IJHPIJHP

International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP)International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP)

Aktivitas penanganan material manual (MMH) di sektor pergudangan masih berpotensi menimbulkan risiko ergonomis karena beban angkat yang berat, frekuensi kerja yang tinggi, dan postur kerja yang kurang ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko MMH pada porter di Gudang Perum BULOG Gorontalo dengan menggunakan Metode Leitmerkmal (LMM). Penelitian dengan pendekatan kuantitatif dan desain deskriptif melibatkan seluruh 23 porter melalui teknik total sampling; data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan daftar periksa LMM, kemudian dianalisis secara univariat berdasarkan indikator waktu kerja, massa beban, postur tubuh, kondisi kerja, serta skor akhir LMM. Hasil menunjukkan semua responden memiliki rating beban >40 kg, mayoritas memiliki rating waktu 1–<4 km per hari, postur kerja didominasi oleh posisi sedikit membungkuk, kondisi kerja tergolong ergonomis, dan semua responden berada pada kategori risiko sangat tinggi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa semua porter di Perum BULOG Gorontalo memiliki tingkat risiko manual material handling yang sangat tinggi berdasarkan penilaian Leitmerkmal Method (LMM).Tingkat risiko yang tinggi terutama dipengaruhi oleh kombinasi beban angkat >40 kg, frekuensi dan jarak transportasi harian yang tinggi, serta postur kerja yang masih mendominasi posisi membungkuk, meskipun kondisi lingkungan kerja secara umum telah memenuhi aspek ergonomis.Keterbatasan penelitian terletak pada desain deskriptif yang hanya menggambarkan tingkat risiko tanpa menganalisis hubungan antar variabel atau faktor individu, serta pelaksanaan yang hanya pada satu lokasi sehingga tidak dapat digeneralisasi ke sektor logistik lainnya.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki hubungan antara karakteristik individu pekerja seperti usia, indeks massa tubuh, dan masa kerja dengan tingkat risiko MMH menggunakan desain analitis yang melibatkan beberapa gudang logistik untuk memperoleh hasil yang lebih representatif. Selain itu, diperlukan uji coba intervensi ergonomis, misalnya penerapan alat bantu angkat dan penetapan batas beban maksimal, untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap penurunan skor risiko LMM serta keluhan kelainan muskuloskeletal pada porter melalui desain eksperimental atau quasi‑eksperimental. Selanjutnya, studi longitudinal dapat mengeksplorasi efek optimasi jadwal kerja, termasuk penambahan istirahat teratur dan rotasi shift, terhadap pengurangan kelelahan kumulatif dan penurunan risiko MMH, sehingga memberikan dasar ilmiah bagi kebijakan manajemen kerja yang lebih sehat.

Read online
File size501.28 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test