan perlunya intervensi lebih intensif atau kombinasi dengan latihan lain untuk memperoleh manfaat pada keseimbangan dan pencegahan jatuh.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat pengaruh Square Stepping Exercise terhadap aktivitas sehari‑hari lansia pada kelompok intervensi, namun tidak terdapat pengaruh pada kelompok kontrol.Tidak terdapat pengaruh Square Stepping Exercise terhadap keseimbangan lansia pada kelompok intervensi maupun kontrol.Tidak terdapat pengaruh Square Stepping Exercise terhadap risiko jatuh lansia pada kelompok intervensi maupun kontrol.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi pengaruh program Square Stepping Exercise dengan durasi yang lebih panjang, misalnya delapan hingga dua belas minggu, terhadap peningkatan keseimbangan dan penurunan risiko jatuh pada lansia, sehingga dapat mengatasi keterbatasan durasi intervensi pada studi ini. Selain itu, diperlukan studi komparatif yang membandingkan efek SSE saja dengan kombinasi SSE dan latihan beban resistif, untuk mengetahui apakah penambahan beban meningkatkan kekuatan otot ekstremitas bawah dan memberikan perlindungan lebih efektif terhadap jatuh. Selanjutnya, penelitian dapat meneliti hubungan antara SSE dan fungsi kognitif serta kemampuan melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari pada kelompok lansia dengan tingkat sarkopenia yang beragam, sehingga dapat mengidentifikasi sub‑populasi yang paling diuntungkan dari intervensi ini. Metode yang dapat digunakan meliputi desain randomized controlled trial dengan penilaian longitudinal menggunakan skala Berg Balance, Morse Fall Scale, serta tes kognitif seperti MMSE, untuk memastikan validitas hasil. Analisis data dapat dilakukan dengan model mixed‑effects untuk mengontrol variabel demografis dan tingkat keseriusan sarkopenia, sehingga memungkinkan generalisasi temuan ke populasi lansia yang lebih luas.

  1. Sarcopenia: revised European consensus on definition and diagnosis | Age and Ageing | Oxford Academic.... academic.oup.com/ageing/article/48/1/16/5126243Sarcopenia revised European consensus on definition and diagnosis Age and Ageing Oxford Academic academic oup ageing article 48 1 16 5126243
  2. Development and Evaluation of Statistical Models Based on Machine Learning Techniques for Estimating... mdpi.com/1660-4601/19/13/7728Development and Evaluation of Statistical Models Based on Machine Learning Techniques for Estimating mdpi 1660 4601 19 13 7728
Read online
File size283.55 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test