IJHPIJHP

International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP)International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP)

Karsinoma serviks merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat, dengan kasus global mencapai 662.301 dan menyebabkan 348.874 kematian pada tahun 2022. Hampir semua kasus karsinoma serviks terkait dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV) yang menetap. Inhibitor kinase siklus sel yang bergantung pada p16 berfungsi sebagai biomarker pengganti yang andal untuk karsinoma serviks yang terkait dengan HPV. Studi observasional deskriptif ini menganalisis dataset dari file akademik Ani Oranda Panjaitan_Fajar Lamhot Gultom.docx, yang memeriksa profil ekspresi imunohistokimia protein p16 pada pasien karsinoma serviks di Siloam MRCCC Cancer Hospital pada tahun 2022. Dari 42 kasus arsip, karsinoma sel skuamosa (SCC) adalah subtype dominan dengan 34 kasus (81%), diikuti oleh adenokarsinoma dan adenoskuamosa karsinoma dengan empat kasus (9,5%) masing-masing. Dari 32 pasien yang memenuhi kriteria inklusi ketat untuk pewarnaan imunohistokimia, 30 pasien (93,75%) menunjukkan ekspresi p16 positif, mengonfirmasi prevalensi tinggi karsinoma serviks yang terkait dengan HPV. Sebaliknya, dua pasien (satu SCC dan satu adenokarsinoma) menunjukkan hasil p16 negatif. Temuan ini menunjukkan bahwa lebih dari 93% kasus karsinoma serviks di fasilitas ini secara langsung terkait dengan HPV, dengan SCC tetap menjadi subtype dominan.

Studi ini menunjukkan bahwa karsinoma sel skuamosa (SCC) adalah subtype histologis dominan karsinoma serviks pada pasien di Siloam MRCCC Cancer Hospital pada tahun 2022, konsisten dengan distribusi yang dilaporkan dalam studi sebelumnya dan Klasifikasi Tumor WHO 2020.Evaluasi imunohistokimia menunjukkan proporsi tinggi ekspresi protein p16.Temuan ini mendukung peran p16 sebagai biomarker pengganti untuk karsinogenesis karsinoma serviks yang terkait dengan Human Papillomavirus (HPV) berisiko tinggi.Hasil ini menekankan kegunaan klinis imunohistokimia p16 sebagai alat diagnostik tambahan dalam evaluasi karsinoma serviks, khususnya dalam mengidentifikasi tumor yang terkait dengan HPV melalui pola pewarnaan blok difus dan kuat yang khas.Meskipun sebagian besar kasus menunjukkan positif p16, adanya kasus negatif menekankan pentingnya mengintegrasikan interpretasi imunohistokimia p16 dengan penilaian histopatologis dan, jika tersedia, pengujian molekuler HPV untuk klasifikasi tumor yang lebih komprehensif.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas ukuran sampel dan mengintegrasikan genotipe PCR HPV untuk memantau kehadiran virus. Selain itu, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki mekanisme di balik ekspresi p16 negatif pada beberapa kasus karsinoma serviks, serta mengeksplorasi heterogenitas biologis antara karsinoma serviks skuamosa dan adenokarsinoma. Penelitian ini dapat membantu meningkatkan pemahaman tentang peran p16 dalam karsinogenesis dan mengembangkan strategi diagnostik yang lebih akurat untuk deteksi dini dan manajemen karsinoma serviks.

Read online
File size335.13 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test