POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG

Midwifery and Nursing ResearchMidwifery and Nursing Research

Latar Belakang: Salah satu indikator keberhasilan program nasional adalah cakupan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang. Rumah Sakit Regional Muntilan telah melaksanakan program layanan keluarga berencana, namun cakupan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang masih rendah. Media video merupakan media berbasis digital yang efektif untuk memberikan edukasi kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efektivitas edukasi kesehatan melalui video terhadap sikap dan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang. Metode: Penelitian kuasi‑eksperimental dengan desain kelompok kontrol tidak ekuivalen. Variabel independen adalah edukasi kesehatan melalui media video, sedangkan variabel dependen adalah sikap dan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (LTCM). Penelitian dilakukan pada Februari–Maret 2024 dengan teknik purposive sampling, melibatkan 66 responden yang dibagi rata menjadi kelompok intervensi (video animasi) dan kelompok kontrol (leaflet). Analisis data menggunakan Mann‑Whitney dan Chi‑Square. Hasil: Mayoritas responden berpendidikan SMA (65,15%), tidak bekerja (83,33%), berusia <28 tahun (62,12%) dan sudah menggunakan LTCM (69,70%). Terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,000), dengan mean rank video (43,68) lebih tinggi dibanding leaflet (23,22). Analisis chi‑square menunjukkan perbedaan signifikan dalam penggunaan LTCM antara kelompok sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,007). Kesimpulan: Media video dapat meningkatkan sikap dan pilihan kontrasepsi pascapersalinan.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa media video efektif dalam meningkatkan sikap dan penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang.Midwives di RSUD Muntilan disarankan untuk memanfaatkan media video dalam memberikan edukasi kesehatan keluarga berencana, dengan menggabungkannya bersama leaflet untuk meningkatkan pengetahuan dalam pemilihan dan penggunaan kontrasepsi jangka panjang.

Penelitian lanjutan dapat meneliti pertanyaan: bagaimana perbandingan efektivitas antara video edukasi interaktif yang memungkinkan peserta memilih segmen informasi secara mandiri dengan video edukasi statis tradisional dalam meningkatkan penerimaan metode kontrasepsi jangka panjang pada ibu pascapersalinan di berbagai wilayah Indonesia? Selain itu, perlu dilakukan studi longitudinal untuk menilai sejauh mana pengetahuan dan sikap yang diperoleh dari intervensi video tetap terjaga serta apakah penggunaan kontrasepsi jangka panjang dipertahankan selama enam bulan atau lebih setelah intervensi. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi dampak penambahan fitur pengingat melalui aplikasi seluler yang terintegrasi dengan materi video edukasi terhadap kepatuhan ibu dalam penggunaan kontrasepsi jangka panjang, termasuk analisis faktor motivasi dan hambatan yang muncul. Ketiga rancangan penelitian tersebut akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai strategi edukasi digital yang optimal, memperluas temuan saat ini, dan mendukung kebijakan program keluarga berencana yang berbasis bukti. Penelitian juga perlu memperhitungkan faktor demografis seperti tingkat pendidikan, status pekerjaan, dan dukungan suami untuk memahami variabel yang memoderasi efektivitas media edukasi. Dengan melibatkan beberapa rumah sakit daerah dan memperluas sampel, studi selanjutnya dapat meningkatkan generalisasi temuan dan memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih kuat.

  1. DETERMINAN PENGGUNAAN KB METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAWAWOI KABUPATEN... doi.org/10.30597/hjph.v2i2.13639DETERMINAN PENGGUNAAN KB METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAWAWOI KABUPATEN doi 10 30597 hjph v2i2 13639
Read online
File size234.61 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test