SRIWIJAYASURGERYSRIWIJAYASURGERY

Sriwijaya Journal of SurgerySriwijaya Journal of Surgery

Pendahuluan: Triase trauma abdomen tumpul (BAT) adalah tantangan kritis, dan manfaat sistem skor klinis seperti sistem skor trauma abdomen tumpul (BATSS) memerlukan validasi di berbagai pengaturan klinis. Studi ini bertujuan untuk memberikan penilaian kritis awal terhadap kinerja diagnostik BATSS dan perilaku komponen individu dalam kohort risiko tinggi yang unik di pusat trauma Indonesia. Metode: Analisis retrospektif dilakukan pada 37 pasien BAT yang menjalani evaluasi diagnostik definitif (CT scan atau laparotomi) antara Juli 2021 dan Juli 2025 di Palembang, Indonesia. Kohort dicatat memiliki bias seleksi yang signifikan, dengan prevalensi cedera intra-abdomen (IAI) sebesar 91,9% (34 cedera, 3 tidak cedera). Analisis tingkat komponen dari tujuh variabel BATSS dilakukan bersama dengan penilaian akurasi diagnostik standar menggunakan kurva ROC untuk menentukan ambang potong optimal. Hasil: Kohort didominasi oleh pria muda yang cedera dalam kecelakaan lalu lintas. Analisis ROC menunjukkan daya diskriminatif yang buruk (AUC = 0,525). Pada ambang potong optimal 8,5, BATSS menunjukkan sensitivitas 82,4% dan spesifisitas yang tidak stabil secara statistik sebesar 33,3% (95% CI: 0,8% hingga 90,6%). PPV adalah 93,3%, sedangkan NPV sangat rendah yaitu 14,3%. Analisis komponen mengungkapkan bahwa sensitivitas terutama didorong oleh variabel dengan poin tinggi seperti hasil FAST positif, sedangkan spesifisitas rendah terkait dengan tanda-tanda non-spesifik seperti nyeri abdomen. Kesimpulan: Dalam kohort prevalensi tinggi, pra-seleksi, BATSS gagal berfungsi sebagai alat triase yang andal. Spesifisitasnya yang buruk dan NPV yang berbahaya membuatnya tidak cocok dan tidak aman untuk mengecualikan IAI. Skor sensitivitas yang tampak didorong oleh variabel yang sudah menunjukkan pasien berisiko tinggi, menunjukkan skor menambahkan sedikit nilai pada penilaian klinis standar. Studi pendahuluan ini menekankan kebutuhan kritis akan validasi yang kuat dan berskala besar sebelum adopsi klinis dan menyarankan bahwa BATSS mungkin tidak sesuai untuk pengaturan dengan probabilitas pra-uji cedera yang tinggi.

Dalam kohort prevalensi tinggi, pra-seleksi, BATSS gagal berfungsi sebagai alat triase yang andal.Spesifisitasnya yang buruk dan NPV yang berbahaya membuatnya tidak cocok dan tidak aman untuk mengecualikan IAI.Skor sensitivitas yang tampak didorong oleh variabel yang sudah menunjukkan pasien berisiko tinggi, menunjukkan skor menambahkan sedikit nilai pada penilaian klinis standar.Studi pendahuluan ini menekankan kebutuhan kritis akan validasi yang kuat dan berskala besar sebelum adopsi klinis dan menyarankan bahwa BATSS mungkin tidak sesuai untuk pengaturan dengan probabilitas pra-uji cedera yang tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan beberapa arah penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan validasi yang lebih luas dan komprehensif terhadap BATSS di berbagai pengaturan klinis, terutama di negara-negara dengan karakteristik epidemiologi yang berbeda. Kedua, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan sistem skor yang lebih akurat dan spesifik untuk triase trauma abdomen tumpul, terutama dalam mengidentifikasi pasien dengan cedera intra-abdomen. Ketiga, studi prospektif yang lebih besar diperlukan untuk mengevaluasi kinerja BATSS dalam kohort yang lebih beragam dan representatif, dengan memperhitungkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan mekanisme cedera. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini akan membantu meningkatkan akurasi dan keandalan BATSS sebagai alat triase trauma abdomen tumpul.

  1. A Preliminary Retrospective Analysis of the Blunt Abdominal Trauma Scoring System (BATSS) in a High-Prevalence... sriwijayasurgery.com/index.php/sjs/article/view/136A Preliminary Retrospective Analysis of the Blunt Abdominal Trauma Scoring System BATSS in a High Prevalence sriwijayasurgery index php sjs article view 136
Read online
File size1.2 MB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test