UINSAIDUINSAID

Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and HumanitiesAl-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities

Studi ini merupakan kajian sejarah lokal yang merekonstruksi tentang pemberontakan DI/TII di Karesidenan Surakarta tahun 1951-1952. Pemberontakan ini berkaitan dengan Darul Islam di Jawa Tengah yang mengincar kesatuan Divisi Diponegoro dari bekas Hizbullah Surakarta yakni Batalion 426. Penelitian ini menggunakan metodologi sejarah melalui empat tahapan pokok metode sejarah, yakni: (1) heuristik, (2) kritik sumber, (3), interpretasi, dan (4) historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan Batalion 426 berasal dari bekas pejuang Hizbullah Surakarta di masa perang kemerdekaan yang bernama Hizbullah Sunan Bonang. Infiltrasi DI/TII dipimpin oleh Kapten Sofyan yang memiliki koneksi dengan Darul Islam Jawa Tengah. Pemberontakan berlangsung selama lima bulan sejak Desember 1951 hingga April 1952 dengan Surakarta sebagai wilayah tujuan. Pemberontakan dibingkai dengan propaganda membela Islam dan anti komunis untuk mendapatkan dukungan. Pemberontakan berpengaruh terhadap stabilitas keamanan, kehadirannya dimanfaatkan oleh pengacau lokal untuk meningkatkan kejahatan, menimbulkan kerugian ekonomi, terganggunya transportasi serta berbuah ketegangan sosial akibat penangkapan masyarakat Muslim dan pemimpin Islam lokal.

Pemberontakan eks Batalion 426 di Surakarta pada 1951-1952 dipengaruhi oleh simpati terhadap gerakan Darul Islam dan ketidakpuasan anggota batalion terhadap perlakuan Divisi.Pemimpin seperti Kapten Sofyan memanfaatkan sentimen Islam untuk merekrut anggota.Pemberontakan menyebabkan kerusakan ekonomi, ketergangguan sosial, dan penangkapan massal terhadap masyarakat Muslim.Upaya penumpasan oleh TNI dan elemen lokal berhasil mengakhiri pemberontakan, tetapi meninggalkan dampak jangka panjang pada stabilitas wilayah.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang pemberontakan terhadap struktur sosial dan ekonomi masyarakat Surakarta. Selain itu, analisis peran organisasi Islam lokal seperti Masyumi dalam memengaruhi dinamika pemberontakan menjadi topik menarik. Terakhir, studi tentang strategi integrasi antara kekuatan militer dan komunitas lokal pasca-pemberontakan dapat memberikan wawasan baru untuk pengelolaan konflik di masa depan.

Read online
File size300.58 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test