GOACADEMICAGOACADEMICA

AKSELERASI: Jurnal Ilmiah NasionalAKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional

Penelitian ini mengkaji dampak reformasi tata kelola digital terhadap pelayanan publik di India, dengan fokus khusus pada program Aadhaar. Aadhaar, sistem identifikasi biometrik unik, berada di pusat upaya India dalam menyederhanakan pelayanan publik dan meningkatkan efisiensi program kesejahteraan. Dengan memberikan nomor identifikasi universal kepada lebih dari satu miliar warga, Aadhaar bertujuan untuk menghilangkan redundansi, mengurangi korupsi, dan memastikan manfaat mencapai penerima yang dituju. Studi ini menganalisis keberhasilan dan tantangan Aadhaar dalam mentransformasi pelayanan publik, berdasarkan data dari laporan pemerintah, kajian akademik, dan analisis kasus. Temuan menunjukkan bahwa meskipun Aadhaar telah meningkatkan efisiensi dan transparansi pelayanan publik secara signifikan, sistem ini juga menimbulkan kekhawatiran terkait privasi, keamanan data, dan pengecualian terhadap kelompok-kelompok marginal. Studi ini menyimpulkan dengan rekomendasi untuk memperkuat tata kelola digital di India, dengan menekankan perlunya kerangka hukum yang kuat dan kebijakan inklusif guna memaksimalkan manfaat Aadhaar dan inisiatif serupa.

Reformasi tata kelola digital, khususnya program Aadhaar di India, telah berdampak signifikan terhadap pelayanan publik dan inklusi keuangan.Aadhaar berhasil memperluas jangkauan layanan sosial dan memperbaiki distribusi manfaat melalui otomatisasi verifikasi identitas serta pengurangan kesalahan administratif.Namun, tantangan utama terkait privasi data, keamanan informasi, dan hambatan akses bagi kelompok rentan masih perlu diatasi agar manfaat sistem ini dapat dirasakan secara adil dan berkelanjutan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana sistem identitas digital seperti Aadhaar dapat dirancang ulang dengan pendekatan berbasis hak warga, untuk memastikan bahwa teknologi tidak hanya efisien namun juga menghormati privasi dan otonomi individu, terutama di kalangan kelompok rentan. Kedua, penting untuk mengeksplorasi model pelatihan berbasis komunitas yang melibatkan pemuda desa sebagai agen literasi digital, guna mengukur sejauh mana pendekatan bottom-up dapat mengurangi kesenjangan akses dan meningkatkan partisipasi dalam sistem layanan publik digital. Ketiga, perlu dikaji efektivitas kerangka hukum data pribadi secara empiris, dengan membandingkan daerah yang telah menerapkan regulasi perlindungan data secara ketat terhadap daerah yang belum, untuk melihat pengaruhnya terhadap kepercayaan publik dan adopsi teknologi layanan pemerintah. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan studi ini dengan memperkuat aspek hak asasi, inklusivitas teknologi, dan perlindungan hukum yang dibutuhkan dalam transformasi digital pelayanan publik di negara berkembang.

  1. 0. loading academic.oup.com/idpl/article/9/1/30/50767100 loading academic oup idpl article 9 1 30 5076710
  2. IJFS | Free Full-Text | The Empirical Analysis of the Impact of Bank Capital Regulations on Operating... doi.org/10.3390/ijfs6020034IJFS Free Full Text The Empirical Analysis of the Impact of Bank Capital Regulations on Operating doi 10 3390 ijfs6020034
  3. Has Abenomics Succeeded in Raising Japan's Inward Foreign Direct Investment? - Hoshi - 2018 - Asian... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/aepr.12211Has Abenomics Succeeded in Raising Japans Inward Foreign Direct Investment Hoshi 2018 Asian onlinelibrary wiley doi 10 1111 aepr 12211
  4. What’s at Stake in Digital Social Research? | Journal of Digital Social Research. stake digital... doi.org/10.33621/jdsr.v1i1.11WhatAos at Stake in Digital Social Research Journal of Digital Social Research stake digital doi 10 33621 jdsr v1i1 11
Read online
File size168.92 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test