YARSIYARSI

Junior Medical JournalJunior Medical Journal

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas injeksi Ranibizumab dan Brolucizumab terhadap penderita retinopati diabetik dan tinjauannya dalam pandangan Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 20 pasien retinopati diabetik di RS Puri Cinere, dengan 8 orang (40 %) menerima Ranibizumab dan 12 orang (60 %) menerima Brolucizumab. Dari total 20 pasien, 13 pasien mengalami perbaikan penglihatan sementara 7 pasien tidak menunjukkan perbaikan. Sebagian besar pasien yang mengalami perbaikan menggunakan Brolucizumab. Menurut Islam, retinopati diabetik merupakan objek penelitian yang harus dikaji dalam rangka pengembangan ilmu kedokteran, dan penderita disarankan menjaga pola hidup sehat serta menggunakan pengobatan yang halal.

Berdasarkan analisis rekam medis 20 pasien retinopati diabetik di RS Puri Cinere tahun 2022‑2023, 13 pasien (65 %) menunjukkan perbaikan tajam penglihatan setelah terapi intravitreal dengan Ranibizumab atau Brolucizumab, dengan mayoritas (60 %) menerima Brolucizumab.Meskipun perbaikan lebih tinggi pada kelompok Brolucizumab, perbedaan efektivitas antara kedua obat tidak mencapai signifikansi statistik (p = 0,586).Dari perspektif Islam, penggunaan obat harus memperhatikan prinsip kehalalan, sehingga disarankan penelitian lebih luas dengan sampel yang lebih besar untuk menilai efektivitas serta kepatuhan terhadap standar halal dalam terapi retinopati diabetik.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas intravitreal anti‑VEGF pada populasi yang lebih besar dan beragam untuk mengevaluasi perbedaan signifikan antara Ranibizumab dan Brolucizumab secara statistik; studi ini juga dapat menambahkan analisis subkelompok berdasarkan tingkat keparahan retinopati (NPDR vs PDR) guna menentukan apakah tingkat keparahan mempengaruhi respons terapi. Selanjutnya, diperlukan penelitian kualitatif yang mengeksplorasi persepsi pasien Muslim terhadap kehalalan obat anti‑VEGF, termasuk faktor-faktor religius yang memengaruhi kepatuhan pengobatan dan pilihan terapi, serta bagaimana standar halal dapat diintegrasikan dalam proses produksi dan distribusi obat. Terakhir, sebuah studi intervensi dapat menilai efek kombinasi antara terapi anti‑VEGF dengan program edukasi diet halal dan gaya hidup sehat pada penderita diabetes, untuk mengetahui kontribusi pendekatan multidisiplin terhadap perbaikan visual dan kontrol glikemik jangka panjang.

Read online
File size286.06 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test