SRIWIJAYASURGERYSRIWIJAYASURGERY

Sriwijaya Journal of SurgerySriwijaya Journal of Surgery

Traumatic brain injury (TBI) merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan global, di mana prognostikasi awal dan akurat sangat penting tetapi tetap menjadi tantangan klinis. Serum laktat muncul sebagai biomarker gangguan neurometabolik kompleks setelah TBI, yang melampaui perannya sebagai indikator hipoksia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah serum laktat merupakan prediktor independen dari hasil pada pasien TBI.

Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan serum laktat pada saat masuk rumah sakit merupakan prediktor kuat dan independen dari hasil fungsional in-hospital yang tidak menguntungkan dan mortalitas pada pasien TBI.Sebagai biomarker yang mudah tersedia, ia mencerminkan keparahan krisis neurometabolik yang mendasari dan memberikan informasi prognostik yang krusial di luar penilaian klinis dan demografis awal, membantu dalam stratifikasi risiko awal.

Penelitian lanjutan dapat berfokus pada validasi lebih lanjut dari serum laktat sebagai biomarker prognostik independen dalam populasi yang lebih besar dan beragam. Selain itu, studi longitudinal yang menyelidiki kinetika laktat dan hubungannya dengan hasil jangka panjang dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang peran laktat dalam memprediksi perjalanan klinis pasien TBI. Akhirnya, penelitian yang mengeksplorasi mekanisme di balik peningkatan laktat dan hubungannya dengan gangguan neurometabolik dapat membantu mengembangkan intervensi terapeutik yang ditargetkan untuk mengurangi dampak cedera otak traumatis.

  1. Elevated Serum Lactate as an Indicator of Neurometabolic Derangement and its Independent Correlation... doi.org/10.37275/sjs.v8i2.137Elevated Serum Lactate as an Indicator of Neurometabolic Derangement and its Independent Correlation doi 10 37275 sjs v8i2 137
Read online
File size972.26 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test