INASNACCINASNACC

Jurnal neuroanestesi indonesiaJurnal neuroanestesi indonesia

PANDEMIK COVID-19 secara mendalam memengaruhi praktik neurochirurgi secara global, mendorong penerapan protokol kesehatan darurat untuk melindungi pasien dan tenaga medis. Meskipun protokol tersebut penting untuk menekan penyebaran virus, mereka menimbulkan tantangan berupa penundaan operasi, kekurangan sumber daya, dan peningkatan stres pada staf medis. Penelitian ini menilai dampak protokol tersebut melalui tinjauan literatur sistematis dan wawancara dengan neurochirurg, ahli anestesi, serta spesialis ICU. Hasilnya menunjukkan bahwa protokol kesehatan membantu meminimalkan penularan COVID-19, namun menyebabkan 30 % pasien mengalami penundaan yang berdampak negatif pada hasil. Kekurangan PPE, ketidaksesuaian skrining praoperasi, dan perubahan protokol yang berkelanjutan menambah kompleksitas alur kerja. Rumah sakit dengan sistem triase terstruktur, telemedisin yang diperluas, dan pemeriksaan praoperasi yang ditingkatkan mampu memanajemen krisis lebih baik. Penurunan stres psikologis tenaga kesehatan dicapai melalui dukungan kesehatan mental yang lebih baik dan ketersediaan sumber daya. Kesimpulan: Pandemi COVID-19 telah mengubah praktik neurochirurgi, menegaskan perlunya adaptasi dan ketangguhan dalam sistem kesehatan. Penguatan kolaborasi, optimalisasi sumber daya, serta integrasi teknologi akan mempersiapkan tim neurochirurgi menghadapi krisis kesehatan publik di masa depan tanpa mengorbankan kualitas perawatan pasien.

Pandemi COVID‑19 mengakibatkan penundaan operasi pada 30 % pasien neurochirurgi, meningkatkan risiko komplikasi dan mortalitas, sehingga mengharuskan pemeriksaan praoperasi dan skrining ketat serta penyesuaian protokol kesehatan.Peningkatan pemantauan pascaoperasi, termasuk telemedisin, sangat penting untuk keamanan pasien.Kolaborasi lintas disiplin dan berbagi praktik terbaik akan memperkuat implementasi protokol serta meningkatkan hasil bedah pada situasi pandemi di masa depan.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas model skrining berbasis AI dalam mendeteksi infeksi COVID‑19 sebelum prosedur neurochirurgi, sehingga mengurangi penundaan operasi dan risiko komplikasi. Analisis kualitatif tentang persepsi tenaga medis terhadap protokol adaptif dan dukungan psikologis juga penting untuk merancang program intervensi yang dapat menurunkan tingkat burnout dan meningkatkan kepuasan kerja. Selain itu, studi komparatif antara hasil pasien yang menggunakan telemedisin pascaoperasi dan yang menjalani perawatan tradisional dapat memberikan bukti empiris tentang peran teknologi dalam meningkatkan keamanan dan efisiensi perawatan neurochirurgi selama krisis kesehatan publik.

  1. Aerosol Generating Procedures and Risk of Transmission of Acute Respiratory Infections to Healthcare... doi.org/10.1371/journal.pone.0035797Aerosol Generating Procedures and Risk of Transmission of Acute Respiratory Infections to Healthcare doi 10 1371 journal pone 0035797
  2. The High-Stakes Balance: Patient Safety and Neurosurgical Practice in a COVID-19 Pandemic | Sumardi |... doi.org/10.24244/jni.v14i2.616The High Stakes Balance Patient Safety and Neurosurgical Practice in a COVID 19 Pandemic Sumardi doi 10 24244 jni v14i2 616
Read online
File size240.92 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test