UMPUMP

Proceedings Series on Physical & Formal SciencesProceedings Series on Physical & Formal Sciences

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor produksi terhadap produk jagung serta untuk menentukan kombinasi faktor-faktor produksi sehingga dicapai tingkat keuntungan yang maksimal dari jumlah produk rata-rata yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai dan teknik pengambilan sampelnya adalah Simple Random Sampling. Dari hasil perhitungan dalam penelitian pendahuluan diperoleh jumlah sampel sebanyak 37 orang petani responden. Hasil analisis fungsi Cobb Douglas menunjukkan bahwa faktor produksi luas lahan garapan dan tenaga kerja berpengaruh nyata dan positif terhadap produk jagung, faktor produksi pupuk berpengaruh nyata dan negatif terhadap produk jagung. Sedangkan faktor produksi bibit dan pestisida tidak berpengaruh nyata. Bentuk hubungan fisik antara faktor-faktor produksi dan produk jagung di daerah penelitian adalah Y = 10,9518 X10,5129 X3-0,2038 X50,5673. Berdasarkan analisis efisiensi pengggunaan faktor produksi, ternyata bahwa penggunaan luas lahan garapan, pupuk, dan tenaga kerja belum berada pada tingkat optimal. Penggunaan faktor produksi luas lahan garapan (X1), pupuk (X3), dan tenaga kerja(X5) di daerah penelitian akan jika dikombinasikan dengan memberikan keuntungan maksimal perbandingan X1 : X3 : X5 = 0,0015 : 1 : 0,0994. Untuk menghasilkan tingkat produksi tertentu di daerah penelitian (Y = 20,80 kuintal), kombinasi X1, X3, dan X5 dengan biaya minimal akan tercapai jika digunakan luas lahan garapan (X1) 0,62 hektar, pupuk (X3) 416,69 kilogram dan tenaga kerja (X5) sebanyak 41,43 hari kerja pria.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan di depan, dapat disimpulkan beberapa hal berikut.Bentuk hubungan fisik antara faktor-faktor produksi dan produk jagung di Wilayah Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas adalah.Y = 10,9518 X10,5129 X3-0,2038 X50,5673 2.Faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap produk jagung adalah luas tanah garapan (X1), pupuk (X3), dan tenaga kerja (X5).Sedangkan bibit (X2) dan pestisida (X4) secara statistik tidak berpengaruh nyata.Kombinasi penggunaan faktor-faktor produksi untuk mencapai keuntungan maksimal di daerah penelitian belum tercapai.Kombinasi faktor-faktor produksi untuk menghasilkan tingkat produksi tertentu di daerah penelitian dengan rata-rata 20,80 kuintal jagung pipilan kering adalah dengan menggunakan luas lahan 0,62 hektar, pupuk sebanyak 416,69 kilogram, dan tenaga kerja (X5) sebanyak 41,43 hari kerja pria.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi dampak penggunaan pupuk organik terhadap produktivitas jagung dan keberlanjutan lingkungan. Hal ini penting mengingat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dapat menimbulkan masalah lingkungan. Kedua, perlu adanya penelitian yang mengeksplorasi pengaruh varietas jagung unggul yang berbeda terhadap hasil panen dan ketahanan terhadap hama penyakit, dengan mempertimbangkan kondisi iklim dan tanah setempat. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sistem irigasi yang efisien dan terjangkau bagi petani kecil, mengingat ketersediaan air yang terbatas menjadi salah satu kendala utama dalam meningkatkan produksi jagung. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh informasi yang komprehensif untuk meningkatkan produktivitas jagung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi petani.

  1. Evaluasi Penggunaan Faktor Produksi pada Usahatani Jagung di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas | Proceedings... conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/705Evaluasi Penggunaan Faktor Produksi pada Usahatani Jagung di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas Proceedings conferenceproceedings ump ac index php pspfs article view 705
Read online
File size429.89 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test