YARSIYARSI

Jurnal Kedokteran YARSIJurnal Kedokteran YARSI

Status gizi balita adalah tolok ukur kondisi tubuh yang dapat dinilai melalui indeks Berat Badan Menurut Umur (BB/U), Tinggi Badan Menurut Umur (TB/U), dan Berat Badan Menurut Tinggi Badan (BB/TB). Penelitian jenis deskriptif analitik cross-sectional dilakukan dengan populasi 109 ibu dan balita, diambil sampel 61 ibu yang datang ke Posyandu Desa Pasir Kupa. Hasil menunjukkan terdapat 6 balita dengan gizi kurang dan 5 balita dengan stunting; tidak ditemukan perbedaan bermakna antara penghasilan keluarga dengan status gizi balita (BB/U dan TB/U). Pentingnya mencukupi kebutuhan keluarga dan edukasi pemilihan makanan bernutrisi bagi anak agar status gizi anak terjaga.

Tidak ditemukan hubungan bermakna antara pendapatan keluarga dan status gizi balita.Semua balita dengan gizi kurang berasal dari keluarga dengan pendapatan cukup, serta sebagian besar balita stunting berasal dari keluarga berpendapatan cukup.Oleh karena itu, faktor lain selain pendapatan, seperti kebiasaan makanan dan edukasi gizi, perlu diperhatikan.

Penelitian selanjutnya dapat memperluas sampel ke desa-desa sekitarnya agar representasi populasi lebih luas, menambahkan variabel seperti tingkat pendidikan ibu, akses layanan kesehatan, dan pola makan harian balita untuk memeriksa pengaruh faktor-faktor tersebut secara bersamaan; studi longitudinal dapat menilai perubahan status gizi balita seiring waktu dan bagaimana intervensi edukasi gizi memengaruhi dinamika status gizi; tambahan, pendekatan campuran kuantitatif‑kualitatif dapat memberikan pemahaman mendalam mengenai persepsi dan praktik orang tua dalam memenuhinya kebutuhan gizi balita, sehingga kebijakan kesehatan masyarakat dapat disesuaikan lebih tepat sasaran.

Read online
File size186.73 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test