UINUIN

Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ)Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ)

Kontrol asma yang buruk dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas pada pasien asma. Oleh karena itu, penting untuk mendeteksinya sejak dini dan mengidentifikasi faktor-faktor terkait. Penelitian cross-sectional ini dilakukan dengan pengumpulan data pada pasien asma rawat jalan di sebuah rumah sakit tersier di Jakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kontrol asma. Tingkat kontrol asma diukur menggunakan kuesioner Asthma Control TestTM (ACTTM). Uji Chi-Square diterapkan menggunakan SPSS versi 25 untuk menentukan faktor risiko yang berpotensi terkait dengan tingkat kontrol asma. Empat puluh empat pasien memenuhi kriteria dan dimasukkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan 43,2% pasien asma tidak terkontrol, 27,4% pasien asma terkontrol buruk, dan pasien asma terkontrol baik sebanyak 29,5%. Kesimpulan: Tidak ditemukan faktor potensial yang berhubungan dengan tingkat kontrol asma pasien.

Tidak ditemukan faktor potensial yang berhubungan dengan tingkat kontrol asma pasien.Penelitian ini memiliki keterbatasan pada ukuran sampel yang relatif kecil dan durasi penelitian yang singkat.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang memengaruhi kontrol asma, seperti dukungan keluarga, psikologi, atau kepatuhan terhadap pengobatan.Dengan pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor ini, strategi intervensi yang lebih efektif dapat dikembangkan untuk meningkatkan kontrol asma dan kualitas hidup pasien.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian kuantitatif dengan desain kohort prospektif diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor longitudinal yang memengaruhi kontrol asma, termasuk faktor psikososial dan perilaku pasien. Kedua, penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam dapat dilakukan untuk memahami pengalaman pasien dalam mengelola asma mereka, termasuk hambatan dan fasilitator dalam kepatuhan terhadap pengobatan. Ketiga, penelitian intervensi yang mengevaluasi efektivitas program edukasi pasien dan dukungan diri dalam meningkatkan kontrol asma dan mengurangi beban penyakit perlu dilakukan. Dengan menggabungkan temuan dari penelitian-penelitian ini, kita dapat mengembangkan strategi yang lebih komprehensif dan berpusat pada pasien untuk meningkatkan kontrol asma dan kualitas hidup mereka.

  1. Relationship between asthma control status, the Asthma Control Test™ and urgent health‐care... doi.org/10.1111/j.1440-1843.2011.01954.xRelationship between asthma control status the Asthma Control TestyAEA and urgent healthyAAAacare doi 10 1111 j 1440 1843 2011 01954 x
  2. Failure in Asthma Control: Reasons and Consequences - Braido - 2013 - Scientifica - Wiley Online Library.... hindawi.com/journals/scientifica/2013/549252Failure in Asthma Control Reasons and Consequences Braido 2013 Scientifica Wiley Online Library hindawi journals scientifica 2013 549252
  3. Hubungan Kepatuhan Menggunakan Obat Inhaler β2-Agonis dan Kontrol Asma pada Pasien Asma | Haryanti... doi.org/10.15416/ijcp.2016.5.4.238Hubungan Kepatuhan Menggunakan Obat Inhaler 2 Agonis dan Kontrol Asma pada Pasien Asma Haryanti doi 10 15416 ijcp 2016 5 4 238
  4. The minimally important difference of the Asthma Control Test - Journal of Allergy and Clinical Immunology.... linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S0091674909012457The minimally important difference of the Asthma Control Test Journal of Allergy and Clinical Immunology linkinghub elsevier retrieve pii S0091674909012457
Read online
File size297.65 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test