ACEHPROVACEHPROV

Journal of Medical ScienceJournal of Medical Science

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional akan berdampak besar terhadap terjadinya resistensi. Permintaan antibiotik restriksi kategori reserve saat ini dilakukan melalui proses manual, yang dinilai kurang efisien dan berpotensi menimbulkan kesalahan. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sistem informasi pengendalian penggunaan antibiotik restriksi kategori reserve pada pasien rawat inap di RSUDZA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan aplikasi Antibiotik Restriksi telah mencapai 80%, dengan total 16 sampel pasien rawat inap yang diresepkan antibiotik kategori reserve. Dari sampel tersebut, 9 disetujui dan 7 tidak disetujui oleh KPRA. Informasi persetujuan penggunaan antibiotik restriksi secara otomatis akan terkirim melalui pesan tulis pada aplikasi Whatsapp. Rerata waktu tanggap konfirmasi persetujuan permintaan antibiotik kategori reserve adalah 42,6 menit. Selama uji coba penggunaan aplikasi sistem informasi ini, diperlukan evaluasi dan monitoring untuk mendukung pengembangan aplikasi sistem informasi antibiotik restriksi di masa yang akan datang.

Rancangan sistem aplikasi antibiotik restriksi mencapai 80% dan sudah diuji coba pada pasien rawat inap dewasa sebanyak 16 pasien.Rerata waktu tanggap konfirmasi penggunaan antibiotik restriksi kategori reserve menggunakan aplikasi Antibiotik Restriksi adalah 42,6 menit.Hasil evaluasi permintaan antibiotik kategori reserve menunjukkan 9 sampel yang disetujui dan 7 yang tidak disetujui.Setiap pengisian formulir permintaan antibiotik oleh DPJP akan secara otomatis dikirimkan melalui platform WhatsApp kepada dokter penanggung jawab KPRA.Sistem ini dirancang untuk memberikan umpan balik secara otomatis dan mendukung dokumentasi yang akurat dalam pelaksanaan program KPRA.Pengembangan sistem aplikasi antibiotik restriksi diharapkan dapat mengoptimalkan pelayanan permintaan antibiotik kategori reserve, meningkatkan penggunaan antibiotik rasional, dan mencegah resistensi.

Untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi sistem informasi antibiotik restriksi, perlu dilakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada pengembangan algoritma pengambilan keputusan berbasis kecerdasan buatan. Algoritma ini dapat menganalisis data pasien, pola resistensi, dan faktor-faktor lainnya untuk merekomendasikan pilihan antibiotik yang optimal. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi integrasi sistem informasi dengan platform komunikasi medis yang lebih aman dan terintegrasi, seperti sistem pesan internal rumah sakit atau platform komunikasi medis khusus. Dengan demikian, sistem informasi antibiotik restriksi dapat memberikan dukungan yang lebih komprehensif dan terintegrasi dalam pengendalian penggunaan antibiotik.

  1. Sistem Informasi Pengendalian Penggunaan Antibiotik Di RSUD dr. Zainoel Abidin | Journal of Medical Science.... rsudza.acehprov.go.id/publikasi/index.php/JMS/article/view/230Sistem Informasi Pengendalian Penggunaan Antibiotik Di RSUD dr Zainoel Abidin Journal of Medical Science rsudza acehprov go publikasi index php JMS article view 230
Read online
File size631.28 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test