FKIP UWGMFKIP UWGM

Jurnal Warna : Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia DiniJurnal Warna : Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini

Keterampilan motorik merupakan kemampuan pada diri untuk menggerakkan bagian tubuh. Merangkah, berjalan, berlarri, melompat adalah contoh dari keterampilan motorik. Keterampilan ini dikategorikan menjadi dua yaitu motorik kasar dan motorik halus. Keterampilan motorik yang baik tidak serta merta diperoleh secara kebetulan saja, namun keterampilan ini harus diperoleh melalui stimulasi sensorik, pengajaran dan latihan berulang. Fokus pada penelitian ini hanya pada perkembangan motorik halus anak usia 5-6 tahun, dimana keterampilan ini lebih sulit karena membutuhkan kemampuan pada koordinasi tubuh bagian otot kecil, membutuhkan konsentrasi dan fokus, kontrol pada diri, serta perlu adanya perhatian yang lebih. Berbagai aktivitas dapat dilakukan sebagai upaya orang tua serta pendidik dalam mengembangkan keterampilan motorik halus, salah satunya adalah kegiatan kolase. Kolase merupakan kegiatan menempel dan menyusun bahan secara sistematis pada permukaan gambar. Bahan yang digunakan untuk kegiatan kolase pada penelitian ini adalah bahan alam berupa kulit kerang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Objek penelitian adalah Kober Harapan Kita Kalianda Lampung Selatan dengan sampel penelitian anak usia 5-6 tahun sebanyak 30 anak dari dua kelas dengan perlakuan dan tindakan yang berbeda. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kegiatan kolase dengan media bahan alam, sedangkan variabel dependen adalah keterampilan motorik halus anak usia 5-6 tahun. Hasil perhitungan uji t pada kelas eksperimen diketahui sig (2-tailed) sebesar 0,00. Nilai sig (2-tailed) ini lebih kecil dari 0,05 (5%) sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan kolase dengan menggunakan media bahan alam berupa kulit kerang berpengaruh terhadap keterampilan motorik halus anak usia 5-6 tahun di Kober Harapan Kita Kalianda Kabupaten Lampung Selatan.

Berdasarkan hasil analisis data yang telah dipaparkan, penggunaan kegiatan kolase dengan media bahan alam (kulit kerang) meningkatkan kemampuan anak untuk fokus dan konsentrasi dalam belajar, memperbaiki kemampuan menulis nama secara benar, serta menghasilkan karya kolase yang rapi.Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan kolase berperan penting dalam pengembangan motorik halus anak usia 5-6 tahun.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi perbandingan efektivitas berbagai bahan alam seperti daun, batu, dan biji-bijian dalam kegiatan kolase untuk meningkatkan motorik halus anak, sehingga dapat mengidentifikasi bahan yang paling optimal dalam konteks edukasi dini. Selain itu, diperlukan studi longitudinal yang memantau dampak jangka panjang penggunaan kolase dengan bahan alam terhadap perkembangan motorik halus selama setidaknya satu tahun, guna menilai keberlanjutan manfaat yang diperoleh. Selanjutnya, pendekatan metode campuran (mixed‑methods) dapat diterapkan untuk menggali tidak hanya perubahan kuantitatif pada keterampilan motorik, tetapi juga aspek kognitif, motivasi, dan kreativitas anak yang muncul selama proses kolase, sehingga memperkaya pemahaman holistik tentang kontribusi kegiatan seni terhadap perkembangan anak usia dini.

Read online
File size423.12 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test