STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT

MEDICA MAJAPAHITMEDICA MAJAPAHIT

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang dapat menghambat pencapaian perkembangan fisik dan kognitif optimal pada masa depan. Stunting dipengaruhi oleh ketersediaan pangan, pola asuh, dan sanitasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh pola asuh, pola makan, dan pola sanitasi terhadap kejadian stunting di Desa Rebalas, wilayah Puskesmas Grati, Kabupaten Pasuruan. Penelitian menggunakan desain case‑control dengan populasi anak usia di bawah lima tahun yang dibagi menjadi kelompok stunting dan normal, berjumlah 47 responden dengan rasio 1:1 yang dipilih secara purposive sampling. Variabel independen meliputi pola asuh, pola makan, dan pola sanitasi, sedangkan variabel dependen adalah kejadian stunting. Data yang terkumpul diproses melalui editing, coding, scoring, dan tabulasi, kemudian dianalisis dengan uji Chi‑Square. Hasil menunjukkan bahwa responden yang memiliki pola asuh, pola makan, dan pola sanitasi tidak menguntungkan hampir setengahnya memiliki anak stunting. Uji Chi‑Square menghasilkan nilai probabilitas = 0,0000 (<0,05) sehingga hipotesis H1 diterima, yang berarti terdapat pengaruh signifikan dari ketiga pola tersebut. Anak usia di bawah lima tahun dengan tinggi badan normal memiliki pola asuh, pola makan, dan pola sanitasi yang lebih baik dibandingkan anak stunting dengan latar belakang ekonomi keluarga yang sama. Peningkatan masalah gizi dapat dicapai melalui pemberdayaan masyarakat sebagai upaya preventif dan promotif untuk mengubah kebiasaan keluarga serta mengenali dan menyebarkan kebiasaan positif ibu terhadap anak balita kepada ibu lain.

Penelitian ini menemukan bahwa setengah dari 94 responden mengalami stunting, sementara setengah lainnya tidak.Pola asuh, pola makan, dan pola sanitasi yang kurang baik secara signifikan berhubungan dengan tingginya angka stunting pada balita.Sebagian besar balita yang diteliti memiliki stunting ketika ibunya memiliki praktik asuh, kebiasaan makan, atau sanitasi lingkungan yang tidak memadai.

Penelitian lanjutan sebaiknya menggunakan desain longitudinal untuk mengevaluasi hubungan kausal antara pola asuh dan kejadian stunting pada anak balita selama beberapa tahun, sehingga dapat mengidentifikasi faktor‑faktor kritis yang mempengaruhi pertumbuhan. Selanjutnya, diperlukan uji intervensi yang menggabungkan pendidikan gizi bagi ibu dengan perbaikan infrastruktur sanitasi di lingkungan rumah, guna menilai efektivitas kombinasi kedua pendekatan dalam menurunkan prevalensi stunting. Selain itu, studi kualitatif yang mendalam diperlukan untuk mengeksplorasi persepsi budaya, kepercayaan, dan hambatan sosial yang memengaruhi praktik pola asuh dan pola makan di komunitas desa, sehingga strategi intervensi dapat disesuaikan dengan konteks lokal dan meningkatkan keberlanjutan program kesehatan masyarakat.

Read online
File size252.19 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test