ACEHPROVACEHPROV

Journal of Medical ScienceJournal of Medical Science

Penyakit infeksi menular masih merupakan satu jenis penyakit yang masih menjadi tantangan di Indonesia. Penyakit ini tetap menjadi salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia baik berupa penyakit infeksi baru (new emerging diseases) atau munculnya kembali penyakit menular lama (reemerging diseases). Pendidikan dan pengetahuan masyarakat terkait penyakit infeksi sendiri merupakan salah hal yang mempengaruhi host manusia. Dalam beberapa penelitian sudah dibuktikan bagaimana pendidikan dan pengetahuan dapat berkontribusi dalam terjadinya penyakit. SARI CERI (sayangi diri, cegah reinfeksi) merupakan suatu inovasi yang akan dikembangkan oleh Instalasi Pusat Pelayanan Penyakit Infeksi di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh. Dalam inovasi ini, pasien akan dikenalkan dengan jenis penyakit yang diderita, diberikan pemahaman terhadap cara penularan dan bagaimana mencegah penularan penyakit tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektifitas inovasi SARI CERI dalam meningkatkan pengetahuan pasien terhadap penyakit infeksi yang dideritanya, baik terkait penyakit, penularan dan pencegahan. Penelitian ini merupakan suatu penelitian dengan desain one group pretest posttest study. Penelitian dilakukan di ruang Quba, ruang rawat penyakit infeksi RSUDZA. Pasien dan keluarga pasien diberikan quisioner sebagai pretest di awal rawatan, kemudian dalam rawatan diberikan kartu SARI CERI dan dilakukan edukasi. Pasien dan keluarga pasien akan diberikan quisioner sebagai bentuk posttest. Dari hasil penelitian, terlihat dalam 3 bulan rentang waktu 1 April 2024 s.d 31 Juli 2024 dengan jumlah subjek 33 orang terjadi peningkatan pengetahuan terhadap seluruh pasien dan keluarga pasien setelah diberikan edukasi dengan kartu SARI CERI dalam hal pemahaman terkait infeksi, penularan dan pencegahan penularan.

Inovasi SARI CERI bisa meningkatkan pengetahuan pasien tentang jenis penyakit, cara penularan dan cara pencegahan penyakit infeksi menular yang diderita.Selain itu terlihat adanya faktor dan pengaruh komunikasi efektif dalam penerapan inovasi sehingga hasil yang diperoleh dapat maksimal.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi sejauh mana pengetahuan yang diperoleh melalui inovasi SARI CERI tetap terjaga dalam jangka waktu yang lebih panjang, misalnya dengan melakukan survei ulang tiga sampai enam bulan setelah intervensi dan menganalisis faktor‑faktor yang mempengaruhi retensi informasi. Studi perbandingan dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas SARI CERI dengan media edukasi lain seperti aplikasi mobile atau video interaktif pada populasi pasien dengan latar belakang pendidikan dan usia yang beragam, sehingga dapat diketahui pendekatan mana yang memberikan peningkatan pengetahuan paling signifikan. Penelitian kohort prospektif dapat meneliti apakah peningkatan pengetahuan yang dihasilkan oleh SARI CERI berhubungan dengan penurunan kejadian reinfeksi atau komplikasi infeksi pada pasien, dengan mengumpulkan data klinis selama periode follow‑up satu tahun.

  1. Impact of Health Education on Knowledge and Behaviors toward Infectious Diseases among Students in Gansu... doi.org/10.1155/2018/6397340Impact of Health Education on Knowledge and Behaviors toward Infectious Diseases among Students in Gansu doi 10 1155 2018 6397340
  2. Efektivitas Inovasi SARI CERI (Sayangi Diri, Cegah Reinfeksi) Dalam Meningkatkan Pengetahuan Pasien Terhadap... doi.org/10.55572/jms.v6i1.220Efektivitas Inovasi SARI CERI Sayangi Diri Cegah Reinfeksi Dalam Meningkatkan Pengetahuan Pasien Terhadap doi 10 55572 jms v6i1 220
Read online
File size288.21 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test