Yogya UMBYogya UMB

JELE (Journal of English Language and Education)JELE (Journal of English Language and Education)

Penelitian ini menyelidiki pengaruh penggunaan role-play sebagai teknik pengajaran dalam mengajar berbicara bahasa Inggris pada siswa kelas sembilan SMP Negeri 9 Bekasi. Ada dua variabel, yaitu teknik pengajaran role-play sebagai variabel independen dan keterampilan berbicara siswa sebagai variabel dependen. Populasi terdiri dari 62 siswa dari semua kelas (2 kelas). Penelitian ini menggunakan sampel populasi karena jumlah sampel sama dengan jumlah populasi. Dengan simple random sampling, penulis menentukan satu kelas sebagai kelas eksperimental dan kelas lainnya sebagai kelas kontrol. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi eksperimental. Desain penelitian menggunakan post-test only. Instrumen terdiri dari 3 indikator dengan 4 sub-indikator untuk masing-masing. Tes menggunakan teknik lisan dari keterampilan berbicara siswa dalam role-play. Hasil tes instrumen adalah validitas. Hal ini menentukan lebih tinggi dari 0,275 dari standar korelasi Pearson. Instrumen juga menunjukkan reliabilitas. Hal ini menentukan lebih tinggi dari 0,5000 dari skala alpha. Tes normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov lebih rendah dari 0,240. Artinya, populasi adalah normalitas. Hasil uji hipotesis dengan R-square adalah 0,743. Hal ini menentukan bahwa pengaruh adalah 74,3% dengan menggunakan teknik role-play. Penulis menyimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari penggunaan role-play terhadap keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa kelas sembilan SMP Negeri 9 Bekasi.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknik pengajaran berbicara menggunakan role-play mempengaruhi keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa kelas sembilan SMP Negeri 9 Bekasi.Uji R-square menentukan bahwa menggunakan teknik role-play adalah 74,3% lebih tinggi daripada menggunakan teknik pengajaran konvensional 25,7%.Sukses menggunakan teknik role-play adalah 64,5%, yang berarti bahwa menggunakan teknik role-play didukung untuk digunakan dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa.Sesuai dengan itu, belajar melalui teknik pengajaran konvensional belum memberikan peningkatan yang baik dalam kemampuan berbicara siswa kelas sembilan SMP Negeri 9 Bekasi, meskipun mereka telah menghabiskan lebih banyak jam di kelas mereka.Sangat penting teknik pengajaran bagi siswa dalam belajar berbicara melalui teknik role-play.Siswa memiliki keterampilan berbicara bahasa Inggris yang rendah karena salah satu faktor adalah teknik pengajaran.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa aspek. Pertama, dapat dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi dampak role-play pada keterampilan berbicara siswa dengan menggunakan desain penelitian yang lebih kompleks, seperti penelitian longitudinal atau studi kasus. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas role-play dengan teknik pengajaran lainnya dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi keberhasilan role-play dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa, seperti motivasi siswa, lingkungan belajar, atau dukungan guru. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih mendalam tentang peran dan manfaat role-play dalam pembelajaran bahasa Inggris, khususnya dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa.

  1. The Influence of Role Play on Students' English Speaking Skill at Nine Graders | JELE (Journal of... ejurnal.mercubuana-yogya.ac.id/index.php/jele/article/view/282The Influence of Role Play on Students English Speaking Skill at Nine Graders JELE Journal of ejurnal mercubuana yogya ac index php jele article view 282
Read online
File size723.5 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test