SERAMBI MEKKAHSERAMBI MEKKAH

Jurnal Serambi EngineeringJurnal Serambi Engineering

Proses pembakaran pada pembangkit listrik, industri dan transportasi dapat menimbulkan pencemaran udara, salah satunya menimbulkan polutan gas Nitrogen Dioksida (NO2). Salah satu tahapan pengelolaan kualitas udara adalah dengan pemantauan. Pemantauan kualitas udara memiliki beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan karena dapat mempengaruhi pengukuran, salah satunya adalah faktor meteorologi. Penelitian ini menganalisis bagaimana pengaruh suhu udara, kelembaban udara, curah hujan, dan kecepatan angin terhadap konsentrasi NO2 yang terukur. Data konsentrasi NO2 dan meteorologi diambil pada saat bersamaan di lokasi stasiun pemantauan kualitas udara DKI-1 (Kawasan Bundaran Hotel Indonesia DKI Jakarta). Analisis hubungan antara konsentrasi NO2 yang terukur dengan suhu udara, kelembaban udara, curah hujan, dan kecepatan angin dilakukan menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang kuat antara konsentrasi NO2 dan keempat faktor meteorologi. Nilai R2 menunjukkan pengaruh keempat faktor meteorologi terhadap konsentrasi NO2 adalah sebesar 38,3% dan sisanya yaitu 61,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam pengukuran pada penelitian ini.

Faktor meteorologi seperti suhu, kelembaban udara relatif, curah hujan, dan kecepatan angin berpengaruh terhadap konsentrasi NO2.Analisis regresi linear berganda menunjukkan hubungan yang kuat antara konsentrasi NO2 dan keempat faktor tersebut, dengan nilai R multiple sebesar 0,619.Persentase sumbangan pengaruh variabel meteorologi terhadap konsentrasi NO2 adalah 38,3%, sementara 61,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam studi ini.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan memperluas cakupan wilayah studi untuk mengidentifikasi pola spasial pengaruh faktor meteorologi terhadap konsentrasi NO2 di berbagai lokasi dengan karakteristik geografis dan sumber polusi yang berbeda. Selain itu, studi lebih mendalam mengenai faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap 61,7% variasi konsentrasi NO2 yang tidak dijelaskan oleh faktor meteorologi dalam penelitian ini, seperti emisi dari sumber-sumber polusi spesifik (misalnya, lalu lintas, industri) dan kondisi topografi lokal, perlu dilakukan. Terakhir, pengembangan model prediksi konsentrasi NO2 yang lebih akurat dengan mengintegrasikan data meteorologi, data emisi, dan teknik pemodelan atmosfer yang canggih dapat membantu dalam peramalan kualitas udara dan pengambilan keputusan terkait pengendalian pencemaran udara.

  1. PEMANFAATAN SUHU UDARA DAN KELEMBAPAN UDARA DALAM PERSAMAAN REGRESI UNTUK SIMULASI PREDIKSI TOTAL HUJAN... doi.org/10.31172/jmg.v12i3.109PEMANFAATAN SUHU UDARA DAN KELEMBAPAN UDARA DALAM PERSAMAAN REGRESI UNTUK SIMULASI PREDIKSI TOTAL HUJAN doi 10 31172 jmg v12i3 109
Read online
File size552.31 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test