UNISMUH PALUUNISMUH PALU

Journal of Public Health and PharmacyJournal of Public Health and Pharmacy

Pendahuluan: Persentase stunting di Kabupaten Donggala meningkat dari 29,5 % pada 2021 menjadi 32,4 % pada 2022. Sistem koordinasi belum optimal, intervensi dilaksanakan secara terpisah dan tidak mencapai sasaran, serta belum ada pemantauan dan evaluasi dalam penanganan stunting. Tujuan penelitian adalah menganalisis pelaksanaan kolaborasi lintas sektor dalam penanganan stunting di Kabupaten Donggala. Metode: Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam. Tiga belas informan menjadi anggota Tim Percepatan Pengurangan Stunting Kabupaten Donggala, terdiri dari Sekretaris Daerah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kepala Badan Pengendalian Penduduk dan Perencanaan Keluarga, Kepala Badan Pekerjaan Umum dan Perumahan, Kepala Badan Perumahan dan Tanah, Kepala Badan Kesehatan, Kepala Badan Sosial, Kepala Badan Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Badan Pertanian, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Puskesmas. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa kebijakan dan pelaksanaannya telah dimulai namun masih suboptimal karena intervensi OPD yang independen, target program yang tidak selaras, tidak adanya pemantauan dan evaluasi, tidak jelasnya pembagian tugas, serta interpretasi pekerjaan yang tidak memadai. Kesimpulan: Untuk meningkatkan intervensi stunting, penelitian menekankan perlunya peningkatan kolaborasi lintas sektor. Inisiatif pencegahan stunting membutuhkan integrasi kebijakan, alokasi sumber daya, dan keterlibatan masyarakat yang lebih kuat serta peningkatan pemantauan dan klarifikasi tugas yang eksplisit.

Penelitian menunjukkan bahwa meskipun upaya pencegahan stunting telah tersedia, koordinasi dan evaluasi masih belum memadai.Keterbatasan dalam pembagian tugas dan alokasi dana menghambat efektivitas program.Peningkatan kolaborasi lintas sektor serta sistem monitoring yang jelas menjadi kunci untuk menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Donggala.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi mekanisme pendanaan inovatif yang dapat memperkuat koordinasi antar lembaga, sehingga setiap OPD mendapatkan sumber daya yang cukup_majoritas. Selain itu, meneliti efektivitas suatu platform monitoring terintegrasi berbasis digital dapat memberikan data real‑time yang membantu pengambilan keputusan lebih responsif. Terakhir, mengkaji peran partisipasi masyarakat melalui aplikasi mobile yang mudah diakses dapat meningkatkan keterlibatan aktif warga, sehingga program pencegahan stunting menjadi lebih berkelanjutan dan relevan bagi kehidupan sehari‑harinya.

  1. Implementasi kebijakan penurunan stunting di kabupaten Donggala | Dalili | JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan... doi.org/10.29210/020244123Implementasi kebijakan penurunan stunting di kabupaten Donggala Dalili JPPI Jurnal Penelitian Pendidikan doi 10 29210 020244123
Read online
File size356.03 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test