STIKESMITRAADIGUNASTIKESMITRAADIGUNA

Jurnal Kesehatan dan PembangunanJurnal Kesehatan dan Pembangunan

Perdarahan merupakan penyebab kematian ibu nomor satu 40-60% kematian ibu melahirkan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian retensio plasenta di Rumah Sakit Umum Daerah Prabumulih Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode survey analitik melalui pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Prabumulih Tahun 2020 berjumlah 678 dengan menggunakan teknik random, secara simple random sampling (pengambilan sampel secara acak sederhana) dengan jumlah sampel 88 responden. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data yang diambil dari observasi medical record dengan menggunakan check list. Hasil analisis univariat didapatkan bahwa dari 88 responden yang mengalami retensio plasenta sebanyak 43 orang (48,9%) lebih kecil dibandingkan dengan responden yang tidak mengalami retensio plasenta sebanyak 45 orang (51,1%). Dari hasil analisis bivariat diperoleh P Value = 0,047 < 0,05 hal ini menunjukkan ada hubungan bermakna umur dengan kejadian retensio plasenta, diperoleh P Value = 0,029 < 0,05 ada hubungan bermakna antara paritas dengan retensio plasenta, diperoleh P Value = 0,006 < 0,05 ada hubungan riwayat abortus dengan retensio plasenta dan diperoleh P Value = 0,000 < 0,05 hal ini menunjukkan ada hubungan bermakna antara riwayat seksio sesarea dengan kejadian retensio plasenta. Diharapkan para petugas Kesehatan dapat lebih intens lagi dalam memberikan penyuluhan pada ibu hamil, sehingga tanda – tanda dari retensio plasenta dapat diketahui secara dini dan dapat meminimal komplikasi pada ibu hamil.

Analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara umur ibu dan kejadian retensio plasenta di RSUD Prabumulih tahun 2020.Selain itu, paritas, riwayat abortus, dan riwayat seksio sesarea juga terbukti berhubungan secara parsial dengan kejadian tersebut.Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan faktor‑faktor risiko tersebut dalam upaya pencegahan retensio plasenta.

Penelitian lanjutan dengan desain kohort prospektif dapat diarahkan untuk mengembangkan dan menguji model prediktif retensio plasenta yang memadukan variabel demografis seperti usia ibu, status paritas, serta riwayat obstetrik meliputi abortus dan sekuesio sesarea, dengan tujuan menyediakan alat skrining yang dapat diterapkan pada kunjungan antenatal rutin di RSUD Prabumulih. Selanjutnya, diperlukan sebuah uji coba terkontrol (randomized controlled trial) yang menilai efektivitas program edukasi antenatal terfokus pada pengetahuan faktor‑risiko retensio plasenta, dimana kelompok intervensi menerima materi interaktif dan konseling intensif, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan standar pelayanan, untuk mengukur pengaruhnya terhadap penurunan kejadian retensio plasenta. Penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan focus group discussion dapat mengeksplorasi persepsi, hambatan, serta pengalaman perempuan hamil dalam mengenali tanda‑tanda awal retensio plasenta, sehingga dapat mengidentifikasi kebutuhan edukasi yang relevan dan faktor budaya yang mempengaruhi kepatuhan terhadap tindakan pencegahan. Selain itu, studi observasional multi‑pusat yang membandingkan profil risiko retensio plasenta antara rumah sakit perkotaan dan pedesaan dapat membantu mengungkap perbedaan pola layanan kesehatan dan memperkuat kebijakan distribusi sumber daya secara merata. Hasil dari rangkaian penelitian tersebut diharapkan memberikan bukti ilmiah yang komprehensif untuk merumuskan pedoman klinis berbasis data lokal, meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam deteksi dini, serta mengoptimalkan strategi pencegahan retensio plasenta bagi seluruh ibu hamil di wilayah Prabumulih.

Read online
File size317.87 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test