SRIWIJAYASURGERYSRIWIJAYASURGERY

Sriwijaya Journal of SurgerySriwijaya Journal of Surgery

Penilaian kualitas hidup terkait kesehatan (HRQoL) adalah hasil yang sangat penting dalam kelangsungan hidup pasien kanker payudara, tetapi peranan penyakit spesifik, faktor terkait pengobatan, dan faktor tingkat pasien belum sepenuhnya dipahami di populasi Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan secara komprehensif prediktor HRQoL dan mengevaluasi secara bersamaan variabel klinis, bedah, dan sosiodemografis di antara pasien kanker payudara Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan 102 pasien kanker payudara wanita yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Umum Dr. Mohammad Hoesin, Palembang, Indonesia. Data tentang variabel klinis (stadium AJCC, siklus kemoterapi, niat pengobatan), prosedur bedah (jenis bedah payudara dan aksila), dan karakteristik sosiodemografis dikumpulkan. HRQoL dinilai menggunakan versi Indonesia yang divalidasi dari Functional Assessment of Cancer Therapy-General (FACT-G) dan Functional Assessment of Chronic Illness Therapy-Fatigue (FACIT-F) kuesioner. Analisis korelasi bivariat dan analisis regresi linier multivariat hierarkis dilakukan untuk mengidentifikasi prediktor independen yang signifikan dari skor FACIT-F. Kohort ini ditandai dengan penyakit stadium lanjut (Stadium III/IV: 62,7%) dan manajemen bedah agresif (Mastektomi: 75,5%; Diseksi Lymph Node Aksila: 68,6%). Dalam analisis multivariat, beberapa faktor muncul sebagai prediktor independen yang signifikan dari HRQoL yang lebih buruk. Ini termasuk stadium kanker lanjut (β = -0,41, p < 0,001), telah menjalani mastektomi dibandingkan dengan bedah konservasi payudara (β = -0,28, p = 0,002), telah menjalani diseksi lymph node aksila dibandingkan dengan biopsi sentinel node (β = -0,25, p = 0,005), dan jumlah siklus kemoterapi yang lebih tinggi (β = -0,19, p = 0,018). Model akhir menjelaskan bagian yang substansial dari variansi HRQoL (Adjusted R² = 0,58). Sebaliknya, faktor sosiodemografis termasuk usia, pendapatan, dan pendidikan tidak menjadi prediktor yang signifikan dalam model akhir (p > 0,05). Kesimpulan: HRQoL pada kohort ini tidak ditentukan oleh satu faktor tetapi oleh trias distress: beban biologis penyakit (stadium), morbiditas fisik dan psikologis dari pengobatan bedah, dan toksisitas kumulatif dari kemoterapi. Realitas terkait pengobatan ini dengan kuat meniadakan pengaruh karakteristik sosiodemografis. Temuan ini mewajibkan pergeseran paradigma menuju model perawatan pendukung yang terintegrasi yang secara proaktif menangani morbiditas bedah bersama dengan efek samping sistemik dari titik diagnosis.

HRQoL pada kohort ini tidak ditentukan oleh satu faktor tetapi oleh trias distress.beban biologis penyakit (stadium), morbiditas fisik dan psikologis dari pengobatan bedah, dan toksisitas kumulatif dari kemoterapi.Realitas terkait pengobatan ini dengan kuat meniadakan pengaruh karakteristik sosiodemografis.Temuan ini mewajibkan pergeseran paradigma menuju model perawatan pendukung yang terintegrasi yang secara proaktif menangani morbiditas bedah bersama dengan efek samping sistemik dari titik diagnosis.

Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman tentang kualitas hidup pasien kanker payudara di Indonesia. Pertama, penting untuk melakukan penelitian longitudinal yang akan melacak perubahan HRQoL pasien selama perjalanan pengobatan mereka. Studi ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana kualitas hidup pasien berubah seiring berjalannya waktu dan bagaimana intervensi perawatan pendukung dapat mempengaruhi hasil tersebut. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat berfokus pada dampak spesifik dari berbagai jenis operasi payudara dan diseksi aksila terhadap kualitas hidup pasien. Studi ini dapat membantu mengidentifikasi strategi intervensi yang dapat mengurangi morbiditas bedah dan meningkatkan hasil pasien. Terakhir, penelitian yang menyelidiki peran dan pengaruh faktor sosiodemografis, seperti pendapatan dan tingkat pendidikan, dalam menentukan kualitas hidup pasien kanker payudara di Indonesia dapat memberikan wawasan berharga. Studi ini dapat membantu mengidentifikasi kelompok pasien yang mungkin membutuhkan intervensi perawatan pendukung yang lebih intensif atau strategi penargetan yang berbeda.

  1. Dissecting the Triad of Distress: A Multivariate Analysis of Clinical, Surgical, and Sociodemographic... doi.org/10.37275/sjs.v8i2.138Dissecting the Triad of Distress A Multivariate Analysis of Clinical Surgical and Sociodemographic doi 10 37275 sjs v8i2 138
Read online
File size1.16 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test