INASNACCINASNACC

Jurnal neuroanestesi indonesiaJurnal neuroanestesi indonesia

Skoliosis adalah kelainan deformitas lengkungan tulang belakang >10°, dengan Skoliosis Idiopatik Remaja (AIS) terjadi pada usia 10–18 tahun. Prevalensi global AIS berkisar antara 1%–2%, sedangkan di Indonesia sebesar 2,93%, dengan rasio perempuan terhadap laki-laki 4,7:1. Tantangan perioperatif meliputi kerusakan saraf, perdarahan, dan nyeri pascaoperasi. Neuromonitoring (MEP dan SSEP) membantu mencegah cedera, sementara pemilihan obat yang cermat mendukung perlindungan saraf tulang belakang. Tiga pasien perempuan menjalani operasi rekonstruksi skoliosis dengan anestesia umum. Semua pasien menerima infus target terkendali (TCI) propofol, dexmedetomidine, dan fentanyl, dengan hemodinamik stabil dan tanpa perubahan neurologis pascaoperasi. Data epidemiologi menunjukkan AIS lebih banyak menyerang perempuan. Studi ini melibatkan pasien dengan progresi kelengkungan yang memengaruhi aktivitas, tanpa kelainan motorik atau sensorik. Anestesia diinduksi dengan TCI propofol (4 μg/mL) dan dexmedetomidine (0,3–0,7 mcg/kg/jam), mengurangi penggunaan propofol dan opioid. Dexmedetomidine bekerja pada reseptor α2-adrenergik, mengurangi aliran simpatis, menstabilkan hemodinamik, menghambat transmisi nyeri, serta memperbaiki pemulihan dengan mengurangi perdarahan dan peradangan. Dexmedetomidine memberikan sedasi, analgesia, dan hemodinamik stabil dalam operasi skoliosis, meminimalkan kehilangan darah dan kebutuhan transfusi. Selain itu, mendukung pemantauan neurofisiologis, mengurangi nyeri pascaoperasi, dan meningkatkan pemulihan.

Anestesia untuk operasi rekonstruksi skoliosis idiopatik remaja perlu memperhatikan perlindungan saraf tulang belakang dan kemudahan dalam pemantauan neuropsikologis.Dexmedetomidine berperan sebagai tambahan anestesia yang efektif karena memberikan sedasi dan analgesia tanpa menyebabkan fluktuasi hemodinamik yang berarti.Selain itu, dexmedetomidine mengurangi kehilangan darah, meminimalkan kebutuhan transfusi, serta mendukung pemantauan potensial evoked motorik dan sensorik selama operasi.

Pertama, perlu diteliti efektivitas kombinasi dexmedetomidine dengan agen anestesi lain dalam skema bebas opioid pada pasien skoliosis remaja dengan gangguan fungsi paru berat, untuk mengevaluasi dampaknya terhadap stabilitas hemodinamik dan kualitas pemulihan. Kedua, penting untuk menguji dosis optimal dexmedetomidine berbasis berat badan atau usia dalam operasi skoliosis dengan durasi panjang, guna menentukan titik terbaik antara efek neuroprotektif dan risiko bradikardia atau hipotensi. Ketiga, perlu dikaji pengaruh penggunaan dexmedetomidine terhadap kejadian nyeri kronis pascaoperasi melalui studi longitudinal yang membandingkan pasien yang menerima terapi ini dengan yang tidak, untuk memahami kontribusinya dalam manajemen nyeri jangka panjang. Penelitian-penelitian ini dapat memperdalam pemahaman tentang pemanfaatan dexmedetomidine dalam konteks anestesi spinal yang lebih aman dan efektif, sekaligus menjawab keterbatasan dari studi kasus yang ada terkait ukuran sampel dan desain observasional. Selain itu, hasilnya dapat membantu merancang protokol anestesi yang lebih personal dan berbasis bukti untuk kelompok pasien usia muda dengan kondisi kompleks.

  1. 0. pdf obj endobj filter flatedecode index length prev root size type xref bbd 8hn c3 xu endstream startxref... morthoj.org/2017/v11n3/adolescent-idiopathic-scoliosis.pdf0 pdf obj endobj filter flatedecode index length prev root size type xref bbd 8hn c3 xu endstream startxref morthoj 2017 v11n3 adolescent idiopathic scoliosis pdf
  2. DOI Name 10.1007 Values. name values index type timestamp data serv crossref email doiadmin namespace... doi.org/10.1007DOI Name 10 1007 Values name values index type timestamp data serv crossref email doiadmin namespace doi 10 1007
  3. DOI Name 10.3389 Values. name values index type timestamp data serv crossref desc prefix frontiers research... doi.org/10.3389DOI Name 10 3389 Values name values index type timestamp data serv crossref desc prefix frontiers research doi 10 3389
  4. Dexmedetomidine as an Adjunct in Anesthesia for Adolescent Idiopathic Scoliosis (AIS) Surgery: A Case... inasnacc.org/ojs2/index.php/jni/article/view/682Dexmedetomidine as an Adjunct in Anesthesia for Adolescent Idiopathic Scoliosis AIS Surgery A Case inasnacc ojs2 index php jni article view 682
Read online
File size348.47 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test