JCEHJCEH

Journal of Community Engagement in HealthJournal of Community Engagement in Health

Perilaku seksual remaja menjadi perhatian besar dalam kesehatan masyarakat karena kaitannya dengan infeksi menular seksual, kehamilan yang tidak direncanakan, dan masalah psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang terkait dengan perilaku seksual remaja di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Desain studi potong lintang dilakukan terhadap 150 remaja berusia 15–19 tahun yang dipilih menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur yang mencakup pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, sikap terhadap seks pranikah, pengaruh teman sebaya, paparan media, dan perilaku seksual. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa 38,7% responden memiliki perilaku seksual berisiko. Pengetahuan (p=0,002), sikap (p=0,001), pengaruh teman sebaya (p=0,000), dan paparan media (p=0,004) secara signifikan terkait dengan perilaku seksual remaja. Pengaruh teman sebaya merupakan faktor paling dominan (OR=3,45). Simpulannya, perilaku seksual remaja dipengaruhi oleh faktor individu dan sosial. Dianjurkan untuk memperkuat edukasi kesehatan reproduksi dan intervensi berbasis teman sebaya di Puskesmas.

Perilaku seksual berisiko pada remaja di Puskesmas dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, pengaruh teman sebaya, dan paparan media.Faktor paling dominan adalah pengaruh teman sebaya.Pendidikan kesehatan reproduksi yang komprehensif dan intervensi berbasis teman sebaya sangat penting untuk mengurangi perilaku seksual berisiko pada remaja.

Pertama, perlu diteliti bagaimana efektivitas program edukasi kesehatan reproduksi berbasis teman sebaya di Puskesmas ketika diterapkan secara konsisten selama satu tahun, apakah mampu menurunkan angka perilaku seksual berisiko dibandingkan dengan kelompok yang hanya menerima konseling biasa. Kedua, penting untuk mengeksplorasi bagaimana paparan konten media digital, khususnya media sosial dan aplikasi percakapan, membentuk norma sosial remaja terkait seksualitas, serta bagaimana norma tersebut memediasi pengaruh teman sebaya terhadap perilaku berisiko. Ketiga, perlu dikaji bagaimana pengetahuan kesehatan reproduksi yang diperoleh dari berbagai sumber—seperti sekolah, Puskesmas, keluarga, dan internet—berinteraksi dengan sikap religius dan nilai budaya lokal dalam membentuk keputusan seksual remaja di daerah urban dan semi-urban. Studi-studi ini dapat memberikan dasar untuk intervensi yang lebih kontekstual, berkelanjutan, dan terintegrasi dengan lingkungan sosial remaja.

  1. Factors Associated with Adolescent Sexual Behavior at Public Health Centers (Puskesmas): A Cross-Sectional... doi.org/10.30994/jceh.v9i1.780Factors Associated with Adolescent Sexual Behavior at Public Health Centers Puskesmas A Cross Sectional doi 10 30994 jceh v9i1 780
Read online
File size92.2 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test