INASNACCINASNACC

Jurnal neuroanestesi indonesiaJurnal neuroanestesi indonesia

Ketamin, awalnya dikembangkan sebagai agen anestesi, telah menarik perhatian signifikan karena potensi efek terapeutiknya pada berbagai kondisi neurologis, terutama pada pasien dengan cedera otak traumatis (TBI). Penggunaan ketamin kontroversial, terutama karena kekhawatiran bahwa dapat meningkatkan tekanan intrakranial pada pasien dengan TBI. Dalam laporan kasus ini, seorang pria berusia 29 tahun dengan diagnosis cedera kepala berat yang dikomplikasi oleh syok hemoragik dari trauma ganda hadir dengan penurunan kesadaran, perdarahan aktif dari ekstremitas, dan ketidakstabilan hemodinamik. Rapid Sequence Intubation (RSI) dilakukan, selama prosedur pasien diberikan ketamin dosis 1 mg/kg, lidokain 1,5 mg/kg, dan rokuronium pada 1 mg/kg. Resusitasi cairan dengan 1000 ml larutan kristaloid dan tetesan norepinefrin 0,1 mcg/kg/menit juga dimulai. Setelah resusitasi, hemodinamik pasien dipantau dan ditemukan stabil. Pencarian literatur mengungkapkan tinjauan sistematis dari tahun 2020 dan studi dari tahun 2022 yang berfokus pada hasil yang terkait dengan tekanan intrakranial dan mortalitas pada pasien TBI yang menerima ketamin. Penggunaan ketamin tidak menunjukkan bukti bahaya pada pasien dengan cedera kepala traumatis.

Ketamin menunjukkan potensi sebagai agen terapeutik dalam manajemen TBI, terutama dalam mengendalikan tekanan intrakranial dan berpotensi mengurangi mortalitas.Mekanisme neuroprotektifnya, termasuk mengurangi eksitotoksisitas dan peradangan, sangat penting dalam mencegah cedera otak lebih lanjut.Pemberian ketamin dini pada pasien TBI dapat berkontribusi pada hasil klinis yang lebih baik, meskipun data terbatas, dan penelitian lebih lanjut diperlukan.Meskipun menjanjikan, penggunaan ketamin harus didekati dengan hati-hati, dengan pemantauan ketat dan aplikasi berdasarkan bukti.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian prospektif yang lebih besar diperlukan untuk mengevaluasi secara lebih rinci efek ketamin pada tekanan intrakranial dan hasil klinis pada pasien TBI, dengan fokus pada dosis optimal dan waktu pemberian. Kedua, penting untuk menyelidiki mekanisme neuroprotektif spesifik ketamin dalam konteks TBI, termasuk dampaknya pada jalur inflamasi dan apoptosis. Ketiga, studi longitudinal dapat dilakukan untuk menilai efek jangka panjang ketamin pada pemulihan kognitif dan kualitas hidup pasien TBI. Penelitian-penelitian ini akan membantu mengklarifikasi peran ketamin dalam manajemen TBI dan mengoptimalkan penggunaannya untuk meningkatkan hasil pasien.

  1. The Use of Ketamine in Traumatic Brain Injury | Firdaus | Jurnal Neuroanestesi Indonesia. ketamine traumatic... inasnacc.org/ojs2/index.php/jni/article/view/633The Use of Ketamine in Traumatic Brain Injury Firdaus Jurnal Neuroanestesi Indonesia ketamine traumatic inasnacc ojs2 index php jni article view 633
  2. Outcomes and physiologic responses associated with ketamine administration after traumatic brain injury... jtraumainj.org/journal/view.php?doi=10.20408/jti.2023.0034Outcomes and physiologic responses associated with ketamine administration after traumatic brain injury jtraumainj journal view php doi 10 20408 jti 2023 0034
  3. Ketamine Boluses Are Associated with a Reduction in Intracranial Pressure and an Increase in Cerebral... doi.org/10.1155/2022/3834165Ketamine Boluses Are Associated with a Reduction in Intracranial Pressure and an Increase in Cerebral doi 10 1155 2022 3834165
Read online
File size344.23 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test