UNMUNM

Indonesian Journal of School Counseling: Theory, Application, and DevelopmentIndonesian Journal of School Counseling: Theory, Application, and Development

Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi permasalahan yang paling sering dihadapi oleh mahasiswa FKIP Universitas Lampung, perbedaan permasalahan yang dihadapi berdasarkan program studi, serta strategi yang paling efektif untuk mengatasi permasalahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif FKIP Universitas Lampung yang berasal dari 19 prodi Sarjana. Sebanyak 576 mahasiswa dipilih sebagai sampel penelitian dengan menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Daftar Cek Masalah (DCM) yang dapat mengungkap 11 bidang masalah, yakni masalah kesehatan, ekonomi, rekreasi dan hobby/kegemaran, kehidupan sosial, hubungan pribadi, muda-mudi, kehidupan keluarga, agama dan moral, penyesuaian terhadap sekolah, masa depan dan cita-cita, dan penyesuaian terhadap kurikulum. Data penelitian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil Penelitian ini adalah topik kesehatan merupakan masalah yang paling banyak dirasakan mahasiswa, yaitu pada 16 program studi (84,2%). Selanjutnya, topik sosial 15 program studi (78,9%), disusul oleh topik pribadi sebanyak 13 program studi (68,4%).

Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa topik masalah yang paling sering dihadapi mahasiswa FKIP Universitas Lampung adalah kesehatan (16 program studi), sosial (15 program studi), dan pribadi (13 program studi).Selain itu, ditemukan adanya perbedaan permasalahan yang dihadapi mahasiswa sesuai dengan program studi masing-masing.Untuk mengatasi permasalahan tersebut, strategi yang paling efektif adalah melalui program dukungan teman sebaya dan layanan kesehatan mental.

Untuk memperkaya pemahaman dan intervensi, penelitian lanjutan dapat menelisik lebih dalam beberapa area krusial. Pertama, mengingat dampak signifikan teknologi dan media sosial terhadap kehidupan mahasiswa, studi berikutnya bisa berfokus pada analisis mendalam tentang bagaimana pola penggunaan media sosial memengaruhi kesehatan mental, interaksi sosial, dan pembentukan identitas diri mahasiswa FKIP Universitas Lampung. Pertanyaan penelitian dapat mencakup: Apakah ada korelasi antara durasi penggunaan media sosial dengan tingkat kecemasan atau kesepian? Bagaimana platform media sosial tertentu memoderasi hubungan interpersonal di kampus? Penelitian ini diharapkan dapat mengidentifikasi risiko spesifik serta peluang untuk mengembangkan program literasi digital yang adaptif. Kedua, dengan rekomendasi untuk program dukungan teman sebaya dan layanan kesehatan mental, perlu dilakukan penelitian evaluatif yang komprehensif mengenai efektivitas dan keberlanjutan program-program tersebut. Misalnya, studi dapat membandingkan luaran kesehatan mental dan sosial antara mahasiswa yang terlibat dalam program dukungan sebaya dengan mereka yang tidak, atau menganalisis faktor-faktor yang membuat suatu layanan konseling lebih berhasil dibandingkan yang lain. Evaluasi ini krusial untuk mengoptimalkan alokasi sumber daya dan memastikan intervensi yang benar-benar transformatif. Ketiga, mengingat adanya perbedaan permasalahan antar program studi, studi komparatif lanjutan dapat menyelidiki faktor-faktor kontekstual dan kurikulum spesifik dalam setiap program studi yang mungkin memperparah atau mengurangi jenis masalah tertentu. Misalnya, apakah tekanan akademik yang tinggi pada program studi eksakta berkontribusi pada masalah kesehatan mental, sementara program studi humaniora lebih rentan terhadap masalah sosial? Pemahaman lebih dalam mengenai dinamika ini akan memungkinkan desain dukungan yang lebih tepat sasaran dan personal sesuai kebutuhan unik tiap program studi, bukan pendekatan seragam yang kurang efektif.

Read online
File size385.77 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test