STIKESMITRAADIGUNASTIKESMITRAADIGUNA

Jurnal Kesehatan dan PembangunanJurnal Kesehatan dan Pembangunan

Keluarga Berencana (KB) adalah tindakan yang membantu pasangan suami istri untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang memang sangat diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri serta menentukan jumlah anak dalam keluarga. Metode MKJP diharapkan dapat mengatur laju pertumbuhan penduduk. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif menggunakan metode survey analitik yaitu survei atau penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi dengan pendekatan Cross Sectional dimana variabel-variabel independen (pengetahuan, dukungan suami, sikap ibu, paritas, peran petugas kesehatan) dan variabel dependen Akseptor Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Populasi dalam penelitian ini adalah aseptor KB aktif di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Raja januari sampai juli Tahun 2021 berjumlah 1809 orang, teknik sampel Stratified Random . Berdasarkan analisa bivariat dengan uji Chi-Square menunjukkan ρ value 0,020 < 0,05. Ini berarti ada hubungan antara peran petugas kesehatan dengan Akseptor Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2021hasil penelitian ada hubungan pengetahuan, dukungan suami, sikap ibu, paritas, peran petugas kesehatan dengan Akseptor Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Saran diharapkan petugas kesehatan diharapkan dapat selalu memberikan konseling tentang kontrasepsi.

Penelitian ini menemukan adanya hubungan signifikan secara simultan antara pengetahuan, dukungan suami, sikap ibu, paritas, dan peran petugas kesehatan dengan akseptor metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Raja pada tahun 2021.Selain itu, masing‑masing variabel pengetahuan, dukungan suami, sikap ibu, paritas, dan peran petugas kesehatan juga menunjukkan hubungan parsial dengan akseptor MKJP.Temuan tersebut menegaskan pentingnya faktor‑faktor tersebut dalam meningkatkan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efektivitas program konseling kontrasepsi yang disesuaikan dengan tingkat pengetahuan dan sikap ibu, dengan mengukur perubahan penggunaan MKJP setelah intervensi. Selanjutnya, studi kuantitatif dapat menyelidiki peran program keterlibatan suami dalam keputusan kontrasepsi, misalnya melalui percobaan terkontrol yang membandingkan kelompok yang menerima edukasi pasangan versus kelompok kontrol, untuk memahami pengaruh dukungan suami terhadap kepatuhan jangka panjang. Terakhir, penelitian longitudinal dapat meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan penggunaan MKJP selama dua hingga lima tahun, termasuk analisis dampak paritas dan peran petugas kesehatan dalam mempertahankan kepatuhan, sehingga memberikan gambaran komprehensif tentang determinan keberhasilan program kontrasepsi jangka panjang.

Read online
File size785.96 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test